Authentic assessment is an activity to assess students that emphasizes the process and learning outcomes with various assessment instruments that are tailored to the demands of the competencies in the core competency standards and basic competencies. The objectives of the study were to determine the teacher's understanding of authentic assessment during the pandemic at MTs Negeri 4 Sragen, to know the implementation of authentic assessment by educators at MTs Negeri 4 Sragen and to know the obstacles experienced by teachers in authentic assessment. The research method used is discovery. The research location is at MTs N 4 Sragen. Sources of data in this study were informants, namely vice principals in the field of curriculum, teachers and students, learning activities and documents. Data collection techniques using interviews, documentation studies, questionnaires and observations. The results of this study indicate that education has a good understanding of authentic assessment. Educators have carried out knowledge assessments and skills assessments well in conditions of distance meetings or face-to-face meetings, as a result the obstacles experienced by educators are the plurality of students with different backgrounds and characters, while the factors that support educators in implementing authentic assessments are: quality students, the availability of facilities and learning resources. ABSTRAKPenilaian autentik adalah kegiatan menilai peserta didik yang menekankan pada proses dan hasil belajar dengan berbagai instrumen penilaian yang disesuaikan dengan tuntutan kompetensi yang ada di standar kompetensi inti dan kompetensi dasar. Tujuan penelitian adalah mengetahui pemahaman guru terhadap penilaian autentik pada masa pandemi di MTs Negeri 4 Sragen, mengetahui pelaksanaan penilaian autentik oleh pendidik di MTs Negeri 4 Sragen dan mengetahui kendala yang dialami guru dalam penilaian autentik. Metode penelitian yang digunakan adalah discovery. Lokasi penelitian di MTs N 4 Sragen. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan yakni wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru dan peserta didik, aktivitas pembelajaran serta dokumen. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, studi dokumentasi, angket dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan mempunyai pemahaman yang baik terhadap penilaian autentik. Pendidik sudah melaksanakan penilaian pengetahuan dan penilaian keterampilan dengan baik dalam kondisi pertemuan jarak jauah atau pertemuan tatap muka, hasilnya kendala yang dialami oleh pendidik adalah kemajemukan peserta didik dengan latar belakang dan karakter yang berbeda-beda, sedangkan faktor yang mendukung pendidik dalam mengimplementasikan penilaian autentik adalah peserta didik yang berkualitas, tersedianya fasilitas dan sumber belajar.