Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN DENGAN FREKUENSI KEKAMBUHAN KELUHAN PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSA GASTRITIS DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD RADEN MATTAHER JAMBI TAHUN 2013 andri, gusti
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 1 No. 2 (2013): THE JAMBI MEDICAL JOURNAL
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jmj.v1i2.1320

Abstract

ABSTRAK Latar belakang : Penyakit gastritis merupakan suatu peradangan mukosa lambung yang paling sering diakibatkan oleh ketidakteraturan diet, misalnya makan terlalu banyak dan cepat atau makan makanan yang terlalu berbumbu. Salah satu faktor yang dapat menimbulkan gastritis adalah kebiasaan makan yang buruk. Angka kejadian penderita gastritis di Rumah Sakit selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan makan terhadap frekuensi kekambuhan keluhan pada pasien dengan diagnosa gastritis.   Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Raden Mattaher Jambi. Data penelitian ini diambil melaui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Sampel penelitian adalah yaitu seluruh pasien yang datang berobat dengan diagnosa gastritis di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Raden Mattaher Jambi sebanyak 34 orang dengan menggunakan tehnik Consecutive Sampling. Hasil : Penelitian menunjukkan 16 orang (47,1%) kebiasaan makannya baik dan 18 orang (52,9%) kebiasaan makannya buruk; 14 orang (41,2%) jarang mengalami kekambuhan keluhan gastritis dan 20 orang (58,8%) sering mengalami kekambuhan keluhan gastritis. Hasil uji analisis data menggunakan uji chi square diperoleh nilai p value = 0,035 (p < 0,05) pada hubungan kebiasaan makan terhadap frekuensi kekambuhan keluhan gastritis. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara kebiasaan makan terhadap frekuensi kekambuhan keluhan pada pasien dengan diagnosa gastritis di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Raden Mattaher Jambi tahun 2013. Kata kunci : Kebiasaan Makan, Frekuensi Kekambuhan keluhan Gastritis.
Studi Korelasional Persepsi kinestetik dengan Kemampuan Passing Pemain Futsal Universitas Negeri Jakarta FITRANTO, NUR; Wardoyo, Hendro; Prabowo, Eko; Paranoan, Andri; Andri, Gusti
Jurnal Segar Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal SEGAR, Volume 11 Nomor 2, Mei 2023
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/segar/1102.02

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan mengetahui keterkaitan atau hubungan antara persepsi kinestetik dengan kemampuan passing pada pemain futsal Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini dilaksanakan di Jakarta, pengambilan data dilaksanakan di Kampus B Fakultas Ilmu Keolahragan Universiatas Negeri Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi korelasional dengan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa klub futsal universitas negeri jakarta. Sampelnya adalah menggunakan random sampling pemain futsal putri sebanyak 19 orang pemain. Instrumen penelitian ini yaitu Tes persepsi kinestetik menendang bola, (2) Tes passing selama 1 menit dengan jarak 10 meter. Hasil penelitian menunjukkan: Terdapat hubunga tidak signifikan antara persepsi kinestetik dengan kemampuan passing, dengan persamaan garis linier Ŷ = 2.39 + 1.76X1, koefisien korelasi ry1 = 0.632 dan koefisien determinasi (ry1)2 = 0.400, yang berarti persepsi kinestetik memberikan kontribusi dalam kemampuan passing sebesar 40% semakin baik persepsi kinestetik pemain futsal semakin tinggi pula kemampuan passing pemain futsal dan masih ada 60% lagi pengaruhi factor lain yag tidak diteliti Kata Kunci: Persepsi Kinestetik, Passing, Futsal Abstract. This study aims to determine the relationship or relationship between kinesthetic perception and passing ability in futsal players, State University of Jakarta. This research was carried out in Jakarta, data collection was carried out at Campus B of the Faculty of Processing Sciences, State University of Jakarta. The method used in this study is a correlational study with a quantitative descriptive method.The population of this study was all students of the futsal club of the state university of Jakarta. The sample was to use random sampling of 19 women's futsal players. The instruments of this study are the kinesthetic perception test of kicking the ball, (2) Passing test for 1 minute with a distance of 10 meters. The results showed: There is an insignificant connection between kinesthetic perception and passing ability, with the linear line equation Ŷ = 2.39 1.76X1, the correlation coefficient ry1 = 0.632 and the coefficient of determination (ry1)2 = 0.400, which means that kinesthetic perception contributes to the passing ability by 40% the better the kinesthetic perception of the futsal player the higher the passing ability of the futsal player and there are still another 60% influence other factors that are not studied Keyword: Kinestetic perception, Passing, Futsal
Improving Student Physical Fitness Through the Indonesian Student Fitness Test (TKPN) as a Basis for Sports Development in Indramayu Regency Fitranto, Nur; Irawan, Andri; Hasibuan, Muchtar Hendra; Prabowo, Eko; Paranoan, Andri; Fadillah Amin, Bazuri; Andri, Gusti
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v6i2.5766

Abstract

Abstract: The aim of this activity is to provide practical field experience in measuring physical fitness for students. The PKM method used is a direct demonstration by collecting student fitness data by PJOK Indramayu teachers. The results of community service using the direct measurement method for a sample of junior high school students showed that the fitness level for the male category was in the Fair category with a scale value of 2.13 and the fitness level for the female category was in the Adequate category with a scale value of 2.65. It is hoped that with this measurement, physical education and health sports teachers in Indramayu district will become more enthusiastic in developing fitness and improving the quality of children's movements so that the quality of children's thinking and creativity in learning and socializing will increase.