Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimasi Sistem Operasi Pembangkit Hibrida dengan Pemodelan Profil Beban di Daerah 3T Adinda Prawitasari; Iwa Garniwa
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9433.305 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i5.7074

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang harus dapat mengoptimalkan sumber daya energi sehingga tercapai kemandirian dan ketahanan energi untuk pemerataan dan percepatan pembangunan perekonomian daerah yang jauh dari pusat kota atau disebut daerah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal). Peningkatan keandalan listrik untuk daerah 3T di Indonesia yang lebih ekonomis dapat dilakukan dengan optimasi sistem manajemen energi terbarukan dengan energi fosil yang sudah digunakan sebelumnya. Oleh karena itu dilakukan optimasi kedua sumber energi tersebut dengan tiga rancangan optimasi yaitu (1) PV-Baterai; (2) PV-Baterai-Generator Diesel 24 jam; (3) PV-Baterai-Generator Diesel 12 jam; Sumber energi dari rancangan optimasi yang dilakukan tanpa terhubung ke jaringan utama dikarenakan daerah 3T yang tidak dapat akses dari jaringan utama. Simulasi menggunakan profil beban harian pada 7 daerah di Indonesia dengan hasil rancangan optimasi 1 memerlukan kapasitas PV dan baterai yang lebih besar dibandingkan rancangan optimasi lain dimana besar kapasitas PV juga mempengaruhi besar kapasitas baterai tetapi jka dalam sistem terdapat generator diesel hal tersebut tidak terpengaruhi dikarenakan adanya sumber energi lainnya. Jika dilihat dari pembiayaan seluruh sistem pada ketiga rancangan optimasi, lebih baik menggunakan rancangan optimasi 3 untuk profil beban harian comunitty dan rancangan optimasi 2 untuk profil beban harian residential. Kendala yang terjadi di daerah 3T yaitu permasalahan pengiriman bahan bakar fosil, maka pertimbangan rancangan Optimasi 3 untuk profil beban harian community lebih baik karena waktu penjadwalan generator diesel berpengaruh pada jumlah produksi energi yang memperpanjang usia mesin generator diesel dan mengurangi bahan bakar fosil.
Optimasi Sistem Tenaga Listrik Di Industri Untuk Mengantisipasi Penambahan Beban Dan Penetrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Solar Fotovoltaik M. Aldrin Julianto; Iwa Garniwa
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.963 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i10.9709

Abstract

Energi listrik yang memiliki kualitas daya yang baik dan andal menjadi faktor yang sangat vital untuk mendukung iklim dunia industri yang kompetitif. Pada sektor industri yang memiliki sistem tenaga listrik off grid, sangat penting untuk mengetahui seberapa optimal dan andal sistem tenaga listriknya untuk mengantisipasi penambahan beban di masa mendatang tidak mengganggu kualitas dan stabilitas sistem. Kemampuan sistem tenaga listrik di industri untuk menyesuaikan terhadap permintaan beban di masa mendatang tidak mudah karena keterbatasan pembangkit listrik yang terhubung pada sistem. Selain itu dengan memperhatikan perkembangan penetrasi penggunaan energi terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) solar fotovoltaik yang semakin meluas dapat mempengaruhi stabilitas sistem tenaga listrik karena sifat intermitensi dan ketersediaanya yang tidak bisa diperkirakan. Sehingga ketika daya PLTS hilang secara mendadak dapat mengakibatkan stabilitas frekuensi sistem mengalami penurunan dan dibutuhkan respon yang cepat dari pembangkit listrik yang ada pada sistem untuk menghindari pemadaham total. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis bagaimana optimasi yang dapat dilakukan pada sistem tenaga listrik di industri untuk dapat mengantisipasi proyeksi penambahan beban di masa depan dan penetrasi PLTS solar fotovoltaik ke sistem agar tidak mengurangi kualitas daya dan keandalan sistem dengan melakukan pemodelan pada studi kasus sistem tenaga listrik di PT Pusri Palembang dengan menggunakan perangkat lunak Electrical Transient Analyzer Program (ETAP).