Muhammad Siam Priyono Nugroho
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Analisis Kritis Zonasi Ruang Asrama Panti Teman Surga Indonesia Ditinjau dari Aspek Privasi Visual dan Keamanan Kahfina Aulia; Muhammad Siam Priyono Nugroho
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Privasi dan keamanan merupakan aspek fundamental dalam perancangan asrama panti asuhan berbasis Islam, terutama terkait interaksi antar-gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas zonasi ruang dan tingkat keterpaparan visual pada rancangan Asrama Panti Teman Surga Indonesia di Bekasi yang saat ini dalam tahap konstruksi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis dokumen rancangan melalui simulasi garis pandang (line of sight) pada model 3D dengan landasan teori privasi Altman, Defensible Space Newman, serta prinsip Hijab Spatial. Hasil penelitian menunjukkan adanya kerentanan privasi yang signifikan pada kamar penghuni perempuan di Lantai 1 akibat penempatan yang berdekatan dengan akses pintu masuk utama dan ruang pengasuh laki-laki tanpa adanya ruang transisi yang memadai. Temuan ini menegaskan bahwa zonasi pemisahan gender tetap relevan, namun memerlukan penguatan melalui intervensi arsitektural berupa buffer zone dan visual barrier untuk menjamin perlindungan privasi yang maksimal.
Analisis Kenyamanan Fisik Ergonomi Pengunjung pada Ruang Terbuka Publik Sister City Park Bandung Utsaimin Ibnu Muhammad; Muhammad Siam Priyono Nugroho
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sister City Park Bandung sebagai ruang terbuka publik tematik di pusat kota memiliki tingkat aktivitas rekreasi tinggi dengan karakteristik mixed-use recreational space melalui fasilitas utama tribun multifungsi, ramp, railing, jalur pedestrian, dan area duduk informal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengukuran dimensi langsung di lapangan, observasi perilaku pengguna, dan analisis komparatif terhadap standar ergonomi teknis serta antropometri Indonesia.Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kenyamanan fisik fasilitas utama masih dalam kategori kurang dengan permasalahan utama pada ketidaksesuaian dimensi tribun multifungsi sebagai tempat duduk, kemiringan ramp yang berlebihan, tinggi railing yang tidak memadai untuk keamanan, serta material pedestrian yang licin saat basah. Kesimpulan penelitian menyatakan perlunya redesign tribun hybrid dengan zona terpisah untuk akses dan duduk, penyesuaian ramp, serta peningkatan railing guna meningkatkan kenyamanan fisik pengunjung secara menyeluruh.
Analisis Warna pada Ruang Kelas PAUD EGIS Surakarta terhadap Konsentrasi Anak Wiwitaneo Nurmisspa Aguabila Pehade; Muhammad Siam Priyono Nugroho
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Warna adalah salah satu komponen kunci dalam perancangan ruang kelas yang mempengaruhi fokus konsentrasi anak-anak di usia dini. Warna juga merupakan elemen visual utama dalam ruang kelas PAUD yang berperan penting dalam membentuk suasana belajar dan memengaruhi konsentrasi anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan warna pada ruang kelas PAUD EGIS Surakarta serta pengaruhnya terhadap konsentrasi anak selama proses pembelajaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan acuan Munsell Color System sebagai alat klarifikasi warna objektif, didukung teori psikologi warna. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi visual ruang kelas PAUD EGIS Surakarta, studi literatur, serta kuisioner kepada empat orang guru TK IT MTA Sukoharjo terhadap 4 kelas dengan warna berbeda.Hasil analisis menunjukan bahwa proporsi visual pada warna desain ruang kelas PAUD EGIS didominasi oleh spektrum warna dingin sebesar 77,7%, dengan warna hijau sebagai warna dominan (44,4%) dan biru sebagai warna pendukung fokus (33,3%). Dominasi warna dingin ini berperan dalam menciptakan suasana tenang, menurunkan rangsangan berelbih, serta mendukung fase konsentrasi anak. Sementara itu, warna hangat seperti merah dan oranye sibatasi penggunaan dibawah 22,2% sebagai aksen visual untuk menghindari distraksi dan kelelahan visual. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perancangan warna ruang kelas PAUD yang mendukung konsentrasi dan kenyamanan belajar anak usia dini.
Analisis Tingkat Perncahayaan Alami dan Potensi Silau pada Ruang Kerja Tamansari Hive Office Aisyah Nurul Fitri Putri Apriyanto; Muhammad Siam Priyono Nugroho
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan bidang dinding kaca yang dominan pada bangunan perkantoran modern memberikan keuntungan berupa pencahayaan alami dan citra arsitektur yang modern, namun berpotensi menimbulkan permasalahan kenyamanan visual berupa silau (glare). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh orientasi dan luas bidang dinding kaca terhadap tingkat silau serta kenyamanan visual pengguna ruang kerja pada Tamansari Hive Office di Jakarta Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung dan pengukuran intensitas pencahayaan alami menggunakan alat lux meter pada beberapa titik ruang dan rentang waktu yang berbeda. Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran terhadap standar pencahayaan ruang kerja berdasarkan SNI 6197:2020 serta perhitungan Daylight Factor (DF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas pencahayaan alami pada ruang kerja Tamansari Hive Office sebagian besar melebihi standar yang direkomendasikan, terutama pada ruang yang berdekatan dengan fasad kaca dan pada waktu pagi hingga siang hari. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh orientasi bangunan ke arah timur dan barat, luas bidang kaca yang besar, serta minimnya elemen pengendali cahaya pada fasad. Pencahayaan alami yang berlebihan menyebabkan potensi silau langsung dan silau pantulan yang mengganggu kenyamanan visual pengguna ruang kerja. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengendalian fasad seperti penambahan shading device, penggunaan kaca berperforma tinggi, dan pe ngaturan bukaan untuk meningkatkan kenyamanan visual tanpa mengurangi manfaat pencahayaan alami.
Analisis Kualitas Pencahayaan Alami pada Perumahan Tamansari Cyber Tipe 75 menggunakan Simulasi DIALux Faris Alfatih; Muhammad Siam Priyono Nugroho
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencahayaan alami memiliki peran penting dalam hunian karena berpengaruh langsung terhadap kenyamanan visual penghuni dan efisiensi penggunaan energi. Rumah yang mampu memanfaatkan cahaya matahari secara optimal dapat mengurangi ketergantungan pada pencahayaan buatan pada siang hari. Namun, pada kenyataannya, distribusi pencahayaan alami di dalam rumah sering kali tidak merata, yang dipengaruhi oleh orientasi bangunan, tata letak ruang, serta ukuran dan posisi bukaan. Penelitian ini dilakukan pada rumah tinggal Tipe 75 di Perumahan Tamansari Cyber, Kota Bogor, yang memiliki karakter hunian seragam dan berada di wilayah beriklim tropis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas pencahayaan alami pada setiap ruang serta mengevaluasi kesesuaiannya terhadap standar pencahayaan berdasarkan SNI 6179:2020. Analisis dilakukan melalui simulasi pencahayaan alami menggunakan perangkat lunak DIALux, sehingga diperoleh data tingkat iluminansi cahaya (lux) secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian ruang telah memenuhi standar pencahayaan alami, sementara beberapa ruang lainnya masih berada di bawah standar atau mengalami kelebihan pencahayaan dengan nilai iluminansi tinggi. Perbedaan kualitas pencahayaan tersebut dipengaruhi oleh variasi orientasi bangunan, luas dan posisi bukaan, serta konfigurasi ruang terhadap arah datang cahaya matahari. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran kondisi pencahayaan alami pada rumah tinggal tipe seragam serta menjadi bahan pertimbangan dalam perancangan hunian yang lebih nyaman dan efisien secara energi.
Analisis Sistem Dinding Partisi untuk Kantor yang Efisien dan Berkelanjutan di Jakarta Fendy Eka Febriyatna; Muhammad Siam Priyono Nugroho
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research develops a partition wall system for the renovation of a structural consultant office in Jakarta that faces land limitations and high renovation costs. The system optimizes space efficiency, spatial flexibility, and sustainability by recycling existing coconut coir-reinforced gypsum panels as an economical acoustic performance enhancing material. The results show that partition systems integrated with organic local acoustic materials can improve spatial efficiency to be more flexible, reduce construction waste and reduce the carbon footprint of buildings, support the circular economy and can be applied to respond to business dynamics and challenges of dense urban environments such as Jakarta.
Evaluasi Amenities Ruang Publik pada Taman Hutan Kota GBK Jakarta sebagai Dasar Pengembangan Ruang Publik yang Inklusif Gladys Puspa Ramasta; Muhammad Siam Priyono Nugroho
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, merupakan ruang publik perkotaan yang dimanfaatkan oleh masyarakat dengan kebutuhan yang beragam. Dalam konteks tersebut, kualitas amenities ruang publik seperti toilet umum, toilet difabel, dan musholla memiliki peran penting dalam menunjang kenyamanan, aksesibilitas, dan keberlanjutan penggunaan ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi amenities ruang publik di Taman Hutan Kota GBK dengan menggunakan prinsip Universal Design sebagai dasar analisis serta standar perancangan fasilitas publik sebagai acuan penilaian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan studi literatur. Analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi eksisting fasilitas toilet umum, toilet difabel, dan musholla terhadap prinsip Universal Design dan ketentuan perancangan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amenities ruang publik di Taman Hutan Kota GBK belum sepenuhnya memenuhi prinsip inklusivitas. Temuan utama meliputi keterbatasan kapasitas toilet umum, ketiadaan fasilitas toilet difabel, serta musholla dengan luasan dan fasilitas pendukung yang terbatas, sehingga belum mampu mengakomodasi kebutuhan pengguna secara setara. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan rekomendasi desain berupa penataan ulang layout fasilitas, penyediaan toilet difabel, serta peningkatan aksesibilitas dan keterbacaan ruang sebagai upaya peningkatan kualitas amenities ruang publik yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Studi Bio-Sintesis Fasad (BSF) Hotel Asia: Analisis Kinerja Termal dan Koeksistensi Biodiversitas di Simpang Panggung, Solo Nafis Roziq Bagaskara; Muhammad Siam Priyono Nugroho
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur urban tropis menghadapi krisis keterasingan ekologis, di mana selubung bangunan cenderung steril dan tereduksi menjadi sistem mati. Fenomena ini terlihat nyata di Simpang Panggung, Solo, di mana friksi antara infrastruktur kabel listrik dan burung migran menyebabkan polusi limbah. Penelitian ini mengusulkan konsep Ecosynapse melalui sistem Bio-Sintesis Fasad (BSF) pada Hotel Asia sebagai upaya rekonsiliasi arsitektur dengan biodiversitas. Metode penelitian menggunakan simulasi komputasional parametrik melalui Ladybug Tools untuk memvalidasi performa termal desain secara real-time. Analisis dilakukan secara komparatif dengan mengukur gradien suhu dan indeks UTCI (Universal Thermal Climate Index) antara dinding beton masif eksisting dengan modul BSF yang mengintegrasikan AIBS (Avian-Integrated Bio-System). Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem BSF mampu mereduksi beban panas secara signifikan dengan penurunan suhu permukaan hingga 8,3 K pada jam puncak radiasi. Selain itu, sistem AIBS berhasil menciptakan siklus nutrisi tertutup yang mengubah limbah avian menjadi pupuk vegetatif, sekaligus memitigasi polusi bau dan mendukung koeksistensi biodiversitas urban yang regeneratif.
Evaluasi Desain Sirkulasi Vertikal Horizontal pada Stasiun KRL Sudirman terhadap Aksesibilitas Penumpang Muhamad Rizqi Mustaqim; Muhammad Siam Priyono Nugroho
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stasiun KRL Sudirman memiliki tingkat kepadatan penumpang tinggi pada jam sibuk, sehingga sistem sirkulasi berpengaruh besar terhadap kelancaran dan aksesibilitas pengguna. Kondisi eksisting menunjukkan terjadinya konflik arus pada koridor, peron, serta elemen sirkulasi vertikal akibat keterbatasan ruang dan belum optimalnya pengaturan jalur. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi desain sirkulasi vertikal dan horizontal Stasiun KRL Sudirman berdasarkan prinsip Universal Design. Metode yang digunakan adalah evaluatif-kualitatif melalui observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa lebar koridor dua arah belum memadai, terjadi penumpukan pada tangga dan eskalator, serta akses lift belum terintegrasi dengan alur utama pergerakan. Rekomendasi difokuskan pada pelebaran koridor kritis, pemisahan arus penumpang datang dan berangkat, penataan ulang sirkulasi vertikal, serta penguatan peran lift sebagai jalur akses utama bagi pengguna difabel.
Evaluasi Tata Ruang IGD RSUD Budhi Asih Jakarta terhadap Efisiensi Sirkulasi dan Visibilitas berbasis Space Syntax Queena Damayanti Edza Saputri; Muhammad Siam Priyono Nugroho
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan unit rumah sakit dengan tingkat aktivitas tinggi yang menuntut respons cepat, efisiensi sirkulasi, dan efektivitas pengawasan visual. IGD RSUD Budhi Asih Jakarta memiliki kompleksitas sirkulasi dan kebutuhan pengawasan yang tinggi, sehingga konfigurasi ruang berperan penting dalam mendukung kinerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi sirkulasi dan visibilitas dari perspektif nurse station menggunakan pendekatan space syntax. Metode kuantitatif evaluatif-komparatif diterapkan melalui analisis denah IGD sebelum dan sesudah revisi. Hasil penelitian menunjukkan revisi tata ruang meningkatkan efisiensi sirkulasi dengan konsentrasi nilai integrasi tertinggi pada koridor non-medis yang mengurangi potensi persilangan pada jalur pelayanan medis, dan pada aspek visibilitas perubahan tata ruang mampu meningkatkan jangkauan pandang dan keterhubungan visual terhadap ruang-ruang zona kuning, sementara ruang-ruang zona merah masih menunjukkan keterbatasan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai efektivitas jalur sirkulasi dan efisiensi visibilitas, yang dapat menjadi dasar pertimbangan dalam perancangan tata ruang IGD yang lebih responsif terhadap tuntutan pelayanan medis serta keselamatan pasien.