This Author published in this journals
All Journal Jurnal Studi Inovasi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Pencampuran Cangkang Telur dengan Cangkang Kerang Hijau dalam Pembuatan Biodesel sebagai Inovasi Energi Alternatif Ramah Lingkungan di Masa Depan Rama Wide Kasih Bratha; Naya Rahma Putri
Jurnal Studi Inovasi Vol. 2 No. 3 (2022): Jurnal Studi Inovasi
Publisher : Inovbook

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52000/jsi.v2i3.102

Abstract

Dilakukan penelitian tentang penambahan campuran cangkang telur dan cangkang kerang hijau pada proses pembuatan biodiesel. Biodiesel secara umum didefinisikan sebagai ester monoalkil dari minyak tanaman dan lemak hewan. Minyak yang berasal dari tumbuhan dan lemak hewan serta turunannya mempunyai kemungkinan sebagai pengganti bahan bakar diesel. Komponen utama dari garam anorganik pada cangkang telur ayam didominasi oleh kalsium karbonat (CaCO3 ) dengan kandungan hingga 98,5%, dengan kalsium fosfat dan magnesium karbonat yang masing-masing mengandung komposisi sekitar 0,7% (Nurjayanti,2012). Sedangkan cangkang kerang hijau sendiri mengandung 40% air, 21,9 % protein, 14,5 % lemak, 18,5 % karbohidrat, dan 4,3 % abu. Peneliti berinovasi umtuk menggabungkan kedua bahan katalis tersebut untuk menguji tingkat efektivitas pencampuran dua bahan tersebut dibandingkan dengan perbandingan katalis yang biasa digunakan. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat ditarik simpulan efektivitas biodiesel yang dihasilkan lebih dengan rincian viskositas biodiesel sebesar 4,25 mm2/s, presentase kadar air sebesar 1% dengan tingkat pelepasan kalor yang tinggi yaitu sebesar 9,660 kj/gr, dan laju pembakaran sebesar 0,017 gr/detik. Sehingga Hasil biodiesel dari bahan Limbah Industri yang ramah lingkungan karena tidak menghasilkan asap hitam seperti pada bahan bakar diesel.
Inovasi Pembuatan Detergen Ramah Lingkungan dengan Penambahan Eco-enzyme dari Batang Pisang (Musa Paradisiaca) Rama Wide Kasih Bratha; Naya Rahma Putri
Jurnal Studi Inovasi Vol. 2 No. 4 (2022): Jurnal Studi Inovasi
Publisher : Inovbook

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52000/jsi.v2i4.121

Abstract

Limbah yang dihasilkan detergen sangat merusak lingkungan. Karena detergen merupakan hasil sampingan dari proses penyulingan minyak bumi yang diberi berbagai tambahan bahan kimia, seperti surfaktan (bahan pembersih), alkyl benzene (ABS) yang berfungsi sebagai penghasil busa, abrasif sebagai bahan penggosok, bahan pengurai senyawa organik, oksidan sebagai pemutih dan pengurai senyawa organik, enzim untuk mengurai protein, lemak atau karbohidrat untuk melembutkan bahan, larutan pengencer air, bahan anti karat dan yang lainnya. Berdasarkan penelitian lebih lanjut, diketahui ABS ternyata mempunyai efek buruk terhadap lingkungan, yaitu sulit diuraikan oleh mikroorganisme. Sehingga sisa limbah detergen yang dihasilkan setiap hari oleh rumah tangga akan menjadi limbah berbahaya yang mengancam stabilitas lingkungan hidup. Limbah detergen yang dihasilkan rumah tangga akan bermuara pada sebuah tempat, seperti selokan ataupun kolam. Biasanya, eceng gondok akan tumbuh dengan populasi yang cukup besar pada ujung selokan. Detergen memiliki efek beracun dalam air, karena detergen akan menghancurkan lapisan eksternal lendir yang melindungi ikan dari bakteri dan parasit. Detergen juga dapat menyebabkan kerusakan pada insang. Untuk itu, dilakukan pembuatan detergen yang ramah lingkungan dengan menggunakan eco enzyme yang dibuat dari batang pisang. Eco enzyme sendiri adalah cairan hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu), dan. Pembuatan eco-enzym hanya membutuhkan air, gula sebagai sumber karbon, dan sampah organik sayur mentah dan buah yang belum diolah. Dalam hal ini, sampah organik yang digunakan adalah limbah batang pisang. Eco enzyme yang sudah dibuat dari limbah batang pisang kemudian digunakan pada proses pembuatan detergen cair. Dalam hal ini, eco enzyme dapat menurunkan TSS, TDS dan surfaktan pada limbah detergen, sehingga detergen sendiri tidak akan mencemari perairan. Pada proses penggunaan nya pun, detergen dakan lebih efektif karena eco enzyme dapat menggantikan peran senyawa sulfat dan karbonat pada detergen biasa. Sehingga detergen yang dihasilkan pun tidak akan terasa panas di tangan. Dari hasil yang diperoleh, dilakukan analisis berupa pH, dampak cemaran TSS dan TDS pada buangan detergen serta analisis kandungan surfaktan. Dapat disimpulkan bahwa detergen yang diperoleh dengan penambahan eco enzyme dari batang pisang, bisa digunakan sebagai alternatif detergen organik yang lebih ramah terhadap lingkungan terutama lingkungan akuatik)
INOVASI TEKNOLOGI PIROLISIS SEDERHANA PENGOLAH SAMPAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR MINYAK (KEROSENE) Rama Wide Kasih Bratha; Naya Rahma Putri
Jurnal Studi Inovasi Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Studi Inovasi
Publisher : Inovbook

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52000/jsi.v3i2.132

Abstract

Berdasarkan dari kegiatan masyarakat ternyata plastik jenis LDPE (Low Density Polyethylene) ini paling banyak dijumpai di lingkungan bahkan sering menjadi sebagai sumber pencemar lingkungan karena dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Biasanya plastik jenis LDPE ini terdapat pada kantong plastik (kresek), kantong plastik sampah, tas belanja hingga bungkus makanan. Alat ini bekerja sederhana yaitu plastik jenis LDPE dimasukkan pada tungku pembakaran untuk mendapatkan proses pemanasan dan penguapan. Setelah penguapan maka uap atau gas-gas akan naik menuju ke tabung penyulingan atau tabung pemurnian atau mengalami proses destilasi untuk pemisahan air dan gas-gas minyak. Setelah proses penyulingan masuk ke dalam tabung kondensor untuk proses kondensasi selama 1 sampai 1,15 jam. Plastik-plastik jenis LDPE ini jika dibakar akan berubah menjadi senyawa Propana atau golongan alkana yang memiliki 3 atom karbon. Propana ini juga merupakan komponen dari pembentukan gas LPG (Liquefied Petroleum Gas) atau Gas Petroleum Cair. Setelah terbentuk propana dari hasil pembakaran plastik maka gas-gas propana ini didinginkan. Dari hasil pendinginan atau proses kondensasi ini akan terbentuklah cairan berupa bahan bakar minyak. Sampah plastik jenis LDPE dapat dijadikan bahan bakar dalam bentuk minyak alternatif karena sampah plastik jenis LDPE ini apabila dibakar akan menghasilkan propana yang merupakan komponen dalam pembuatan gas LPG. Gas-gas pada propana sebagai unsur alkana ini mendapat perlakuan melalui proses kondensasi atau pendinginan sehingga gas-gas propana ini berubah menjadi cairan dalam bentuk minyak)