Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERATAAN SUMBER DAYA TENAGA KERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG MENGGUNAKAN MICROSOFT PROJECT (Studi Kasus Pembangunan Lanjutan Aula Dan Gedung RKB SMA Negeri 1 Kawangkoan) Muchlis Arfadri Loleh; Revo L. Inkiriwang; Jantje B. Mangare
Jurnal Sipil Statik Vol 10 No 1 (2022): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : Jurusan Sipil, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin besar suatu proyek, menyebabkan semakin banyak pula masalah yang harus dihadapi. Mulai dari perencanaan kita dihadapkan pada pengaturan sumber daya seperti tenaga kerja, biaya, waktu, peralatan dan lain sebagainya, sampai pada pelaksanaan proyek. Pada umumnya suatu proyek dibatasi oleh waktu, biaya, dan sumber daya. Salah satu masalah yang sering terjadi dalam proyek konstruksi adalah fluktuasi, yang diakibatkan oleh pengelolaan alokasi tenaga kerja yang kurang merata. Maka diperlukan suatu usaha untuk meminimumkan fluktuasi tersebut yaitu dengan melakukan metode perataan tenaga kerja (Resource Levelling) sehingga penggunaan sumber daya manusia menjadi lebih optimal dan terkontrol.Salah satu progaram aplikasi yang dapat digunakan untuk melakukan metode perataan tenaga kerja adalah Microsoft project professional 2016. Salah satu progaram aplikasi yang dapat membuat histrogram untuk grafik tenaga kerja , menyusun jadwal, serta mengendalikan dan mengelola proyek sehingga lebih efisien dan efektif.Data awal yang harus dimasukkan adalah data proyek, data aktivitas proyek, durasi, hubungan antar pekerjaan,dan kebutuhan tenaga kerja. Penggunaaan metode Resource Levelling pada Micosoft Project 2016 didapat hasil untuk trial ke-3 dimana mengalami penurunan sumber daya manusia dibandingkan perancanaan awal pada proyek tersebut yakni diperoleh penggunaan pekerja di awal sebanyak (2423) pekerja menjadi (2302) pekerja dengan selisih sebesar (4,99%). Dan untuk tukang pada awal sebanyak (2392) tukang menjadi (2134) tukang dengan selisih sebesar (10,78%). diperoleh schedule yang terbaik yaitu selama 155 hari untuk penjadwalan proyek pembangunan lanjutan aula dan gedung RKB SMA Negeri 1 Kawangkoan. Kata kunci: Tenaga kerja , sumber daya, Microsoft Project 2016.
Analisis Rencana Anggaran Biaya Pada Gedung Maintenance Kendaraan A2B Di Bandar Udara Sam Ratulangi Manado Gabrieli D. Tuwaidan; Jantje B. Mangare; Revo L. Inkiriwang
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan sebuah konstruksi membutuhkan analisa biaya untuk memperkirakan kebutuhan pengeluaran dan mendapatkan biaya yang efisien dan yang baik untuk sebuah konstruksi. Perkiraan biaya memegang peranan penting dalam penyelenggaraan sebuah proyek konstruksi. Kontraktor harus mempunyai pedoman dan aturan sebagai dasar untuk mendapatkan estimasi biaya yang optimal. Di Indonesia umumnya menggunakan analisis biaya proyek untuk merencanakan harga satuan biaya dengan menggunakan SNI (Standard Nasional Indonesia). Kontraktor umumnya membuat harga penawaran berdasarkan analisa yang tidak seluruhnya berpedoman pada analisa SNI. Para kontraktor juga bisa menghitung harga satuan pekerjaan berdasarkan dengan analisa mereka sendiri yang didasarkan atas pengalaman terdahulu yang berulangkali telah dilakukan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan konstruksi, dimana pelaksanaan pekerjaan oleh kontraktor akan membuat rencana anggaran biaya untuk mengikuti penawaran terhadap suatu proyek. Pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB) memerlukan koefisien atau angka indeks serta perhitungan volume untuk mendapatkan analisis harga satuan untuk pekerjaan yang ada pada proyek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kembali volume serta mengubah Harga Satuan Upah dari 3 Pekerjaan yang ada pada Proyek Gedung Maintenance kendaraan A2B bandar udara Sam Ratulangi Manado yaitu pekerjaan tanah dan pondasi, pekerjaan dinding dan plesteran, serta pekerjaan keramik lantai. Data yang dihasilkan setelah menghitung kembali volume dan mengubah harga satuan upah pekerjaan dari 3 poin pekerjaan didapat hasilnya yaitu a). Pekerjaan tanah dan pondasi sebesar Rp.34.425.643,3. b). Pekerjaan dinding dan plesteran sebesar Rp. 154.044.722 c). Pekerjaan lantai keramik sebesar Rp.44.907.179,2.  Kata kunci – SNI, RAB, analisa harga satuan pekerjaan, volume, upah.