Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMODELAN SPATIAL ERROR MODEL (SEM) ANGKA PREVALENSI BALITA PENDEK (STUNTING) DI INDONESIA TAHUN 2018 Windy David Revildy; Siti Sarah Sobariah Lestari; Yollanda Nalita
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2020 No 1 (2020): Seminar Nasional Official Statistics 2020
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.96 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2020i1.662

Abstract

Balita pendek atau biasa disebut dengan stunting merupakan salah satu permasalahan yang sedang dihadapi oleh Indonesia. Data mengenai kondisi stunting di Indonesia bersumber dari pendataan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2018 menempatkan Indonesia di peringkat ketiga negara dengan status stunting tertinggi di Asia. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji prevalensi balita pendek di tiap provinsi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah regresi spasial. Pemilihan analisis spasial didasarkan pada adanya ketergantungan spasial angka prevalensi di satu wilayah dengan wilayah lainnya. Hal tersebut diperkuat oleh hasil uji Indeks Moran menunjukkan adanya efek dependensi spasial. Berdasarkan uji Lagrange Multiplier, depedensi spasial terjadi pada error sehingga model spasial yang cocok digunakan adalah Spatial Error Model (SEM). Hasil pengujian menunjukkan prevalensi balita pendek di suatu wilayah dipengaruhi oleh 5 variabel independen di wilayah tersebut dan residual spasial dari wilayah lain yang berdekatan dan memiliki karakteristik yang sama.
ANALISIS FAKTOR TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DENGAN METODE GEOGRAPHICALLY WEIGHTED LASSO Siti Sarah Sobariah Lestari; Aida Meimela; Windy David Revildy
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2020 No 1 (2020): Seminar Nasional Official Statistics 2020
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.305 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2020i1.693

Abstract

Tingkat pengangguran terbuka di Jawa Barat Pada Tahun 2019 mencapai 7,99% menurut Badan Pusat Statistik (BPS) angka ini merupakan angka tertinggi di Indonesia. Permasalahan tingginya tingkat pengangguran tentunya akan berdampak kepada aspek perekonomian yang mengakibatkan tidak maksimalnya tingkat kemakmuran (Amalia, 2019) sehingga, diperlukan penanganan yang tepat untuk mengatasi permasalahan ini. Akan tetapi penelitian yang sudah dilakukan masih mengarah pada hasil yang bersifat global tanpa mempertimbangkan keberagaman karakteristik di setiap daerah. Sebagaimana kita ketahui, bawasanya setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda sehingga analisis berdasarakn pada pemodelan regresi global kurang tepat. Adanya efek spasial pada Tingkat Pengangguran terbuka mengakibatkan kemungkinan terjadinya keragaman spasial. Analisis GWR yang merupakan perluasan dari regresi global mampu mengakomodir permasalahan tersebut. Namun, analisis ini masih memiliki kelemahan salah satunya apabila terjadi multikoliniritas, pemodelan yang dilakukan dengan GWR kurang optimal.Geographically Weighted Lasso (GWL) merupakn teknik yang menggunakan pendekatan Lasso dalam model GWR untuk mengatasi masalah multikolinieritas disamping itu, model GWL juga dapat sekaligus menyeleksi variabel yang tidak signifikan dengan cara menyusutkan nilai koefisien regresi sampai ke nol. Sehingga variabel-variabel dengan koefisien regesi nol tidak berpengaruh signifikan (Wheeler D 2009). Dalam penelitian ini diperoleh bahwa signifikansi variabel yang mempengaruhi tingkat pengangguran terbuka disetiap daerah berbeda-beda dimana variabel Angkatan kerja yang tidak berijazah, Angka Putus Sekolah, Lowongan Kerja, dan Kepadatan Penduduk memberikan pengaruh yang signifikan pada sebagian besar kota dan kabupaten di Jawa Barat. Sedangkan kabupaten Bandung hanya dipengaruhi signifikan oleh variabel IPM. Pemodelan dengan menggunakan GWL memberikan koefisien determinansi yang lebih tinggi dibandingkan dengan model regresi global dan GWR.