Zainuddin Muda Z Monggilo
Department Of Communication Science, Faculty Of Social & Political Sciences, Universitas Gadjah Mada

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Konstruksi Realitas Pengukuran Tanah di Wadas dalam Media Online Nasional (Analisis Framing Pemberitaan Isu Wadas di Tempo.co Periode 8-11 Februari 2022) Bayuaji, Bonifatius Wisnumurti; Monggilo, Zainuddin Muda Z.
Jurnal Media dan Komunikasi Indonesia Vol 5, No 1 (2024): MARCH
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmki.88338

Abstract

This research aims to examine the framing of online media coverage by Tempo.co regarding the agrarian land measurement case in Wadas during the period of February 8-11, 2022. The study employs a cognitive paradigm with a qualitative approach. The researchers utilize the Pan and Kosiscki framework model to analyze the media framing in ten online news texts from Tempo.co. In addition to using data from news texts, this research conducts interviews with the Tempo.co editorial team to understand the behind-the-scenes process of news coverage, as well as Tempo.co's framing and values. Through the process of analyzing using the Pan and Kosiscki framing model, Tempo.co exhibits a negative framing of the police actions in Wadas, highlighting police actions that violate human rights principles and emphasizing the conflict's impact on the residents.Insights from the interviews with Tempo.co reveal that the government's indiscriminate labeling of misinformation has a detrimental effect on the media's credibility and undermines the community's struggle to obtain their rights. As an independent media outlet, Tempo.co consistently upholds the standards of accurate, objective journalism that does not harm anyone.
Inklusivitas dalam Jurnalisme: Studi Kasus Praktik Jurnalisme Inklusif di Media Daring Tirto.id pada Tahun 2016-2022 Siwi, Salsabilla Amiyard; Monggilo, Zainuddin Muda Z
Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Vol. 16 No. 1 (2024): Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi, Maret 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v16i1.2523

Abstract

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat menghindar dari proses komunikasi. Komunikasi sebagai fitrah manusia mestinya harus mendukung aspek inklusivitas bagi siapa saja. Namun, kenyataannya informasi yang beredar di lini media saat ini belum sepenuhnya mendukung aspek inklusivitas. Oleh karena itu, institusi media memiliki peran penting untuk mendorong jurnalis menghasilkan berita yang inklusif guna membentuk ruang yang aman dan nyaman di media bagi seluruh masyarakat. Indeks Media Inklusif 2020 menunjukkan bahwa Tirto.id menjadi media dengan peringkat pertama dalam indeks tersebut. Maka dari itu, inklusivitas dalam jurnalisme pada penelitian ini dilihat menggunakan studi kasus praktik jurnalisme inklusif di media daring Tirto.id pada tahun 2016-2022. Penelitian ini menjawab pertanyaan “Bagaimana praktik jurnalisme inklusif yang diterapkan oleh media daring Tirto.id dalam proses produksi beritanya?” untuk mendeskripsikan praktik jurnalisme inklusif yang dilakukan oleh ruang redaksi Tirto.id. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Model Hierarki Pengaruh Media oleh Shoemaker dan Reese, serta menggunakan pendekatan kualitatif dan studi kasus. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi jurnalis dan institusi media terkait bagaimana mewujudkan inklusivitas dalam media melalui praktik produksi beritanya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tirto.id sudah memiliki semangat yang sejalan dengan konsep jurnalisme inklusif. Level ideologi berperan paling signifikan dalam menjalankan jurnalisme inklusif. Sementara sebagian aspek pada level organisasi media, khususnya dalam hal kebijakan organisasi dan fasilitas penunjang yang inklusif belum sepenuhnya mengimplementasikan prinsip jurnalisme inklusif. Oleh karena itu, Tirto.id masih memiliki pekerjaan rumah untuk dapat dikatakan menjadi media yang inklusif sepenuhnya. Rekomendasi yang peneliti berikan untuk menjadikan Tirto.id sebagai media yang inklusif di antaranya yaitu: mengadakan pelatihan khusus bagi para jurnalisnya terkait bagaimana cara meliput kelompok rentan atau kaum marginal sesuai dengan kaidah dan kode etik jurnalistik; membuat panduan tertulis bagi para jurnalis terkait prinsip-prinsip dan standar penulisan pemberitaan yang ada di Tirto.id; serta memenuhi fasilitas penunjang fisik maupun non-fisik yang inklusif di ruang redaksi medianya.   Humans are social beings who cannot avoid the process of communication. Communication as human nature should support aspects of inclusivity for everyone. However, in reality the information currently circulating in the media does not fully support the inclusivity aspect. Therefore, media institutions have an important role to encourage journalists to produce inclusive news in order to form a safe and comfortable space in the media for all people. The 2020 Inclusive Media Index shows that Tirto.id is the media with the first rank in the index. Therefore, inclusivity in journalism in this study is seen using case studies of inclusive journalism practices in online media Tirto.id in 2016-2022. This research was conducted using the Hierarchical Model of Media by Shoemaker and Reese, and used a qualitative approach and case studies. This research is expected to be a reference for journalists and media institutions regarding how to achieve inclusivity in the media through its news production practices. The results of this study indicate that Tirto.id already has a spirit that is in line with the concept of inclusive journalism. The ideological level plays the most significant role in running inclusive journalism. Meanwhile, some aspects at the level of media organizations, especially in terms of inclusive organizational policies and supporting facilities, have not fully implemented the principles of inclusive journalism. Therefore, Tirto.id still has some homework to be said to be a fully inclusive media.
Doxing Sebagai Ancaman Baru Jurnalis Online: Menelisik Kasus Doxing Jurnalis Liputan6.com Balqis, Darin Rania; Monggilo, Zainuddin Muda Z.
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v14i2.15651

Abstract

Transformasi praktik jurnalisme dari konvensional ke online dapat memicu terjadinya intimidasi dan pelecehan daring terhadap jurnalis, seperti doxing. Doxing merupakan istilah yang merujuk pada penyebaran informasi pribadi seseorang ke internet tanpa izin, yang seringkali terjadi di media sosial. Penelitian ini membahas kasus doxing yang dialami mantan jurnalis Liputan6.com, Cakrayuri Nuralam, setelah menulis berita tentang politikus PDIP Arteria Dahlan. Peneliti fokus pada bagaimana kasus doxing terjadi, apa saja dampaknya, dan bagaimana strategi Liputan6.com dalam menangani kasus tersebut. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan wawancara, observasi, dan studi dokumen sebagai teknik pengumpulan datanya. Peneliti juga menggunakan konsep doxing milik Douglas yang membagi doxing menjadi tiga tipe, deanonymizing, targeting, dan delegitimization. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cakra mengalami ketiganya sekaligus, dimana targeting doxing berpengaruh signifikan terhadap kehidupan nyata korban.