Penelitian ini dilatarbelakangi lumpuhnya industri pariwisata akibat pandemi covid-19 pada awal tahun 2020. Banyak pelaku usaha yang terkait sektor pariwisata menutup usahanya dan banyak pekerja kehilangan pekerjaannya.Untuk memulihkan kembali industri pariwisata, khususnya di Jawa Tengah, diperlukan marketing communication yang tepat. Komunikasi pemasaran yang dahulunya biasa disebut dengan promosi. Komunikasi pemasaran lebih mengedepankan interkasi dua arah antara pengelola destinasi wisata dengan target pelanggan. Prakteknya komunikasi pemasaran kini dapat dilaksanakan dengan dua cara yakni komunikasi secara offline dan komunikasi secara online. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh e-content marketing, social media influencer (pemandu digital) dan e-trust terhadap keputusan mengunjungi tempat tempat wisata di Jawa Tengah. Focus utama contentĀ adalah isi, gambar, desain grafis serta bentuk informasi dll. dan dari Influencer (peran pemandu digital). Sedangkan e-trust (kepercayaan konsumen) sebagai variabel mediasi untuk menggali apakah keputusan berkunjung wisatawan memang didasarkan pada kepercayaan konsumen atas kontenĀ dan peran influencer yang diterimanya.Hasil penelitian menyimpulkan bahwa e-Content Marketing dan Influencer social media berpengaruh signifikan terhadap e-trust, namun keduanya tidak berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Berkunjung. Hasil penelitian juga menyimpulkan bahwa e-trust memang benar-benar memediasi e-Content Marketing dan Influencer social media terhadap Keputusan Berkunjung. Perlunya penyedia jasa wisata lebih berfokus pada e-trust yaitu meyakinkan konsumen akan kebenaran informasi, kebenaran foto, gambar dan desain grafis. Selain itu penyedia jasa harus lebih teliti dalam memilih influencer social media.