Husnul Hamdi, Husnul
Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Manajemen Kepala Sekolah Untuk Meningkatkan Sarana dan Prasarana SMP Unggul Calang Hamdi, Husnul; Maarif, M. Anas
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 3 (2025): October 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17271398

Abstract

This research analyzes the implementation of principal management in improving means and infrastructure in Junior High School Calang, Aceh Jaya Regency. The management of means and infrastructure is a crucial element in supporting the learning process, yet the school still faces significant constraints as it is still in the development stage. This qualitative research with a case study design was implemented on March 25–April 25, 2024, with the subject principal, the deputy principal of the area of infrastructure means, and the school operator. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed descriptively through data reduction, data presentation, and inference drawing. Data validity was obtained through credibility triangulation. The results of the study indicated that principals played the roles of managers (planners and managers of resources), movers (motivators), administrators (managers of APBS archives and reports), and leaders (in charge of reporting). Applied strategies include immovable property planning, procurement through purchase, grant, rehabilitation and cooperation, arrangement through inventory, storage and maintenance, as well as direct and indirect use. Supporting factors included principal commitment and school committee support, while hindering factors were budget constraints and coordination between units.
Upaya Peningkatan Kesadaran Lingkungan melalui Pembuatan Plang Sampah Terurai dan Tong Sampah di Desa Perkebunan Bukit Lawang Hamdi, Husnul; Ananda Dewi, Suci; Akbar Harahap, Fadilah; Nursakila Ena Anjani; Zein, Achyar
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2025): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v7i3.18180

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui program kerja yang disusun sesuai kebutuhan desa. Kegiatan KKN UINSU di Desa Perkebunan Bukit Lawang dilaksanakan pada tanggal 30 Juli – 01 September 2025 dengan fokus pada permasalahan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. Program utama yang dijalankan adalah pembuatan dan pemasangan plang sampah terurai sebagai media edukasi masyarakat mengenai lamanya sampah terurai secara alami, serta penyediaan tong sampah organik dan anorganik yang dibuat dari kayu sesuai aturan desa yang melarang penggunaan bahan berbasis kimia. Metode pelaksanaannya dilakukan melalui tahap persiapan berupa observasi, koordinasi, dan sosialisasi, kemudian dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan berupa pembuatan serta pemasangan plang dan tong sampah di lokasi strategis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah dan membuang sampah pada tempatnya, serta terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Program ini tidak hanya memberikan solusi praktis terhadap permasalahan sampah, tetapi juga menumbuhkan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di Desa Perkebunan Bukit Lawang.
Mengukir Narasi Medan Area: Peran Pemandu dalam Interpretasi Koleksi Perjuangan Kemerdekaan di Museum TNI Medan Lestari, Ayu; Maysaroh; Ramadani , Suci; Nur , Muttaqin; Salim Mahallin , Muhammad; Hamdi, Husnul; Windari , Sri
Dampeng: Journal of Art, Heritage and Culture Vol. 1 No. 4 (2025): Dampeng: Journal Art, Heritage and Culture
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/dampeng.v1i4.485

Abstract

This study aims to analyze the crucial role of museum guides in interpreting the collection of the Medan Indonesian Army (TNI) Struggle Museum (Kodam I/BB), focusing specifically on the Medan Area Incident (1945–1947). While the museum houses valuable artifacts, the effectiveness of delivering the historical narrative often relies on human intervention. Employing a descriptive qualitative method, this research gathered data through in-depth interviews with guides, observation of guiding sessions, and analysis of curatorial documents. The findings indicate that guides act as 'Narrative Carvers,' transforming static artifacts into a living and emotional historical experience. Key strategies utilized by the guides include locality-based storytelling, connecting artifacts with the actual geography of Medan City, and contextual presentation of key figures in the North Sumatran struggle. Guides function not merely as information providers, but as emotional bridges and agents for the conservation of collective memory. This study recommends prioritizing guide empowerment through intensive training in local historiography and sensitive interpretation techniques, as this is crucial for enhancing public education quality and preserving the historical memory of the Medan Area. [Penelitian ini bertujuan menganalisis peran krusial pemandu (guide) museum dalam menginterpretasikan koleksi Museum Perjuangan TNI Medan (Kodam I/BB), dengan fokus pada Peristiwa Medan Area (1945–1947). Museum ini menyimpan artefak berharga, namun efektivitas penyampaian narasi sejarah sering kali bergantung pada intervensi manusia. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan pemandu, observasi sesi pemanduan, dan analisis dokumen kuratorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemandu berperan sebagai 'Pengukir Narasi' yang mengubah artefak statis menjadi pengalaman sejarah yang hidup dan emosional. Strategi kunci yang dilakukan pemandu meliputi storytelling berbasis lokalitas, koneksi artefak dengan geografi aktual Kota Medan, dan penyajian tokoh kunci perjuangan Sumatera Utara secara kontekstual. Pemandu tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai jembatan emosional dan agen konservasi memori kolektif. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pemberdayaan pemandu melalui pelatihan intensif pada historiografi lokal dan teknik interpretasi yang sensitif, sebagai kunci untuk meningkatkan kualitas edukasi publik dan melestarikan ingatan sejarah Medan Area.]