Wilson Wilson
Rumah Sakit Jiwa Sungai Bangkong Kota Pontianak

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan antara Depresi, Cemas, dan Stres terhadap Frekuensi Bangkitan Kejang pada Pasien Epilepsi Erica Sugandi; Dyan Roshinta Laksmi Dewi; Wilson Wilson
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.18.2.220-228

Abstract

Epilepsi adalah gangguan neurologis kronis pada otak yang ditandai dengan kejang tanpa provokasi minimal dua kali dengan jarak kejang pertama dan kedua lebih dari 24 jam. Sekitar 50 juta orang menderita epilepsi di dunia. Sekitar 1/3 pasien epilepsi menderita depresi, cemas, dan stres. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui korelasi antara depresi, cemas dan stres terhadap bangkitan kejang pada pasien epilepsi di Poli Saraf Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik korelasi numerik berpasangan dengan desain penelitian potong lintang. Total sampel penelitian ini sebanyak 37 orang. Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman dan uji regresi logistik serta dihitung menggunakan SPSS 23. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan terdapat korelasi positif lemah antara depresi, cemas, dan stres terhadap frekuensi bangkitan kejang pada pasien epilepsi. Hasil analisis variabel menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara depresi, cemas, dan stress terhadap frekuensi bangkitan kejang pada pasien epilepsi (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat korelasi antara depresi, cemas, dan stres terhadap frekuensi bangkitan kejang pada pasien epilepsi di Poli Saraf RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak. Perlu dilakukan penelitian yang sama dengan pengambilan jumlah sampel yang lebih banyak dan penambahan variabel berdasarkan onset epilepsi.