Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Prioritas Pembangunan Subsektor Pertanian Tanaman Pangan Dalam Kaitannya Dengan Tingkat Kesejahteraan Petani Tanaman Pangan Di Tahun 2020 Sebagai Upaya Pemulihan Ekonomi Pada Masa Pandemi Covid-19 Aryadi Solana
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2021 No 1 (2021): Seminar Nasional Official Statistics 2021
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.078 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2021i1.790

Abstract

Selama pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 2,07 persen di tahun 2020. Meskipun demikian, subsektor pertanian tanaman pangan tetap mampu tumbuh sebesar 3,54 persen. Akan tetapi, indikator Nilai Tukar Petani (NTP) tanaman pangan mengalami penurunan terbesar di tahun 2020 dibanding subsektor pertanian lainnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan melakukan analisis prioritas pembangunan subsektor pertanian tanaman pangan di Indonesia pada masa pandemi Covid-19 yang menggunakan kriteria penilaian dari analisis Location Quotient dan analisis Shift Share serta mengidentifikasi karakteristik tiap kelompok prioritas berdasarkan indikator pertumbuhan ekonomi, kontribusi subsektor pertanian tanaman pangan, dan indikator kesejahteraan petani. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karkateristik kelompok Prioritas 1 memiliki potensi terbesar untuk menjadikan subsektor ini sebagai inisiator pemulihan ekonomi, yang kemudian dilanjutkan oleh kelompok Prioritas 2 hingga kelompok Alternatif. Akan tetapi, kelompok Prioritas 1 juga memiliki tantangan terbesar ditinjau dari karakteristik indikator kesejahteraan petani yang memiliki kinerja paling buruk akibat penurunan penerimaan petani tanaman pangan. Dengan demikian, untuk mengoptimalkan subsektor pertanian tanaman pangan sebagai inisiator pemulihan ekonomi, kebijakan pemerintah seharusnya tidak hanya berorientasi terhadap pengurangan biaya produksi petani, tetapi juga perlu mengutamakan kebijakan yang mendorong penyerapan produk-produk pertanian tanaman pangan untuk meningkatkan daya tawar produk yang dihasilkan petani tanaman pangan.
Analisis Spasial Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Indonesia Tahun 2020 Aryadi Solana
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2022 No 1 (2022): Seminar Nasional Official Statistics 2022
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.798 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2022i1.1468

Abstract

Prevalence of Undernoursihment (PoU) is one of the indicators that is a benchmark for achieving the goals of SDG's (2) Zero Hunger. During the Covid-19 pandemic, prevalence of undernoursihment (PoU) in Indonesia increased in 2020 compared to 2019. This study aims at the factors that influence PoU at the provincial level in Indonesia in 2020. Spatial influences need to be taken into account because there is spatial autocorrelation on the prevalence of undernoursihment between provinces, so that the direct and indirect effects of the factors used are also analyzed. From the use of the Spatial Autoregressive Confused (SAC) regression model, it is known that the increase in per capita expenditure, per capita rice production, and the realization of per capita local government social assistance spending have a significant effect in reducing the prevalence of undernoursihment. On the other hand, the increase in average monthly food inflation has a significant effect on increasing the prevalence of undernoursihment. One of the suggestions of this study is that there needs to be government attention in further studying the level of food inflation. Food inflation that occurs without being accompanied by an increase in people's purchasing power, but is caused by the scarcity of raw materials and resources will further reduce the level of public welfare and will have an impact on increasing the prevalence of undernoursihment.