Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Evaluasi Formulasi Sediaan Lipstik Dari Sari dan Ekstrak Buah Harimonting Siska Futri Nasution; Susilawati Harahap; Lathipah Hannah Lubis
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 4 (2022): Agustus 2022
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v1i4.806

Abstract

Harimonting fruit (Rhodomyrtus tomentosa) has the potential to be used as an alternative dye because it has an attractive color. The dark purple color of Harimonting fruit is due to the presence of flavonoids, tannins, and steroids. From several components including Nipagin, Cera alba, BHT, Oleum ricini, Vaseline alba, Lanolin, Cetyl alcohol, Profiln glycol, Carnauba wax, Harimonting Fruit Extract with a concentration of 14%, 22% and 30-% and Harimonting Fruit Extract (Rhodomyrtus tomentosa) with concentrations of 10%, 13%, and 16%. Harimonting fruit (Rhodomyrtus tomentosa) was carried out by Maceration method with 75% ethanol as solvent. Lipstick preparations from Sari and Harimonting Fruit Extract (Rhodomyrtus tomentosa) resulted in a pH test of 4.4-5.4 (close to lip pH 4.0-6.5), melting point of 55.3-55.6˚C met the point requirements the melting point of lipstick (50-70˚C), the preparation of lipstick from the Harimonting fruit juice (Rhodomyrtus tomentosa) does not cause irritation when applied, it shows the presence of uneven red granules so that the lipstick preparation from the Harimonting fruit juice (Rhodomyrtus tomentosa) cannot be used as a natural dye for making lipstick, while Lipstick Preparations from Harimonting Fruit Extract (Rhodomyrtus tomentosa) do not cause irritation and are evenly distributed and easily smeared so that they can be used as natural dyes for making lipstick.
Hidrolisis Pati Kacang Kedelai (Glycine max (L.) Merril) dengan Pengaruh Jenis Katalis Asam Siska Futri Nasution; Lathipah Hannah Lubis; Susilawati Harahap; Azhari Umar Siregar
Journal of Pharmaceutical and Health Research Vol 4 No 1 (2023): February 2023
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jharma.v4i1.3187

Abstract

Soybean (Glycine max (L.) Merril) is beneficial for lowering blood sugar, relieving menopausal symptoms and preventing dementia. This study aims to determine the effect of the acid catalyst used on the hydrolysis process of soybean starch (Glycine max (L.) Merril) and to determine the effect of time on the process of hydrolysis process of soybean starch (Glycine max (L.) Merril). There are 3 types of acid catalysts used, namely 0.1 N HCl; H2SO4 0.1N; HNO3 0.1 N. Types of qualitative and quantitative research conducted in the pharmaceutical laboratory of the Institut Teknologi dan Kesehatan Sumatera Utara. The results obtained in this study with 0.1 N HCl acid catalyst type for 4 minutes, 5 minutes, 6 minutes, and 7 minutes obtained successive volumes of 15 mL, 21 mL, 18 mL, and 9 mL. 0.1 N H2SO4 catalyst for 4 minutes, 5 minutes, 6 minutes, and 7 minutes, the volumes obtained were 22 mL, 20 mL, 17 mL, and 14 mL, respectively. 0.1 N HNO3 catalyst for 4 minutes, 5 minutes, 6 minutes, and 7 minutes, the volumes obtained were 24 mL, 20 mL, 17 mL, and 13 mL, respectively. From the research results, we can find out the optimal volume produced in 7 minutes with 0.1 N HCl acid catalyst. The longer the time used for hydrolysis process in soybean starch (Glycine max (L.) Merril), the smaller the average volume produced.
Pembuatan Kopi Berbahan Dasar Kulit Buah Salak Di Desa Joring Lombang Kota Padang Sidimpuan Susilawati Harahap
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 6 (2023): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i6.236

Abstract

Kota Padang Sidimpuan merupakan salah satu daerah penghasil buah salah di Provinsi Sumatera Utara. Masyarakat yang pada umumnya sebagai petani buah Salak hanya menjual buah saja tidak diolah menjadi bentuk lain sehingga terdapat banyak sisa buangan/limbah berupa kulit dan biji salak. Pengabdian ini bertujuan untuk mengajarkan kepada masyarakat pembuatan kopi dari kulit buah salak  karena kulit buah salak memiliki beberapa kandungan antibakteri seperti saponin, tanin, fenol, flavonoid, steroid/triterpenoid, terpenoid dan alkaloid yang terbukti bermanfaat untuk kesehatan. Pengabdian ini menggunakan teknik penyuluhan dan percontohan langsung pembuatan kopi dari kulit buah salak dari pengumpulan sampel sampai menjadi kopi. Manfaat dari kegiatan pengabdian ini adalah agar masyarakat dapat memanfaatkan bahan yang dianggap limbah menjadi bahan yang bermanfaat. Selain itu juga sebagai bahan kopi alternatif sehinga bisa membuat sendiri kopi untuk dirumah dan sekaligus bermanfaat untuk kesehatan.
Alkaloid and Flavonoid Phytochemical Screening on Balakka Leaves (Phyllanthus Emblica L.) Susilawati Harahap
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 2 No. 8 (2023): Agustus 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v2i8.5691

Abstract

Balakka (Phyllanthus emblica L.) contains phenolic compounds, such as geraniin, quercetin 3-β-Dglucopyranosida, kaempferol 3-β-Dglucospiranoside, isochorylagin, quercetin, and kaempferol. The purpose of this research is to identify the phytochemical content of alkaloids and types of flavonoids in balakka leaves. This type of research is qualitative with a laboratory experimental research design conducted at the Itkessu Pharmaceutical Laboratory. The results of the phytochemical screening identified positive alkaloids in the presence of a white precipitate with mayer, a brown precipitate on Wagner and an orange precipitate on Dragendroff. In positive flavonoids with a change in color to pink. Alkaloids in the pharmaceutical field are used as antitumor, antipyretic, anti-pain while flavanoids are useful as antivirals, antifungals, anti-inflammatories.
Pembuatan Masker Organik untuk Perawatan Wajah Berbahan Dasar Temulawak di Desa Telo, Kec. Batangtoru, Tapanuli Selatan Lathipah Hannah Lubis; Siska Futri Nasution; Susilawati Harahap
Pengabdian Deli Sumatera Vol 1 No 2 (2022): Artikel Pengabdian Volume 1 Nomor 2, Juli 2022
Publisher : LLPM Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Telo, Kec. Batangtoru, Tapanuli Selatan, yang bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan masker temulawak bagi ibu - ibu rumah tangga. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ceramah, demonstrasi, metode tanya jawab dan latihan dalam pembuatan masker temulawak. Pelatihan ini melibatkan para mahasiswa yang didampingi oleh dosen pendamping dari Program Studi Farmasi dengan peserta para ibu-ibu rumah tangga di Desa telo, Kec. Batangtoru, Tapanuli Selatan. Hasil dari pelatihan pembuatan masker temulawak yang dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga tersebut adalah hasil evaluasi terhadap masker temulawak yang dibuat peserta pelatihan secara umum termasuk kategori baik dengan rata - rata keberhasilan 75%. Keywords: temulawak, masker organik, ibu - ibu rumah tangga
Pembuatan dan Pembagian Sabun Cuci Tangan di Desa Telo Kec. Batang Toru Kab. Tapanuli Selatan Siska Futri Nasution; Susilawati Harahap; Lathipah Hannah Lubis
Pengabdian Deli Sumatera Vol 2 No 1 (2023): Artikel Pengabdian Volume 2 Nomor 1, Januari 2023
Publisher : LLPM Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama 2 hari di Desa Telo Kecamatan Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan, yang bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan dan pembagian sabun cuci tangan cair bagi ibu - ibu rumah tangga. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pemaparan materi dengan ceramah, tanya jawab dan pelatihan dalam pembuatan sabun cuci tangan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode eksperimen. Hasil dari pelatihan pembuatan sabun cuci tangan cair ini berupa sabun cuci tangan cair yang berbau harum, berwarna merah dan tangan tidak menjadi kasar apabila sabun ini dipakai. Hasil evaluasi terhadap sabun cuci tangan yang dibuat peserta pelatihan secara umum termasuk kategori baik dengan rata - rata keberhasilan 98%. Selain digunakan untuk keperluan sehari-hari, sabun cuci tangan cair ini juga dapat dipasarkan sehingga dapat menambah pendapatan. Keywords: sabun, cuci tangan, ibu - ibu rumah tangga
An Analysis Of Sodium Cyclamate Sweetener On Doger Ice Drink In Padangsidimpuan susilawati harahap
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 3 No. 1 (2026): Multidisciplinary Approach
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sodium cyclamate is a synthetic sweetener that has some special characteristics such as white, odorless, and crystal powder. Based on the regulation Permenkes number 208\1985,  the use of sodium cyclamate may not be over  3 mg\kg. The sample is doger ice. There are 10 samples of  doger ice which taken from the merchants in Padangsidimpuan. Additionally, The samples are analyzed by qualitative and quantitative analysis. Qualitative analysis uses the solution of HCl 10%,  BaCl2 10%, NaNO2 10% whereas quantitative analysis uses the gravimetric method. As a result,  from 10 samples of  doger ice are found 2 positive samples that contain sodium cyclamate. First,  sample B contains 1,9 g\kg food\drink. Second,  sample G contains 1, 94 g\kg food\drink. However, it states that this amount is still safe to consume because it is not over from the standard because it is still in a normal amount. To sum up,  the government and society should improve controlling about the use of synthetic sweetener
Innovation of Banana Blossom Herbal Tea in Enhancing Interleukin-1 and Interleukin-2 Levels as an Immunomodulatory Approach for Cancer Prevention SUSILAWATI HARAHAP; Siska Futri Nasution
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/cts2c934

Abstract

Background: Cancer remains one of the foremost causes of mortality worldwide, including in Indonesia. Its steadily increasing prevalence has positioned cancer as a critical global health challenge and a major focus of international public health initiatives. Pathologically, cancer is characterized by the uncontrolled and progressive proliferation of abnormal cells, ultimately impairing immune system function. Phytochemical profiling of the banana blossom has revealed the presence of bioactive compounds, including alkaloids, phenolic steroids such as β-sitosterol, saponins, as well as flavonoids such as quercetin, tannins, anthraquinones, and terpenoids. Flavonoids and phenolic compounds within the banana blossom demonstrate potential immunoenhancing properties, exhibit antioxidant activity against free radicals, and function as immunomodulatory agents with prospective applications in cancer prevention. Purpose: This study aimed to evaluate the immunomodulatory and anticancer potential of banana blossom extract through IL-1 and IL-2 regulation using male rats as experimental models, assessed through ELISA. Research method: An experimental design was employed, encompassing the preparation of the herbal tea, metabolite profiling, and measurement of IL-1 and IL-2 levels in serum isolated from the blood of rats administered the banana blossom herbal tea. Results: A significant increase in IL-1 and IL-2 levels was observed following treatment with banana blossom herbal tea and quercetin in both experimental groups compared with the negative control group. Administration of the extract at a dose of 400 mg/kg BW, as well as quercetin, demonstrated higher immunostimulatory activity compared with levamisole as the positive control. Conclusion: Banana blossom herbal tea exhibits immunomodulatory activity through an immunostimulatory mechanism and possesses potential for development as a therapeutic agent in cancer prevention.
Pelatihan Pembuatan Produk Herbal Sederhana Berbasis Tanaman Obat Lokal bagi Masyarakat Desa Sitaratoit Kabupaten Tapanuli Selatan Susilawati Harahap; Siska Futri Nasution; Dina Wardani Sitompul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 5 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i5.4622

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Sitaratoit Kabupaten Tapanuli Selatan dalam memanfaatkan tanaman obat lokal menjadi produk herbal sederhana yang aman dan bermanfaat. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian meliputi penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan produk herbal berbasis tanaman obat yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar masyarakat. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat tanaman obat lokal, cara pengolahan yang tepat, serta teknik pembuatan produk herbal sederhana yang dapat digunakan untuk menjaga kesehatan keluarga maupun dikembangkan sebagai produk bernilai ekonomi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara tatap muka melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, demonstrasi pembuatan produk herbal, serta pendampingan praktik kepada peserta. Selama kegiatan berlangsung, masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif bertanya dan berpartisipasi dalam setiap tahapan pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengidentifikasi tanaman obat lokal serta mengolahnya menjadi produk herbal sederhana yang berkualitas. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari dan memanfaatkan potensi tanaman obat lokal sebagai upaya peningkatan kesehatan serta kesejahteraan keluarga.