Saddan Husain
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Matanre Siri: Rekonstruksi Peningkatan Uniformitas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 109 Ismayanti Muksin; Saddan Husain
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Vol 10, No 2, Oktober (2022)
Publisher : SEKOLAH TINGGI EKONOMI ISLAM SEBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35836/jakis.v10i2.353

Abstract

The objective of this paper is to consider local culture as one of the factors that can help the National Amil Zakat Agency (BAZNAS) adhere more closely to the Statement of Financial Accounting Standards (PSAK) No.109, even though many Zakat Management Organizations (OPZ) have yet to do so. This paper employs an interpretive qualitative approach by contrasting the Indonesian Accounting Association's (IAI) Statement of Financial Accounting Standards with the Bugis Matanre Siri philosophy.In the context of the implementation of Statement of Financial Accounting Standards (PSAK No.109), Matanre Siri has developed into a philosophical value as well as a core value at the National Amil Zakat Agency (BAZNAS) of the Sidenreng Rappang Regency. Human resources with Makassar Bugis ancestry also play a significant role in bringing the implementation process and Bugis culture's Sulapa Eppa values together. At the National Amil Zakat Agency of Sidrap Regency, financial statements (financial statements) that are accountable and transparent are created by presentations based on the value of Matanre Siri, such as lempu' (honest). So that Metanre Siri is constructed with the intention of achieving uniformity or uniformity that has been established by the authorities.Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mempertimbangkan budaya lokal sebagai salah satu faktor yang dapat membantu Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk lebih mematuhi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.109, meskipun banyak Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) yang belum melakukannya. Makalah ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan membandingkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dengan filosofi Bugis Matanre Siri. Dalam konteks penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.109), Matanre Siri telah berkembang menjadi nilai filosofis sekaligus nilai inti di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidenreng Rappang. Sumber daya manusia dengan keturunan Bugis-Makassar juga berperan penting dalam membawa proses implementasi dan nilai-nilai Sulapa Eppa budaya Bugis secara bersama-sama. Pada Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Sidrap, laporan keuangan (financial statement) yang akuntabel dan transparan dibuat dengan presentasi berdasarkan nilai Matanre Siri, seperti lempu' (jujur). Sehingga Metanre Siri dikonstruksi dengan maksud untuk mencapai keseragaman atau keseragaman yang telah ditetapkan oleh penguasa.
PENGARUH PERUBAHAN PENDAPATAN MASYARAKAT TERHADAP VOLUME PENJUALAN DALAM PERSPEKTIF EKONOMI MIKRO ISLAM (STUDI PADA PENGUSAHA DI BTC WATAMPONE) masyhuri masyhuri; Saddan Husain; Nur Wahyuni
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Syariah (Jurnal Akunsyah) Vol 2, No 2 (2022): Vol. 2 No. 2 Desember 2022
Publisher : Program Studi Akuntansi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/akunsyah.v2i2.3144

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengaruh perubahan pendapatan masyarakat terhadap volume penjualan dalam perspektif ekonomi mikro Islam studi pada pengusaha di BTC Watampone. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) besarnya volume penjualan pengusaha di BTC Watampone pada tahun 2014, tahun 2015 dan tahun 2016, (2) besarnya tingkat kepekaan volume penjualan tahun 2015 dan tahun 2016 dari pengaruh perubahan pendapatan masyarakat dan (3) kepedulian masyarakat terhadap kandungan maṣlāḥah suatu barang dan jasa.Berdasarkan tujuan penelitian diatas, maka jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan positivistik dan pendekatan ekonomi Islam dengan jumlah sampel 67 responden dari pihak konsumen dan 67 responden dari pihak pengusaha yang didukung dengan tekhnik pengamatan (observasi), tekhnik pertanyaan (questioner/angket), tekhnik wawancara dan tekhnik dokumentasi dalam mengumpulkan data yang diperlukan. Data yang terkumpul kemudian diolah dengan menggunakan rumus elastisitas untuk mengetahui besarnya tingkat kepekaan volume penjualan tahun 2015 dan tahun 2016.Hasil perhitungan dengan rumus elastisitas menunjukkan bahwa besarnya tingkat kepekaan volume penjualan tahun 2015 sebesar Ep1 = 0,723 yang berarti Ep1 1, maka Ep1 dikatakan Inelastis, sehingga dapat di deskripsikan bahwa tingkat kepekaan volume penjualan tahun 2015 tidak elastis, sementara besarnya tingkat kepekaan volume penjualan tahun 2016 yaitu Ep2 = 17,2 yang berarti Ep2 1, maka Ep2 dikatakan Elastis, sehingga dapat dideskripsikan bahwa tingkat kepekaan volume penjualan tahun 2016 elastis. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kenaikan tingkat pendapatan dari tahun 2014 ke tahun 2015 diikuti dengan kenaikan tingkat volume penjualan, sementara kenaikan tingkat pendapatan dari tahun 2015 ke tahun 2016 justru menurunkan tingkat volume penjualan.