Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketercapaian ketrampilan mahasiswa dengan pmbelajaran praktika metode daring serta menganalisis kendala kendala yang didapat selama pembelajaran praktika metode daring. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada bulan September-November 2021 dengan cara memberikan kuesioner kepada 187 mahasiswa Prodi DIII keperawatan dan Sarjana Terapan keperawatan yang telah melakasanakan Praktika di Laboratorium selama Masa pandemi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa lebih dari 50 % responden tidak setuju bahwa metode pembelajaran praktika secara daring lebih efektif, mudah dipelajarai dan melatih belajar mandiri. Mahasiswa lebih setuju dengan metode pembelajaran secara tatap muka langsung. Sebagian besar responden (65%) menyatakan bahwa pembelajaran secara daring dapat membantu mempelajari 50 % dari pencapaian ketrampilan yang ada di RPS yang bisa dilakukan secara Secara mandiri. Namun demikian sebagian responden hanya bisa mempelajarai 25 % dari materi yang diberikan. Secara umum dari pertanyaan yang diberikan, responden rata rata menjawab setuju bahwa metode pembelajaran daring dapat membantu tercapainya kompetensi praktik meskipun tidak sampai 100 % rata rata hanya 25 %. Sebagian besar responden (55%) menyatakan merasa jenuh merasa jenuh belajar praktik metode daring. Responden sebagian besar (63%) menyatakan kurang senang dengan belajar praktik metode daring. Responden (58%) menyatakan lebih termotivasi untuk belajar praktik dengan bimbingan langsung dari dosen/instruktur. Secara umum dari pertanyaan yang diberikan, rata-rata menjawab setuju bahwa kurang senang dan tidak termotivasi dalam pembelajaran praktik laboratorium secara daring. Kendala yang dihadapi sebagian besar mahasiswa adalah sinyal yang kurang bagus dan alat/instrumen praktika yang kurang sesuai.