Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PRAKTEK PENYIMPANAN GARAM PERSPEKTIF MAQASHID AL SYARIAH Ibnati Muttahidah Agustin P.; Kholis Firmansyah; Mustamim -
ISTISMAR Vol. 4 No. 1 (2021): Juni
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/istismar.v3i01.790

Abstract

ABSTRAKKarya tulis ilmiyah ini membahas mengenai Praktik Penyimpanan Garam Perspektif Maqashid Al-Syari’ah. Tulisan ini dilatarbelakangi oleh kegiatan yang selama ini telah menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh para petani garam desa Banbaru yakni menyimpan garamnya pasca panen. begitu banyaknya hasil panen membuat petani tidak langsung menjual garamnya secara menyeluruh pada satu musim. Sehingga sebagian garam disimpan di gudang penyimpanan. Lalu, apakah tradisi menyimpan garam yang dilakukan oleh petani termasuk menimbun yang didalam Islam disebut dengan ikhtikar?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana praktek penyimpanan garam yang dilakuan oleh petani di Desa Banbaru Kecamatan Giligenting Kabupaten Sumenep Madura. Serta untuk menjelaskan bagaimana hukum praktek penyimpanan garam di Desa Banbaru Kecamatan Giligenting Kabupaten Sumenep Madura dalam perspektif maqashid al-syari’ah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan metode Studi lapangan (Field Research) dan kepustakaan (Library Research). Peneliti mengumpulkan data dengan teknik menggunakan observasi serta wawancara. Praktik penyimpanan garam yang dilakukan oleh petani garam desa Banbaru bukan termasuk ciri-ciri Ikhtikar. Praktik penyimpanan garam yang dilakukan oleh petani garam Desa Banbaru Kecamatan Giligenting Kabupaten Sumenep sudah memenuhi perspektif maqashid al-syariah tingkatan dloruriyat Praktik penyimpanan garam bisa disebut menabung dalam bentuk komoditas garam. Dan praktek penyimpanan garam merupakan salah satu solusi penanggulangan untuk menghadapi krisis harga
PERAN UMKM TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM: Kata Kunci: UMKM, Kesejahteraan,Perspektif Ekonomi Islam Aini Khikmawati; Ashlihah -; Mustamim -
ISTISMAR Vol. 5 No. 1 (2022): Juni
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/istismar.v4i1.1101

Abstract

UMKM memegang peranan penting sebagai sektor yang potensial dan penjaga stabilitas perekonomian. Mengingat hal tersebut,penelitian ini difokuskan dalam permasalahan tentang: a)bagaimana bentuk UMKM gula kelapa? b)bagaimana kesejahteraan masyarakat pelakuUMKM? c)bagaimana peran UMKM gula kelapa dalam mensejahterahkan masyarakat? Jenis penelitian ini yaitu field research atau penelitian lapangan,sifat penelitian ini adalah deskriftif analisis.Analisis pengumpulan data dari penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode pengolahan data penelitian ini yaitu reduksi data, data displaydan keabsahan data.Hasil penelitian tersebut mengatakan bahwa : a) bentuk UMKMyang banyak berkembang di wilayah dusun Rata Benda jika dilihat dari jumlah karyawanya adalah usaha mikro dan usaha kecil menengah,dimana untuk petani, bentuk UMKM yang dijalankan adalah industrimikro (1-4 karyawan). Dan untuk pengepul bentuk UMKM yang dijalankan ialah industri kecil (5-19 karyawan). Sedangkan jika berdasarkan perkembangan UMKM termasuk dalam kelompokLiveloohood Activities,dimana usaha ini dilakukan sebagai pemanfaatan kesempatan kerja /untuk mencari nafkah. b) kondisi kesejahteraan masyarakat pelaku UMKM sudah sejahtera karena telah mencapai semua indikator dalam Ekonomi Islam dan BPS. c) Peran UMKM terhadap kesejahteraan masyarakat,menurut imam Al-Ghazali ada 3 peran yang diberikan UMKM ini dalam mensejahterakan masyarakat, yaitu: 1)memenuhi kebutuhan masing-masing 2) menciptakan kesejahteraan bagi dirinya, keluarganya dan masyarakat. 3) membantu orang lain yang membutuhkan (membuka lapangan pekerjaan).Kata Kunci: UMKM, Kesejahteraan,Perspektif Ekonomi Islam