Nafila Sekar Arum Abdat
Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Tekanan Pekerjaan terhadap Burnout dengan Dukungan Sosial sebagai Moderator (Studi pada Perawat di Rumah Sakit X Yogyakarta) Nafila Sekar Arum Abdat
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.265 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.9542

Abstract

COVID-19 membuat krisis kesehatan masyarakat, ketersedian fasilitas kesehatan sulit dan sistem perawatan kesehatan terganggu. Khususnya para tenaga kesehatan bekerja tidak ada hentinya untuk merawat pasien COVID-19. Karena sulitnya ketersediaan alat kesehatan, jadwal kerja yang berkepanjangan, kurang tidur, dan mengurus pasien COVID-19 membuat para tenaga kesehatan mengalami burnout. Menurut job demand-resource model, hal yang dapat mempengaruhi terjadinya burnout adalah job demand. Salah satu job demand adalah tekanan pekerjaan. Menurut job demand-resurce model, burnout dapat dikurangi dampaknya dengan disediakannya job resource. Salah satu job resource yang bisa disediakan oleh lingkungan pekerjaan adalah dukungan sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tekanan pekerjaan memiliki dampak terhadap burnout pada perawat di Rumah Sakit X Yogyakarta dan mengetahui apakah dukungan sosial berperan sebagai moderator pada hubungan antara tekanan pekerjaan dan burnout pada perawat di Rumah Sakit X Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Menggunakan instrument berupa kuesioner Burnout Assessment Tool (BAT), Working Pressure (WP), dan Social Support Questionnaire (SSQ). Berdasarkan hasil pengukuran pada penelitian ini bahwa terdapat pengaruh tekanan pekerjaan sebesar 20% terhadap burnout pada perawat di Rumah Sakit X Yogyakarta. Dukungan sosial memperkuat hubungan tekanan pekerjaan dan burnout menjadi 21,4%. Dimensi esteem support menjadi dimensi yang memiliki peran terkuat sebesar 25,0% pada hubungan tekanan pekerjaan dan burnout, selanjutnya dimensi informational support sebesar 23,0%, dimensi emotional support sebesar 21,1%, dimensi instrumental support sebesar 20,3% dan pada dimensi network support tidak meningkatkan peran antara tekanan pekerjaan dan burnout.