Hisbullah
Institut Agama Islam Negeri Palopo

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

S.Wahyuni Analisis Program Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas pada Siswa Sekolah Dasar Sri Wahyuni; H.M Arief; Hisbullah
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol. 1 No. 4 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Educational and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v1i4.589

Abstract

Penyebaran virus covid-19 di awal tahun 2022 tersebar sangat cepat di penjuru dunia salah satunya Negara Indonesia teruama dibidang pendidikan, walaupun kondisi covid 19 pendidikan harus tertap berjalan agar anak-anak emas tidak ketinggalan dalam pembelajaran sehingga pemerintah menetapkan aturan pembelajaran tatap muka terbatas. Penelitian ini fokus pada mengetahui bagaimana perencanaan, pelaksanaan,evaluasi pembelajaran serta faktor pendukung dan penghambat dari program tatap muka terbatas siswa sekolah dasar.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengancara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Adapun subjek penelitian ini adalah kepala sekolah dan 3 orang wali kelas pada kelas V SDN 1 Lalebbata. Hasil penelitian adalah perencanaan guru harus mempersiapkan administrasi guru sesuai dengan kondisi yang dialami seperti kalender pendidikan, promes, prota, silabus, RPP, buku absen, KKM, daftar nilai, buku paket, bahan ajar, dan tata tertib kelas. Untuk pelaksanaan pembelajaran setiap kelas membagi peserta didiknya menjadi dua bagian, ada yang shift pagi masuk pada pukul 07.30-09.00 dan untuk shift siang masuk pada pukul 09.30-11.00.Kegiatan guru terbatas sehingga guru hanya menyampaikan point-point penting materi tersebut guru juga tidak melakukan beberapa langkah pembelajaran didalam kelas yaitu guru tidak menyampaikan alokasi waktu pembelajaran, guru tidak menyediakan media pembelajaran yang menarik dan guru tidak menerapkan strategi pembelajaran secara berkelompok. Untuk evaluasi pembelajaran guru melakukan ulangan harian dan tugas-tugas harian seperti biasanya dan hasil belajar peserta didik juga membaik jika dibandingkan dengan pembelajaran yang dilakukan dirumah. Adapun program pembelajaran tatap muka terbatas yang seharusnya yaitu peneliti menggagas 6 langkah baru yaitu 1) Guru menyampaikan materi dengan cara menggunakan metode pembelajaran yang dapat menarik minat belajar peserta didik, 2) Guru memberikan materi pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik, 3) Guru mengevaluasi pemahaman peserta didik, 4) Guru merancang rubrik penilaian 5) Guru berperan sebagai motivator, 6) Guru sebagai penyedia pengalaman belajar.
Media Pembelajaran Berbasis Permainan Tradisional Engklek untuk Mengembangkan Pemahaman Literasi Membaca Peserta Didik Nadiah Tasiah; Sukirman Nurdjan; Hisbullah
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): DESEMBER
Publisher : Educational and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v3i1.927

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan media pembelajaran, untuk mendeskripsikan media pembelajaran, menguji validasi dan praktikalitas media pembelajaran berbasis permainan tradisional engklek, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan atau Research and Development dengan model pengembangan ADDIE. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 41 Batu Putih Kota Palopo dengan subjek penelitian sejumlah 16 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Wawancara, angket, dokumentasi dan lembar validasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menghasilkan produk berupa media pembelajaran berbasis permainan tradisional engklek. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang diperoleh dari angket peserta didik sebesar 96 persen. Untuk hasil validasi dari 3 validator (Media, Materi dan Bahasa), produk ini mendapatkan nilai rata-rata sebesar 90 persen dengan kategori sangat valid. Selanjutnya untuk uji praktikalitas diperoleh dari guru sebesar 96 persen dan dari peserta didik mendapatkan nilai sempurna 100 persen, keduanya memenuhi kriteria praktis.
S.Wahyuni Analisis Program Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas pada Siswa Sekolah Dasar Sri Wahyuni; H.M Arief; Hisbullah
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 1 No 4 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v1i4.589

Abstract

The spread of the COVID-19 virus in 2020 has spread very quickly so far it has had a very large impact, especially in the field of education.This study uses a qualitative descriptive research type. Data collection techniques were carried out by means of observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques are carried out by collecting data, condensing data, presenting data and verifying or drawing conclusions. The subjects of this study were the principal and 3 homeroom teachers in class V SDN 1 Lalebbata.The results of the study indicate that teacher planning must prepare teacher administration according to the conditions experienced such as educational calendars, promissory notes, prota, syllabus, lesson plans, absent books, KKM, grade lists, package books, teaching materials, and class rules. For the implementation of learning, each class divides its students into two parts, there is the morning shift at 07.30-09.00 and for the afternoon shift at 09.30-11.00. The teacher's activities are limited so that the teacher only conveys important points of the material the teacher also does not do several learning steps in the classroom, namely the teacher does not convey the allocation of learning time, the teacher does not provide interesting learning media and the teacher does not apply learning strategies in groups. Likewise with the evaluation of learning the teacher does daily tests and daily tasks as usual and the learning outcomes of students also improved when compared to learning done at home.As for the limited face to face learning program, the reserarcher should have intiated 6 new steps, namely 1) Teachers deliver material by using learning methods that can attract students’ learning intersest, 2) Teachers provide student centered learning materials, 3) Teachers evaluate understanding students, 4) The teabhers desingns an assessment rubric, 5) The teacher acts as a motivation, 6) The teacher acts as a provide of learning experiences
Media Pembelajaran Berbasis Permainan Tradisional Engklek untuk Mengembangkan Pemahaman Literasi Membaca Peserta Didik Nadiah Tasiah; Sukirman Nurdjan; Hisbullah
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 3 No 1 (2023): DESEMBER
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v3i1.927

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan media pembelajaran, untuk mendeskripsikan media pembelajaran, menguji validasi dan praktikalitas media pembelajaran berbasis permainan tradisional engklek, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan atau Research and Development dengan model pengembangan ADDIE. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 41 Batu Putih Kota Palopo dengan subjek penelitian sejumlah 16 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Wawancara, angket, dokumentasi dan lembar validasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menghasilkan produk berupa media pembelajaran berbasis permainan tradisional engklek. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang diperoleh dari angket peserta didik sebesar 96 persen. Untuk hasil validasi dari 3 validator (Media, Materi dan Bahasa), produk ini mendapatkan nilai rata-rata sebesar 90 persen dengan kategori sangat valid. Selanjutnya untuk uji praktikalitas diperoleh dari guru sebesar 96 persen dan dari peserta didik mendapatkan nilai sempurna 100 persen, keduanya memenuhi kriteria praktis.