Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Review - Strategi dan Tantangan Pengembangan Vaksin Demam Berdarah Irma Febrianti Wahongan; Elly Suoth; Irma Antasionasti; Fatimawali Fatimawali; Trina Tallei
PHARMACON Vol. 11 No. 3 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang ditransmisikan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictusyang hidup di negara-negara tropis dan subtropis. Penyakit yang disebabkan oleh virus dengue ini terbagi atas 4 macam serotipe yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan penelusuran data-data yang berkaitan dengan pengembangan vaksin dengue virus melalui beberapa referensi yang didapat melalui PubMed, Google scholar, Science direct, dan kumpulan jurnal lainnya. Data yang didapat kemudian dikumpulkan dan dibuat menjadi suatu tulisan yang berisi informasi tentang strategi dan  tantangan pengembangan vaksin virus dengue. Berdasarkan data-data yang didapat strategi yang dilakukan dalam menghadapi penyakit DBD adalah dilakukannya penemuan vaksin tetravalent seperti LAV, vaksin Chimera, vaksin Subunit dan vaksin DNA. Uji klinis sampai saat ini masih terus dilakukan untuk mendapatkan kandidat vaksin yang mampu memicu respon imun terhadap keempat serotipe virus dengue. Berdasarkan hal tersebut yang menjadi tantangan dalam pengembangan vaksin tetralaven adalah biaya yang besar dan dan sulitnya menemukan kandidat vaksin dapat memicu respon imun terhadap keempat serotipe tersebut.
PERKEMBANGAN DAN DASAR BIOLOGIS VIRUS WEST NILE Axl Laurens Lukas Windah; Elly Suoth; Fatimawali Fatimwali; Trina Tallei
PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.41740

Abstract

ABSTRACTWest Nile virus is a neurotropic pathogen that can cause West Nile fever or encephalitis. The expansion of west nile virus is strongly influenced by mosquitoes, especially with the type of culex sp and aedes sp. The virus has a single-stranded RNA genome that is believed to have very rapid adaptation and spread. Mutations in west nile virus can occur in both structural proteins and non-structural proteins. In previous studies, it was explained that mutations in the structural protein west nile virus are beneficial because they can reduce mortility by up to 50% in invivo test. However, antiviral drugs and vaccines in humans specific to west nile virus are still being temporarily developed. This review discusses more about the development, biological basis and diagnosis of therapy and prevention of the spread of west nile virus.Keywords: West nile virus, Evolution, Biological Basis, Diagnosis, Treatment and Pevention ABSTRAKVirus West Nile merupakan patogen yang bersifat neurotropik yang dapat menyebabkan demam west nile maupun ensefalitis. Perluasan dari virus west nile ini sangat dipengaruhi oleh nyamuk terutama dengan jenis culex sp dan aedes sp. Virus ini memiliki genom single-stranded RNA yang dipercaya memiliki adaptasi dan penyebaran yang sangat cepat. Mutasi pada virus west nile dapat terjadi baik pada protein struktural maupun protein non-struktural. Pada penelitian sebelumnya dijelaskan bahwa mutasi pada protein structural virus west nile bersifat menguntungkan dikarenakan mampu menurunkan mortilitas hingga 50% pada hewan uji. Namun, Obat antiviral dan vaksin pada manusia yang spesifik terhadap virus west nile ini masih sementara dikembangkan. Ulasan ini membahas lebih lanjut mengenai perkembangan, dasar biologis serta diagnosis terapi dan pencegahan dari penyebaran virus west nile.Kata kunci: Virus west nile, Perkembangan, Dasar Biologis, Diagnosis, Pengobatan dan Pencegahan
REVIEW – PERKEMBANGAN VIRUS ZIKA Rizky Ramadhan Maulana; Irma Antasionasti; Fatimawali Fatimwali; Trina Tallei
PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.41742

Abstract

ABSTRACTZika virus (ZIKV) is a virus of the genus Flavivirus (family Flaviviridae) that is capable of infecting humans. This virus poses a risk to human health. The main vector for the spread of ZIKV is the bite of the Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes. To date, there is no approved specific treatment for ZIKV infection, the recommended therapy is supportive to treat symptoms. Vaccine development continues to be carried out as a concrete step to overcome the global spread of the virus. This article discusses the genome structure, epidemiology, viral transmission, clinical manifestations, vaccine development, and prevention and treatment of ZIKV infection. Keywords: Zika Virus, Epidemiology, Transmission, Vaccines. ABSTRAKVirus Zika (ZIKV) merupakan virus dari genus Flavivirus (famili Flaviviridae) yang mampu menginfeksi manusia. Virus Zika dapat menjadi ancaman bagi kesehatan manusia.Vektor utama penyebaran ZIKV adalah gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Sampai saat ini, belum ada pengobatan spesifik yang disetujui untuk infeksi ZIKV, terapi yang dianjurkan bersifat suportif untuk mengobati gejala.Pengembangan vaksin terus dilakukan sebagai langkah kongkrit untuk mengatasi penyebaran virussecara global.Artikel ini membahas mengenai struktur genom, epidemiologi, transmisi virus, manifestasi klinis, pengembangan vaksin serta pencegahan dan pengobatan dari infeksi ZIKV. Kata Kunci: Virus Zika, Epidemiologi, Transmisi, Vaksin
In Silico Investigation of 2-Anilino 4-Amino Substituted Quinazolines as Potential Inhibitors of Plasmodium falciparum Dihydroorotate Dehydrogenase Aurellyallodia Faiza Kusuma; Muhammad Farhan Shadiq; Rizarullah; Reza Aditama; Trina Tallei; Masduki, Fifi Fitriyah
Jurnal Akta Kimia Indonesia (Indonesia Chimica Acta) Volume 18, No 2: December 2025
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70561/ica.v18i2.48260

Abstract

Malaria continues to present significant global health challenges due to emerging resistance against conventional antimalarial drugs, necessitating novel therapeutic agents targeting Plasmodium falciparum. Dihydroorotate dehydrogenase (DHODH) is a crucial target in antimalarial drug development due to its essential role in pyrimidine biosynthesis within Plasmodium species. This study aimed to evaluate several candidate compounds from previous study - namely ligand 56, 65, 89 and 90 - as potential DHODH inhibitors using in silico methods, including molecular docking and molecular dynamics (MD) simulations. Molecular docking was performed using AutoDock Vina against the DHODH receptor structure (PDB ID: 4CQ8). The results indicated that ligand 89 exhibited the highest binding affinity (-9.575 kcal/mol), followed by ligands 90, 56, and 65, all demonstrating superior affinity compared to the control compound chloroquine (-7.462 kcal/mol). Interaction analyses revealed the formation of hydrogen bonds with key residues HIS185, GLY181, and ARG265, along with significant pi-sulfur interactions involving residue CYS184, thereby stabilizing the ligand interactions within the DHODH active site. Pharmacokinetic evaluations conducted using SwissADME revealed that all candidate ligands met Lipinski's rule and demonstrated high gastrointestinal absorption, despite their generally low solubility. MD simulations conducted over 100 ns at 300 K showed that all ligand-DHODH complexes, maintained stability, with Root Mean Square Deviation (RMSD) values ranging between 1.0 and 3.5 Å throughout the simulation. Overall, the findings suggest that ligand 89 and other evaluated ligands hold significant potential for further development as DHODH inhibitors in the pursuit of novel antimalarial drug candidates.