Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POLA HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN ORANG TUA TERHADAP KEJADIAN PNEUMONIA BALITA DI RIAU TAHUN 2018 I Made Giri Suyasa; Agung Priyo Utomo
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2020 No 1 (2020): Seminar Nasional Official Statistics 2020
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.69 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2020i1.510

Abstract

Pneumonia menjadi penyebab mortalitas tertinggi pada balita di Indonesia pada tahun 2018 menurut UNICEF. Salah satu faktor risiko yang erat kaitannya terhadap kejadian pneumonia balita yaitu perilaku merokok anggota ruta yang keterpaparannya dinamakan Environmental Tobacco Smoke (ETS). Riau merupakan provinsi dengan peningkatan tertinggi perilaku merokok wanita dan persentase keterpaparan asap rokok di dalam rumah yang tergolong tinggi. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji pengaruh pola asosiasi dari faktor risiko terhadap kejadian pneumonia pada balita. Data yang digunakan yaitu data RISKESDAS 2018 dengan menggunakan analisis loglinear dan analisis logit menjadi alternatif dalam menganalisis permasalahan tersebut. Hasil yang didapatkan yaitu terdapat pola hubungan langsung dan tidak langsung atau hubungan bersyarat terhadap kejadian pneumonia. Pola hubungan langsung terhadap kejadian pneumonia pada balita yang diperoleh yaitu tingkat pendidikan ibu, status pemberian vitamin A, dan status merokok anggota ruta. Sedangkan pola hubungan bersyarat yang diperoleh yaitu beberapa interaksi yang melibatkan tingkat pendidikan ibu, status BBLR, pemberian vitamin A, dan status merokok anggota ruta. Berdasarkan pola asosiasi yang terbentuk, interaksi yang melibatkan pendidikan ibu dan status BBLR dengan pemberian vitamin A maupun status merokok terbukti signifikan terhadap kejadian pneumonia pada balita.
Is The Wealth Index Better than The Proxy Means Test in Poverty Targeting? A Study in Brebes and East Jakarta Nuri Taufiq; I Made Giri Suyasa
Proceedings of The International Conference on Data Science and Official Statistics Vol. 2023 No. 1 (2023): Proceedings of 2023 International Conference on Data Science and Official St
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34123/icdsos.v2023i1.302

Abstract

The ranking of household welfare status in targeting recipients of social protection programs is important and needs attention. Appropriate welfare status ranking is one of the keys for making the various types of programs designed by the government right on target. The Proxy Means Test method is popular in Indonesia in the 2015 Integrated Database Updating. Based on another popular statistical approach to ranking welfare status, the Wealth Index method is also known. Global surveys, such as Demographic and Health Surveys, Multiple Indicator Cluster Surveys, and World Food Program Surveys, have always used the Wealth Index to rank household welfare. Using Susenas data from March 2017 to March 2022, this study found that the Proxy Means Test method is better than the Wealth Index method in both Brebes Regency and East Jakarta City. The value of the classification error rate in Brebes Regency and East Jakarta City using the Proxy Means Test method is 13.94 percent and 10.37 percent, respectively. In comparison, the Wealth Index method is 25.12 percent and 14.74 percent. This research emphasizes that the results of the ranking of household welfare status are not only influenced by the method used but also by the socioeconomic conditions and characteristics of households data in the areas targeted by the program.