R.A. Marlien
Universitas Stikubank Semarang Jawa Tengah, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pemberdayaan Dan Modal Sosial Terhadap Komitmen Organisasional Dimediasi Kepuasan Kerja Pegawai Hadi Sunaryo; R.A. Marlien
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (930.6 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i10.9860

Abstract

Komitmen organisasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan reformasi birokrasi, karena implikasinya yang substansial pada pegawai dan organisasi sebagai penyelenggara pelayanan publik. Sudah sepatutnya setiap organisasi untuk menentukan strategi dan mengevaluasi aspek-aspek yang mendorong komitmen pegawainya dalam upaya mengoptimalkan sumber daya manusia untuk capaian kinerja yang lebih baik dalam mewujudkan good governance. Studi korelasional metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji pengaruh pemberdayaan, modal sosial terhadap komitmen organisasional dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Pati Jawa Tengah. Kuesioner (google forms) dibagikan secara daring menyikapi kondisi pandemi Covid-19 saat penelitian dilaksanakan, kepada 134 responden yang telah ditentukan dengan metode non probability sampling teknik purposive sampling. Data primer dilakukan uji instrumen dan asumsi klasik untuk analisis regresi linear berganda dengan menggunakan SPSS. Pengujian hipotesis mediasi dilakukan dengan bantuan Sobel test. Hasil studi ini : pemberdayaan dan modal sosial secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai. Pemberdayaan, modal sosial dan kepuasan kerja secara individual berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasional. Sebagai variabel intervening kepuasan kerja mampu memediasi pengaruh hubungan pemberdayaan pegawai terhadap komitmen organisasional, dan mampu berperan sebagai mediator pada pengaruh modal sosial terhadap komitmen organisasional.