Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Sensitivitas dan Status Keberlanjutan Untuk Dimensi Ekonomi Dalam Pengelolaan Kawasan Ekowisata Mangrove Pagatan Besar Eddy Elminsyah Jaya
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.13533

Abstract

Kawasan Ekowisata Mangrove Pagatan Besar merupakan salah satu kawasan hutan mangrove yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan yang berlokasi di Desa Pagatan Besar Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sensitivitas dan status keberlanjutan pengelolaan hutan mangrove di Kawasan Ekowisata Pagatan Besar untuk dimensi ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan desain longitudinal karena sifatnya berkelanjutan untuk jangka waktu yang relatif panjang dan mengikuti proses interaktif ragam variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan mangrove di Kawasan Ekowisata Pagatan Besar status keberlanjutan pada dimensi ekonomi menunjukan 56,97 dengan kategori status Cukup Berkelanjutan. Untuk mengukur sensitifitas dilakukan uji leverage dengan menggunakan 9 (sembilan) atribut. Hasilnya atribut yang paling sensitif adalah Atribut Penyerapan Tenaga Kerja Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan menunjukan Keberlanjutan dalam pengelolaan mangrove di Kawasan Ekowisata Pagatan Besar secara dimensi ekonomi menunjukkan status Cukup Berkelanjutan. Kerbelanjutan ini harus didasarkan pada atribut yang paling sensitive yaitu Atribut Penyerapan Tenaga Kerja khususnya tenaga kerja yang berasal dari warga sekitar yang secara langsung akan meingkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kawasan mangrove ini tetap lestari.
Analysis of Leveraging Factors in Socio-Cultural Dimension Aspects for Sustainable Mangrove Forest Management in Aluh Aluh Besar Village, Banjar Regency Jaya, Eddy Elminsyah
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 17 No. 1 (2024): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/agrikan.v17i1.2039

Abstract

Banjar Regency is a Regency in South Kalimantan Province which is recorded as having a mangrove forest area. One of the villages that has mangrove forest potential is Aluh Aluh Besar Village. The aim of this research is to analyze leveraging factors in the context of sustainable mangrove forest management in the socio-cultural dimension. This research uses a quantitative and qualitative approach with a longitudinal design because it is sustainable over a relatively long period of time and follows an interactive process of various variables. The research results show that the largest leverage factor is “Ownership Status” with a value of 2.04 and the lowest is Environmental Knowledge (0.05). To measure sensitivity, a leverage analysis was carried out using 10 (ten) attributes. The conclusion of the research conducted shows that "Ownership Status" is the biggest lever in maintaining the sustainability of mangrove forests in the research location. "Ownership Status" is important because it is based on the causes of land conversion or conversion resulting from the transfer of ownership from the community to investors or the community itself. convert it to other economic activities. Land owners feel they have rights to the area they own. One important policy is to ensure ownership of land on which mangrove forests are "owned by the government". Apart from efforts to raise public awareness of the importance of mangrove forests to support the lives of local communities. LoA, Kor