Perkembangan teknologi internet sudah menyebabkan perubahan dan perkembangan pada global komunikasi massa. Lantaran internet, muncullah media baru atau new media. Kemunculan media baru tadi membarui cara rakyat menerima warta melalui media. Awalnya, rakyat menerima warta dan kabar melalui media konvensional, misalnya surat kabar, radio, atau televisi. Untuk bisa terus berkompetisi menjadi asal warta yg diminati rakyat, media televisi pun melakukan penemuan menggunakan cara berkonvergensi. Konvergensi merupakan penggabungan menurut beberapa jenis media dan hadir pada bentuk platform digital. Indonesia saat ini sedang mengalami perkembangan teknologi telekomunikasi yang pesat. Internet, yang identik dengan teknologi komunikasi, sangat meresap di Indonesia sendiri, yang mempengaruhi perubahan budaya media. Industri TV seperti TV9 Nusantara tentu mengalami dampak tersebut dan sebagai media dakwah tentunya akan sangat berisiko jika tidak menciptakan konvergensi media dalam menjaga eksistensi dakwah di era digital. Karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana konvergensi media dakwah yang dilakukan TV9 Nusantara dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif pendekatan studi kasus dan berlandas pada lima dimensi konvergensi media milik Rich Gordon yakni dimensi konvergensi kepemilikan, dimensi konvergensi taktik, dimensi konvergensi struktur, dimensi konvergensi peliputan informasi dan dimensi konvergensi penyajian