Wahyu Djalmono Putro, Wahyu Djalmono
Politeknik Negeri Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengujian Kinerja Pompa Sentrifugal Menggunakan Kontrol Inventer Putro, Wahyu Djalmono
Jurnal Semesta Teknika Vol 13, No 1 (2010): MEI 2010
Publisher : Jurnal Semesta Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An alternative method for obtaining data on pump discharge and head in order enable to determine pump characteristics has been investigated and formulated. Three types of centrifugal pump, the snails house, diffuser and turbine, have been selected. According to their respective manufacturers, the heads of these pumps are 16 m, 11 m and 9 m, respectively; their respective debits are 105 m3/h, 105 m 3/h and 150 m3/h; and their respective efficiencies are 95 %, 70 % and 95 %. Two testing parameters, shaft rotation and ball valve opening portion have been considered. Five different rotations, 1500 rpm, 1750 rpm, 2000 rpm, 2500 rpm and 2800 rpm, and seven different ball valve opening portions, 0 %, 25 %, 30 % 45 %. 60 %, 75 % and 100 %, have been considered. The main units of the alternative methods for measuring pump discharge and head are an electric motor, an inventer, a U-tube manometer and an orifice. The result shows that the heads the pumps are 15,4 m,11,45 m and 9,7 m, respectively, the debits of the pumps are 103 m3/h, 108 m 3/h and 171 m3/h, and efficiency are 98 %, 69,5 % and 97,5 %, respectively. Controlled inventer method can be used as one of the alternative pump performance test.
REKAYASA MODEL MESIN PENDINGIN IKAN TANGKAPAN NELAYAN DENGAN MEMANFAATKAN KELEBIHAN DAYA MESIN DIESEL PENGGERAK PROPELER PERAHU Slamet, Agus; Putro, Wahyu Djalmono
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 12, No 3 (2017): Volume 12, Nomor 3, Desember 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.331 KB) | DOI: 10.32497/rm.v12i3.1076

Abstract

Pendinginan Ikan hasil tangkapan menggunakan es blok menyebabkan produktivitas tangkapan ikan nelayan menjadi sangat terbatas karena dibatasi oleh jumlah dan waktu  es blok yang akan mencair dalam waktu 12 jam terhitung dari saat perahu nelayan berangkat melaut, sehingga nelayan harus segera pulang atau mendarat untuk mencari es blok baru agar hasil tangkapan ikannya tetap segar dan tidak rusak/busuk. Perahu nelayan yang berkapasitas tangkapan ikan > 150 kg ikan laut menggunakan mesin Diesel berdaya 16 hp untuk menggerakan propeler yang digunakan hanya setengahnya (±8 hp).  Pengembangan model mesin refrigerasi bisa dilakukan sehingga dapat memecahkan masalah nelayan penangkap ikan, berupa rancang bangun mesin freezer untuk membekukan ikan. Adapunkebutuhan daya kompresor sistem refrigerasi didapat dari sebagian daya mesin diesel penggerak propeler. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar pembuatan prototipe untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas tangkapan ikan nelayan, serta mengefektifkan penggunaan daya mesin diesel penggerak propeler yang terpasang di perahu nelayan. Rancang bangun alat ini komponen utama terdiri dari: palkah , evaporator, kompresor refrigeran, kondensordan coil ekspansi, serta pulley pengatur putaran. Metode penelitian dimulai data awal dari penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya, meliputi desain dan prinsip kerja alat serta metode pengujian dan hasil pengujian dan dilengkapi survey lapangan untuk data perahu nelayan. Rekayasa model mesin pendingin ikan tangkapan nelayan ini dengan tahapan menentukan spesifikasi, pemilihan dan rancangan komponen utama , pembuatan dan perakitan semua komponen utama. Tahap pengujian alat dilakukan dengan parameter pengujian yaitu menggunakan sampel uji tangkapan ikan laut 5 kg dengan temperatur 290 C. Data dari pengujian ini adalah waktu pembekuan, temperatur ikan laut beku yang dihasilkan, dan temperatur kerja evaporator. Prosedur pengujian dimulai dari  mesin refrigerasi mencapai kondisi tunak dengan temperatur kerja evaporator mencapai -17,20 C, dilanjutnyasampel uji dimasukan ke palkah. Pengambilan data pengujian dengan cara pengukuran temperatur pada evaporator dan ikan laut di dalam palkah setiap waktu 5 menit. Hasil pengujian menunjukkan temperatur dan  tekaanan gauge kerja evaporator steady state berturut-turut adalah rata-rata -17,20C dan 0,4 bar dibutuhkan waktu 20 menit, sampel uji membeku pada temperatur  -4,20C dan temperatur di dalam ruang palkah -4,60C  dalam waktu 210 menit.