Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Desa Berakit dalam Optimalisasi Pengolahan Hasil Tangkap Nelayan Mhd Abror; Vikri Fadilah; Villa Refalni Pratama; Ayu Ningsih; Siti Nurani; Nurul An-Nisa Nasution; Raja Nayanur Syila Nuru; Sudrajat Sudrajat; Kamariah Nur; Amin Amin; M Eko Rayetno; Afrizal Afrizal
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Kepulauan Riau (JPPM Kepri) Vol 2 No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2, 2022
Publisher : STAIN SULTAN ABDURRAHMAN KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/jppmkepri.v2i2.495

Abstract

Pemberdayaan masyarat Desa Berakit sangat perlu dilaksanakan, karena Desa Berakit memiliki potensi dalam sektor nelayan. Mayoritas pekerjaan masyarakat di Desa Berakit adalah berprofesi sebagai nelayan. Hal ini terlihat dari data penduduk desa menurut pekerjaan, bahwa dari 1.751 penduduk, yang bekerja sebagai nelayan 338 orang lebih banyak dibandingkan dengan profesi yang lainnya. Keadaan ini menjadi salah satu point kenapa pemberdayaan ini perlu dilaksanakan, potensi masyarakat yang ada ini, kalau tidak diperdayakan dengan baik, maka peningkatan perekonomian masyarakat tidak akan signifikan, walaupaun sebenarnya, keadaan perekonomian mereka bisa dikatakan baik, namun tidak terlepas dari beberapa masalah yang bisa diatasi. Masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan memiliki pendapatan yang tidak menentu, tetapi masih bisa memenuhi kebutuhan keluarga mereka. Mayoritas hasil tangkapan para nelayan Desa Berakit tersebut langsung dijual ke pedagang tanpa diolah terlebih dahulu. Sebenarnya, jika hasil tangkapanan nelayan yang begitu banyak dapat diolah oleh masyarakat dan dijadikan berbagai macam produk makanan, sehingga nilai jualnya akan lebih tinggi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Asset based communities Development (ABCD). Dalam tahap ini ada lima tahapan yang harus dilalui, yaitu inkulturasi, discovery, design, define, dan refleksi. Hasil dari pengabdian ini, ketika masyarakat dibekali dengan tata cara pengolahan Bilis Tornado, penghasilan mereka meningkat, dan sumber pendapatan tidak hanya dari melaut saja, tapi juga dari penjualan Bilis Tornado.
Relevansi Kaedah Fiqhiyah dalam Merespons Transformasi Hukum Islam di Era Digital Mhd Abror; M Kiman; Zul Ikrami
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7619

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah menghadirkan tantangan baru dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang hukum Islam. Kompleksitas permasalahan kontemporer seperti transaksi digital, kontrak elektronik, aset kripto, penyebaran informasi melalui media sosial, hingga fenomena kecerdasan buatan, menuntut respons hukum Islam yang tidak hanya normatif, tetapi juga kontekstual dan adaptif. Dalam menghadapi perubahan zaman ini, kaedah fiqhiyah memiliki posisi strategis sebagai instrumen metodologis yang mampu menjembatani antara teks-teks klasik dan realitas modern. Kaedah-kaedah seperti al-umūr bi maqāṣidihā (segala urusan tergantung pada tujuannya), al-ʿādah muḥakkamah (kebiasaan dapat dijadikan hukum), lā ḍarar wa lā ḍirār (tidak boleh ada bahaya dan saling membahayakan), serta al-mashaqqah tajlib al-taysīr (kesulitan mendatangkan kemudahan), menunjukkan fleksibilitas dan daya adaptasi hukum Islam dalam merespons isu-isu digital kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan, dengan fokus pada historisasi kaedah fiqhiyah dan aplikasinya dalam konteks digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaedah-kaedah fiqhiyah tidak hanya relevan secara hukum, tetapi juga secara historis telah mengalami proses formulasi yang sangat kontekstual terhadap perubahan sosial dan budaya umat Islam. Dengan menelusuri akar historisnya, dapat disimpulkan bahwa kaedah fiqhiyah bersifat dinamis dan terbuka terhadap perubahan zaman, tanpa harus meninggalkan nilai-nilai normatif syariah. Oleh karena itu, kaedah fiqhiyah memiliki peran vital dalam menjaga kontinuitas hukum Islam serta dalam menawarkan solusi hukum yang tepat guna dan berkeadilan di tengah derasnya arus digitalisasi kehidupan.