Dea Yustisia, Dea
Fakultas Ekonomika Dan Bisnis Universitas Gajah Mada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS EMPIRIS ENVIRONMENTAL KUZNETS CURVE (EKC) TERKAIT ORIENTASI ENERGI Yustisia, Dea
Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan JESP Volume 15 Nomor 2, Oktober 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The aim of this study is to investigate the existence of Environmental Kuznets Curve (EKC) for panel data of three classifications of countries according to development level and energy orientation, such as consumption of energy, export of energy, import of energy, and share of renewable energy consumption over the period 1991-2010. We use the panel data method to estimate the model for three classifications of countries and do some treatment tests for the data. In general, we find support for the EKC only for middle development countries and for its rejection in other cases and there are different types of energy sources which are significantly affected emission per capita in every country classification. We also found that renewable energy has an important role for sustainable development and we may conclude that investment and joint agreement in clean energy can be significant factors to actualize sustainable development. Abstrak: Tujuan dari studi ini adalah untuk menginvestigasi eksis­tensi Kurva Lingkungan Kuznets (EKC) pada data panel dari tiga klasifikasi negara menurut tingkat pembangunan ekonomi dan orientasi energi, seperti halnya konsumsi energi, ekspor energi, impor energi, dan penggunaan energi alternatif pada periode 1991-2010. Kami menggunakan metode data panel untuk mengestimasi model pada tiga klasifikasi negara dan melakukan tes beberapa metode ekonometrika dan statistika untuk data. Secara umum, ditemukan bahwa pembuktian untuk teori EKC hanya pada negara dengan tingkat pem­bangunan menengah dan terdapat penolakan dalam kasus kategori negara lainnya, serta adanya perbedaan jenis sumber energi yang signifikan mempengaruhi emisi per kapita di setiap klasifikasi negara. Kami juga menemukan bahwa energi alternatif memiliki peran penting bagi pembangunan berkelanjutan dan kami dapat menyimpulkan bahwa investasi dan kesepakatan bersama dalam energi ramah lingkungan dapat menjadi faktor yang signifikan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. 
Analisis Overlay Pemetaan Potensi Pajak Daerah Kabupaten Tuban Periode 2016-2024 Dea Yustisia; Wulan Wiyat Wuri; Rizal Pengestu
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 5: Juli 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i5.17844

Abstract

Penelitian ini menganalisis kinerja penerimaan pajak daerah Kabupaten Tuban dengan menggunakan Tipologi Klassen pada tiga horizon waktu: jangka panjang 2016–2024, masa pemulihan pasca-pandemi 2022–2024, dan kondisi terkini tahun 2024. Metode ini digunakan untuk memetakan kontribusi dan pertumbuhan masing-masing jenis pajak guna mengidentifikasi sektor yang telah optimal, berkembang, stagnan, maupun tertinggal. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur fiskal Kabupaten Tuban masih sangat bergantung pada sektor ekstraktif dan properti, terutama Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), PBB-P2, dan BPHTB yang secara konsisten menempati kuadran prima di sebagian besar pendekatan cut-off. Sebaliknya, pajak berbasis jasa seperti Hotel, Restoran, Parkir, dan Hiburan berada pada kuadran terbelakang, mencerminkan kontribusi dan pertumbuhan yang rendah baik pada periode jangka panjang maupun sepanjang pemulihan pasca-pandemi. Pemetaan tahun 2024 juga mengonfirmasi ketertinggalan struktural sektor jasa serta potensi pertumbuhan PPJ dan PBJT sebagai sumber penerimaan baru. Temuan ini menegaskan perlunya strategi kebijakan yang berbeda antarjenis pajak: penguatan dan stabilisasi pajak utama, ekstensifikasi untuk pajak berkembang, intensifikasi pada pajak potensial, serta reformasi struktural untuk sektor jasa. Secara keseluruhan, Tipologi Klassen terbukti efektif sebagai alat diagnostik untuk evaluasi kinerja perpajakan daerah dan perencanaan peningkatan PAD secara lebih terarah.