Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE LITERARY ZOOLOGY PERSPECTIVE OF BUTTAMBAULE IN PAKKOAYANG TRADITIONAL THEATER Sri Musdikawati; Rabiatul Adawiah; Chudriah Sahabuddin
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI 2021: PROCEEDING INTERNATIONAL CONFERENCE ON LITERATURE HISKI (NOVEMBER 2021)
Publisher : Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/psni.v0i0.37

Abstract

The Literary Zoology Perspective of Buttambaule in Pakkoayang Traditional Theater. Buttambaule is a poem sung in every traditional Mandarese theater stage, namely Pakkoayang stage. This theater tells thxe story of a bird named Buttambaule. The bird eats fish and does not want to release its prey. Pakkoayang stage uses a sarong costume that is shaped like a bird's head and is accompanied by several figures, namely Koayang (Koayang / Buttambaule), fishermen and shooters. The music of its accompaniment is Parrabana (traditional Mandarese tambourine player).  Buttambaule verse is a poem sung by the fisherman who represents the feeling of the fish being eaten by the bird and still in the mouth of the Buttambaule bird. The fish asked to be released by Buttambaule by seducing and praising the bird. Although it took a long time, but in the end Buttambaule released the fish. This research researcher uses qualitative descriptive research methods from the perspective of literary zoology. Literary zoology consists of various points of view including: 1) Literary ornithology is a literary zoology perspective that understands animal literature about birds, 2) literary ichthyology is a literary zoology perspective that understands literature about fish, and 3) literary zoohumorology is a literary zoology perspective that understands animal literature in humor.
ANALISIS WACANA KRITIS SARA MILLS CERPEN FILOSOFI BARONGKO KARYA CHITRA ROSALYN Nur Hikmah; Sri Musdikawati; Naim Irmayani
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 4, No 2 (2022): Peqguruang, Volume 4, No.2, November 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v4i2.3016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  (1) Mengetahui kedudukan subjek terhadap penggambaran wanita dalam cerpen Filosofi Barongko karya Chitra Rosalyn dan (2) Mengetahui kedudukan penulis tentang penggambaran wanita dalam cerpen Filosofi Barongko oleh Chitra Rosalyn. Cerpen Filosofi Barongko mengisahkan tentang cinta laki-laki bernama Dewa dan Perempuan bernama Eliana, hubungannya  menghilang tanpa kabar saat zaman perkuliahn hingga menjelang 8 tahun berlalu mereka bertemu kembali saat reunian bersama teman-temannya, Dewa dan Eliana saling mengingat hingga Dewa menghubungi Eliana Via chat Whatshap setelah pulang dari Reuni malam itu yang mengakibatkan Eliana terlibat dalam relasi hasrat seksual dalam hubungan diluar kewajaran. Akhirnya Eliana bertarung antara hanyut bersama rasa atau bertumpu pada nalar dan tidak satupun yang dimenangkan diantara keduanya. Kajian ini menganalisis nilai hak-hak perempuan dalam konsentrat Sara Mills dengan melihat pada tempat subjek-objek dan tempat pembaca esai dalam Cerpen Filosofi Barongko. Pemeriksaan semacam ini bersifat subjektif yang mencerahkan. Pemeriksaan ini melibatkan instrumen sebagai studi dokumentasi. Akibat dari penelitian ini adalah adanya posisi subjek-objek dan posisi pembaca esai dalam cerpen Filosofi Barongko karya Chytra Rosalyn memanfaatkan investigasi Sara Mills.