Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Stres Terhadap Peningkatan Tekanan Darah pada Lansia di Posyandu Lansia Kampung Tangguh Kelurahan Talise Valangguni Kota Palu: The Relationship of Stress to Increased Blood Pressure in the Elderly at the Elderly Posyandu in Tangguh Village, Talise Valangguni Palu City Yoriani; Syaiful R. Tahir; Rabiah; Siti Yartin
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 5 No. 10: OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v5i10.2905

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah penyakit yang sering diderita oleh kalangan masyarakat terutama Lanjut usia, penyakit ini juga termasuk golongan penyakit yang berbahaya dapat menyebabkan kematian, Penyebab hipertensi secara umum terjadi karena dua faktor yaitu faktor internal seperti genetik (keturunan), ras, usia dan faktor external seperti kelebihan berat badan, kebiasaan merokok dan stres. Metode: Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini diukur dengan menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scales (DASS 42), sampel terdiri dari 6 orang Lansia dengan 14 pernyataan mengenai stress, hipertensi menggunakan data sekunder dari hasil pengukuran tekanan darah. Penelitian ini dilakukan di Posyandu Lansia Kampung Tangguh Kelurahan Talise Valangguni Kota Palu. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Analisa yang digunakan adalah analisa Bivariat dan uji statistik menggunakan spearman rank Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa distribusi dari 6 responden yang diteliti menunjukkan bahwa ada 4 Lansia yang mengalami stres, namun stres yang dialami dalam kategori sedang (66,7%), dan Lansia yang mengalami tekanan darah dan hipertensi dalam kategori sama yaitu 3 responden (50,0%). Hasil uji korelasi menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna (X 2 hitung = 0,973 > α = 0,05 maka Ho diterima ). Kegiatan Posyandu lebih ditingkatkan lagi dan lebih meluas serta para kader posyandu sebaiknya mendapat pelatihan yang cukup. Kesimpulan: Tidak ada hubungan stres terhadap peningkatan tekanan darah pada lansia di Posyandu Lansia Kampung Tangguh karena stres masih dalam keadaan sedang.
Hubungan Lama Penggunaan Alat Kontrasepsi Suntik 3 Bulan dengan Gangguan Menstruasi bagi Ibu Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Talise : Relationship between 3 Months of Injectable Contraceptive Use and Menstrual Disorders for Breastfeeding Mothers in the Working Area of the Talise Health Center Nurul Wasi’a; Ardin S Hentu; Rabiah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 4: APRIL 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i4.3475

Abstract

Menstruasi, juga dikenal sebagai perdarahan, lendir, dan puing-puing dari mukosa rahim diikuti oleh pelepasan periodik dan siklik (deskuamasi) endometrium, adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara teratur dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi. Masalah terbesar dengan kontrasepsi suntik adalah pendarahan yang tidak teratur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada hubungan lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan kelainan menstruasi pada ibu menyusui di Puskesmas Talise. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Semua ibu menyusui yang menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan di Puskesmas Talise diikutsertakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 17 responden (70,8%) menggunakan kontrasepsi suntik selama 3 bulan dengan lama penggunaan lebih dari 6 bulan, sedangkan 7 responden (29,2%) menggunakannya kurang dari 6 bulan. Untuk masalah menstruasi, 21 responden (87,5%) melaporkan mengalaminya, sedangkan 3 responden (12,5%) melaporkan tidak mengalaminya. Hasil uji rank Spearman didapatkan nilai signifikansi 0,002 < 0,005 antara lama penggunaan KB suntik 3 bulan dengan masalah menstruasi. Sehingga hipotesis diterima yaitu terdapat hubungan antara lama pemakaian KB suntik 3 bulan dengan kelainan menstruasi pada ibu menyusui yang menggunakan KB suntik 3 bulan di wilayah operasi Puskesmas Talise tahun 2022.