This Author published in this journals
All Journal Jurnal Psikologi
Retnaningsih Retnaningsih
Universitas Gunadarma

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

APAKAH ADVERSITY QUOTIENT TERKAIT DENGAN QUARTER-LIFE CRISIS PADA DEWASA AWAL? Jihan Nabila; Retnaningsih Retnaningsih
Jurnal Psikologi Vol 15, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2022.v15i2.6971

Abstract

Perkembangan manusia merupakan hal yang sangat panjang, di mana setiap tahapnya memiliki kompleksitasnya tersendiri. Perubahan serta adaptasi yang dialami dewasa awal dapat memicu kecemasan dan menimbulkan masa krisis seperempat abad atau yang lebih dikenal dengan quarter-life crisis. Quarter-life crisis yang dihadapi dapat dipengaruhi oleh salah satu faktor, yaitu adversity quotient. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara adversity quotient dengan quarter-life crisis pada dewasa awal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Terdapat 125 partisipan dalam penelitian ini yang merupakan dewasa awal dengan rentang usia 18-25 tahun. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui ada hubungan negatif antara adversity quotient dengan quarter-life crisis pada dewasa awal. Semakin tinggi adversity quotientnya maka semakin rendah quarter-life crisis. Sebaliknya, semakin rendah adversity quotientnya maka semakin tinggi quarter-life crisis yang dirasakan. Selain itu, diketaui juga adversity quotient yang dimiliki subjek masuk dalam kategori tinggi dengan quarter-life crisis yang sedang.
KONSEP DIRI REMAJA AWAL PUTRI YANG MENGALAMI OBESITAS Ajeng Furida Citra; Retnaningsih Retnaningsih
Jurnal Psikologi Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang memengaruhi konsep diri remajaawal yang mengalami obesitas, dan juga faktor yang dapat menyebabkan terjadinya obesitaspada remaja awal. Penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan observasi.Subjek penelitian terdiri dari tiga orang yang memiliki karakteristik perempuan, berusiaantara 10-14 tahun, obesitas dan bersekolah di bangku SD atau SMP. Berdasarkanwawancara dan observasi yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa subjek pertama danketiga memiliki konsep diri positif meskipun mengalami obesitas. Subjek kedua memilikikonsep diri negatif. Penyebab terjadinya obesitas pada subjek pertama adalah faktoreksternal yaitu pola makan yang berlebihan sementara subjek kedua dan ketiga sudahmengalami obesitas sejak kecil dan obesitas yang dialami lebih disebabkan faktor genetik.Pada subjek kedua faktor genetik ini juga ditambah oleh kurangnya aktivitas fisik subjek.Sementara pada subjek ketiga selain karena faktor genetik, subjek juga memiliki pola makanyang berlebihan dan juga kurangnya aktivitas fisik subjek serta kebiasaan subjek yang seringmengalihkan diri pada makanan jika sedang merasa kesal.AbstractThe aim of this reseach is to identify factors influencing self-concept in early adolescenscewith obesity and factors influencing the obesity. This is a descriptive reaserch usingqualitative approach. Interview and observation is using for the data collecting. Theparticipants of this research are three people with characteristics such as woman with agerange between 10-14 years old and student at elementary school or junior high school. Theresult shows that the first and third participants have positive self-concept even though theyobese, but the second participant has negative self-concept. The cause of obesity for the firstparticipant is external factor such as excessive eating behavior, but the second and thirdparticipants because of genetic factor. It was getting problematic because of the eatingbehavior showed by the participants.
PENERIMAAN DIRI PADA REMAJA PENDERITA LEUKEMIA Ulfa Rizkiana; Retnaningsih Retnaningsih
Jurnal Psikologi Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leukemia merupakan jenis kanker darah yang paling banyak dijumpai pada usia di bawah 15tahun. Dengan adanya penyakit seperti leukemia pada remaja maka akan mempengaruhisemua aktivitas dan kepribadian pada remaja penderita leukemia. Tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui bagaimana gambaran dari penerimaan diri remaja penderitaleukemia dan faktor-faktor yang berperan dalam penerimaan diri pada remaja penderitaleukemia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berupa studi kasus dengan satusubjek yaitu penderita leukemia jenis ALL stadium satu selama satu tahun. Subjek saatpenelitian dilakukan berusia 14 tahun. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa subjekpenelitian mampu menerima dirinya dengan baik. Hal tersebut ditunjukan dengan adanyapemahaman tentang diri sendiri dan mengenali apa yang menjadi kekurangan dankelebihannya serta adanya harapan yang realistis terhadap keadaan diri dan tidak merasarendah diri dengan adanya penyakit yang dialami subjek. Selain itu subjek memiliki keluargayang sangat mendukung harapan subjek dan teman-teman serta lingkungan yang bersikapbaik sehingga subjek mempunyai penerimaan diri yang baik sebagai remaja penderitaleukemia.AbstractLeukemia is a cancer commonly suffered in adolescent below 15 years old. This disease willaffect adolescent’s daily activities and personality. The aim of this study is to analyze selfacceptancein adolescent with leukemia and factors influencing it. Research approach isqualitative research with case study. The participant of this study is a 14 years oldadolescence with leukemia type ALL first stadium. Result shows that she can accept the realityand had good self-acceptance. It can be described from her understanding of her ill. Sheknows and receives her limitations and excesses. She also feels confidence for her condition.She admitted the support from her family as well as friends and neighbors. The support offamily, friends, and neighbors help her to have good self-acceptance as adolescent withleukemia.