Leli Saptawati
Departemen Mikrobiologi, Fakultas kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Status Infeksi Human Immunodeficiency Virus dan Kebersihan Personal dengan Jumlah Koloni Staphylococcus Aureus pada Kulit Anak di Panti Asuhan Putri Oktriana Rachman; Suci Widhiati; Arie Kusumawardani; Indah Julianto Kampono; Leli Saptawati; Nur Rachmat Mulianto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.073 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i11.9984

Abstract

Manifestasi klinis infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri piogenik salah satunya S. aureus terutama pada kondisi imunokompromais seperti infeksi HIV/AIDS. Kebersihan personal mempengaruhi peningkatan risiko transmisi S.aureus melalui kontak dari individu satu ke yang lainnya, sehingga dapat meningkatkan risiko infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status HIV dan kebersihan personal dengan jumlah koloni S.aureus pada anak-anak yang tinggal di lingkungan panti asuhan. Penelitian ini merupakan studi analitik korelasi dengan rancangan cross sectional dilakukan pada dua rumah panti asuhan di kota Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia. Penelitian dilakukan pada total 32 orang subjek anak dengan rentang usia 3-10 tahun yang terbagi menjadi dua kelompok HIV negatif dan HIV positif. Kriteria eksklusi subjek adalah riwayat kinis atopi, ada lesi kulit pada tempat pengambilan sampel dan memiliki nilai CD4+<500 sel/ mm3, kemudian kebersihan personal subjek didata. Uji normalitas dilakukan, kemudian dilanjutkan uji non parametrik dengan uji korelasi Eta. Nilai r ditentukan untuk melihat kekuatan hubungan kedua variabel dan signifikan apabila didapatkan p<0,005. Berdasarkan analisa diketahui bahwa status HIV tidak menunjukan hubungan yang signifikan dengan jumlah koloni bakteri S. aureus (x10-2) CFU (r=0,297; p=0,098). Kebersihan personal memiliki hubungan signifikan dengan jumlah bakteri S. aureus antara lain frekuensi mandi (r=0,500; p=0,004), penggunaan sabun saat mandi (r=0,480; p=0,005), berbagi gelas (r=0,392; p=0,026), berbagi handuk (r=0,570; p=0,001), memakai alas kaki saat di rumah (r=0,355; p=0,046). Kebersihan personal dan kontak alat rumah tangga secara signifikan berhubungan dengan banyaknya jumlah koloni S.aureus di kulit anak pada kedua kelompok subjek HIV positif maupun negatif.