Adnan S. Wantasen
Sam Ratulangi University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Land Suitability and Capability For Mariculture Utilization of Coastal Area of Manado Tua Island Adnan S. Wantasen; Wilmy. E. Pelle; Alex D. Kambey
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 8 No. 2 (2020): ISSUE JULY-DECEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.8.2.2020.31272

Abstract

The concept of land suitability and carrying capacity in utilizing the coastal land area of Manado Tua Island is a long-term goal in the study of sustainable coastal and small island management. Meanwhile, alternative livelihoods for sustainable aquaculture food sources are a special target. The potential of freshwater supply becomes a limiting factor for small islands, in addition to land availability. The special objective is the use of aquatic land as aquaculture land which has an impact on alternative livelihoods and the availability of food sources. The land suitability analysis is carried out in the following stages: (1) preparing a map of the Manado Tua Island area, (2) creating a matrix for the suitability of aquaculture activities, (3) providing weighting and scoring, and (4) conducting spatial analysis. The biogeophysical conditions of the coastal waters of Manado Tua Island are classified as normal for mariculture cultivation activities. Geographically the island is located at coordinates 01º 37 '57 "North Latitude and 124º 41" 56 "East Longitude. The very suitable location I was 44.03 m2, while the suitable land was 34.25 m2, and the conditionally suitable land was 17.13 m2. For location II, the area that fully meets the requirements is 70.50 m2, and those that meet the appropriate requirements are 49.86 m2, and those that meet the conditionally are 27.51 m2. The land area of Manado Tua Island is 1,056.02 ha. The condition of freshwater sources has not yet the potential to meet the needs of the community and visiting tourists.Keywords: land suitability, aquaculture, freshwater utilization, Manado Tua IslandAbstrakKonsep kesesuaian lahan dan daya dukung dalam memanfaatkan areal lahan pesisir  Pulau Manado Tua merupakan tujuan jangka panjang dalam studi pengelolaan pesisir dan pulau kecil secara berkelanjutan. Sedangkan alternatif mata pencaharian untuk sumber pangan hasil budidaya perairan secara berkelanjutan menjadi target khusus. Potensi sediaan air tawar menjadi faktor pembatas pulau kecil, disamping ketersediaan lahan. Adapun tujuan khusus adalah pemanfaatan lahan perairan sebagai lahan budidaya perikanan yang berdampak pada alternatif mata pencaharian serta ketersediaan sumber bahan pangan. Analisis kesesuian lahan dilakukan dalam tahapan: (1) penyusunan peta kawasan Pulau Manado Tua, (2) membuat matriks kesesuaian kegiatan budidaya perikanan, (3) memberikan pembobotan dan pengharkatan, dan (4) melakukan analisis spasial. Kondisi biogeofisik perairan pantai Pulau Manado Tua tergolong normal untuk kegiatan budidaya matrikultur. Secara geografi Pulau terletak pada koordinat 01º 37’ 57” LU dan 124º 41’ 56” BT. Pada lokasi I yang sangat sesuai seluas 44,03 m2, sedangkan lahan yang sesuai seluas 34,25 m2 dan lahan yang sesuai bersyarat seluas 17,13 m2.  Untuk lokasi II  areal yang sangat memenuhi syarat adalah seluas 70.50 m2, dan yang memenuhi syarat sesuai adalah seluas 49,86 m2, dan yang memenuhi sesuai bersyarat seluas 27,51 m2. Luas daratan Pulau Manado Tua 1.056,02 ha . Kondisi sumber air tawar di belum berpotensi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan wisatawan yang berkunjung.Kata kunci: kesesuaian lahan, budidaya perikanan, pemanfaatan air tawar, Pulau Manado Tua
Community Structure of Zooplankton in the waters of Kampung Ambong Likupang, North Minahasa Rizki Antuke; Gaspar D. Manu; Rose O. S. E. Mantiri; Fransine B. Manginsela; Adnan S. Wantasen; Deiske A. Sumilat
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 8 No. 2 (2020): ISSUE JULY-DECEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.8.2.2020.31629

Abstract

Zooplankton has an important role as a linking chain between primary producers and biota at higher trophic levels. This organism is a component in the food chain that has a dual role as both the first consumer and the second consumer. They are intermediaries between plankton and nekton groups. This research was conducted at the field station of Fisheries and Marine Sciences Faculty of Sam Ratulangi University, which is located in Kampung Ambong, Likupang, North Minahasa Regency, to identify the species and to determine the structure of the Zooplankton community through: Density, Relative Density, Diversity (H '), Dominance (e ), and Uniformity (C). Based on the results of species identification, 20 species from 15 genera in 3 classes were obtained, namely Hexanauplia (13 genus 18 species), Crustacea (1 genus 1 species), and Malacostraca (1 genus 1 species). The results of the community structure analysis obtained moderate uniformity values at points 1, 2, and 3. The dominance index shows low values at all three points, where point 2 C = 0.17 and at points 1 and 3 C = 0.20 This means that there is no types of plankton that dominate the area. Temperature 28 ° C, Salinity 300/00, and pH = 7 indicate conditions that are still in a good range as a place to live and grow Zooplankton.Keywords: Zooplankton; Diversity; Community Structure; LikupangAbstrakZooplankton mempunyai peran penting sebagai rantai penghubung produser primer dengan biota pada tingkat trofik yang lebih tinggi, juga merupakan salah satu komponen dalam rantai makanan yang berperan ganda baik sebagai konsumen tingkat pertama maupun konsumen tingkat ke dua, selanjutnya merupakan penghubung antara plankton dan nekton. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Basah Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi, Kampung Ambong, Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, untuk mengetahui jenis dan struktur komunitas Zooplankton melalui: Kepadatan, Kepadatan Relatif, Keanekaragaman (H’), Dominansi (e), dan Keseragaman (C). Berdasarkan hasil Identifikasi jenis, diperoleh 20 spesies dari 15 genus dalam 3 klas, yaitu Hexanauplia (13 genus 18 spesies), Crustacea (1 genus 1 spesies), dan Malacostraca (1 genus 1 spesies).  Hasil analisis struktur komunitas diperoleh nilai keseragaman yang sedang pada titik 1, 2, dan 3. Indeks Dominansi menunjukkan nilai yang rendah  pada ketiga titik, dimana titik 2  C = 0,17 dan pada titik 1 dan 3 C = 0,20  Artinya tidak terdapat jenis plankton yang mendominsi daerah tersebut. Suhu 28°C, Salinitas 300/00, dan pH= 7  menunjukkan kondisi yang masih dalam kisaran baik sebagai tempat hidup dan bertumbuhnya Zooplankton.Kata kunci: Zooplankton; Keanekaragaman; Struktur Komunitas; Likupang