p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal e-CliniC
Natalia C. I. Polii
Universitas Sam Ratulangi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Role of Troponin Test in Diagnosis and Management of Acute Myocardial Infarction Ade K. S. Nugraha; Natalia C. I. Polii; Victor G. X. Rooroh
e-CliniC Vol. 10 No. 2 (2022): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v10i2.38288

Abstract

Abstract: To date, AMI is still an important global health problem because of relatively high morbidity and mortality rates. Diagnosis of AMI can be established if there are at least two of the three criteria to be met, namely chest pain (anamnesis), persistent changes in electrocardiographic (ECG), as well as cardiac biomarker creatine myocardial band (CK-MB), cardiac troponin T (cTnT), or cardiac troponin I (cTnI). Treatment for AMI patients consists of reperfusion therapy and pharmacological therapy. This study aimed to determine the role of troponin examination in the diagnosis and management of AMI. This was a literature review study with a total of 13 literature reviews. The results showed that diagnosis of AMI could be established by conducting a cardiac biomarker examination, the troponin. Troponin was almost specific and highly sensitive to detect the presence of AMI. Moreover, minor damage of myocardium could be demonstrated by checking troponin level. In addition, changes in troponin levels could also be used as predictors of side effects that could occur after treatment or even an increase in late mortality. However, increased troponin level sould also occur in other conditions, such as chronic kidney disease, pulmonary embolism, and sepsis. Therefore, the execution of its interpretation should fit the context of the clinical situation in the patient. In conclusion, troponin plays an important role in the diagnosis and management of AMI.Keywords: troponin; diagnosis and management; acute myocardial infarction Abstrak: Hingga saat ini IMA masih menjadi suatu masalah kesehatan penting dunia dikarenakan angka morbiditas dan mortalitas yang relatif tinggi. Diagnosis IMA dapat ditegakkan jika terdapat minimal dua dari tiga kriteria yang harus dipenuhi, yaitu nyeri dada (anamnesis), gambaran elektrokardiografi (EKG) yang berubah secara persisten, serta pelepasan biomarker jantung yaitu Creatine Kinase Myocardial Band (CK-MB), Cardiac Specific Troponin T (cTnT), atau Cardiac Specific Troponin I (cTnI). Penanganan IMA berupa terapi reperfusi dan terapi farmakologik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pemeriksaan troponin pada diagnosis dan penanganan IMA. Jenis penelitian ialah suatu literature review, dengan jumlah literatur yang diteliti sebanyak 13 literatur. Hasil penelitian mendapatkan bahwa diagnosis IMA dapat ditegakkan salah satunya dengan melakukan pemeriksaan biomarker jantung, dalam hal ini kadar troponin. Troponin sendiri berperan penting dalam diagnosis IMA dikarenakan hampir spesifik dan sangat sensitif dalam mendeteksi adanya IMA. Kerusakan kecil pada miokard dapat ditunjukkan melalui pemeriksaan kadar troponin. Perubahan kadar troponin juga dapat digunakan sebagai prediktor efek samping yang dapat terjadi setelah penanganan atau bahkan peningkatan mortalitas lanjut. Peningkatan kadar troponin tidak hanya terjadi pada IMA, tetapi juga dapat terjadi pada kondisi lain sehingga dalam pelaksanaan interpretasi nilainya harus sesuai dengan konteks situasi klinis yang terjadi pada pasien. Simpulan penelitian ini ialah pemeriksaan troponin berperan penting dalam diagnosis dan penatalaksanaan IMA.Kata kunci: troponin; diagnosis dan penanganan; infark miokard akut
Korelasi antara Neutrophil-To-Lymphocyte Ratio dengan Fraksi Ejeksi pada Pasien Penyakit Jantung Koroner: Studi di Sulawesi Utara, Indonesia Janry A. Pangemanan; Agnes L. Panda; Natalia C. I. Polii; Victor Bandana; Ira Posangi; Andrew E. P. Sunardi; Singgih S. Cahyadi; Filipus M. Yofrido
e-CliniC Vol. 11 No. 1 (2023): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v11i1.44305

Abstract

Abstract: Inflammation has a vital role in the pathogenesis of heart failure (HF) and coronary artery disease (CAD). Neutrophil-to-lymphocyte ratio (NLR) is an inflammation marker proposed to have a correlation with ejection fraction (EF). This is a simple examination and can be obtained routinely in clinical practice. This study aimed to evaluate the correlation of NLR with EF in hospitalized patients with CAD. This was an observational and analytical study with a cross-sectional design. Samples were eligible CAD patients from May until August 2019 at Prof Dr. R. D. Kandou Hospital in North Sulawesi. All patients underwent echocardiography for EF calculation, and blood examination for NLR measurement and risk factor screening. The patients were treated according to the guideline. Data were analyzed using the Spearman test in SPSS v26. The results showed that the majority of patients were male (70.2%) with mean age of 60 years old. Hypertension was found in 76.6% and smoking history in 51.1% patients. NLR was shown to have a significant correlation with EF in patients with CAD (p=0.014). In conclusion, NLR has a significant correlation with EF. Moreover, it could be a useful tool for the clinicians to predict heart failure in a specific population. Keywords: neutrophil-to-lymphocyte ratio; ejection fraction; heart failure; coronary artery disease. Abstrak: Peradangan memiliki peran penting dalam patogenesis gagal jantung (HF) dan juga penyakit arteri koroner (CAD). Rasio neutrofil-limfosit (NLR) merupakan penanda inflamasi yang diduga berkorelasi dengan fraksi ejeksi (EF), serta merupakan pemeriksaan sederhana yang dapat diperoleh secara rutin dalam praktik klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi NLR dengan EF pada pasien rawat inap dengan CAD. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan desain potong lintang. Sampel penelitian ialah pasien CAD yang memenuhi syarat dirawat dari bulan Mei hingga Agustus 2019 di Rumah Sakit Prof Dr. R. D. Kandou, Sulawesi Utara. Pasien diperiksakan dengan ekokardiografi untuk perhitungan EF, dan dilakukan pemeriksaan darah untuk penilaian NLR dan skrining faktor risiko. Semua pasien dirawat sesuai dengan pedoman. Data dianalisis menggunakan uji Spearman dengan SPSS v26. Hasil penelitian mendapatkan mayoritas sampel ialah laki-laki (70,2%) dengan usia rerata 60 tahun. Hipertensi ditemukan pada 76,6% dan riwayat merokok pada 51,1% pasien. NLR terbukti memiliki korelasi bermakna dengan EF pada pasien CAD (p=0,014). Simpulan penelitian ini ialah NLR terbukti memiliki korelasi bermakna dengan EF pada pasien CAD. Selain itu NLR dapat menjadi alat bantu yang berguna bagi klinisi untuk memrediksi gagal jantung pada populasi tertentu. Kata kunci: neutrophil-to-lymphocyte ratio; fraksi ejeksi; gagal jantung; penyakit arteri koroner