Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Nelayan Skala Kecil dengan Pendekatan Penghidupan Berkelanjutan di Tanah Merah Gita Hamzah; Firman Nugroho; Lamun Bathara
JURNAL SOSIAL EKONOMI PESISIR Vol 3 No 4 (2022): Jurnal Sosial Ekonomi Pesisir
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aset-aset penghidupan dan tingkat kesejahteraan rumah tangga nelayan skala kecil (<5 GT) dengan menggunakan pendekatan penghidupan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah metode survei, sedangkan penentuan responden dilakukan secara sensus dan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan wawancara langsung dengan nelayan skala kecil yang berjumlah 45 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nelayan skala kecil di Tanah Merah tergolong tidak sejahtera. Hal ini ditunjukkan oleh rendahhnya kualitas dari aset penghidupan nelayan. Nilai yang telah diperoleh menunjukkan bahwa lima aset penghidupan nelayan berada pada kategori sedang.
Strategi Bertahan Hidup Nelayan Miskin di Kelurahan Lubuk Tukko Baru Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara Dinny Veronica; Firman Nugroho; Lamun Bathara
JURNAL SOSIAL EKONOMI PESISIR Vol 3 No 4 (2022): Jurnal Sosial Ekonomi Pesisir
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret di Kelurahan Lubuk Tukko Baru Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara. Metode yang digunakan dalam penelitan ini adalah metode survei dan teknik penentuan responden dilakukan secara simple random sampling. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi ekonomi dan strategi sosial yang dilakukan oleh nelayan miskin untuk bertahan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ekonomi yaitu strategi penghematan nelayan miskin tergolong dalam kategori sedang, artinya nelayan tersebut sudah berusaha semaksimal mungkin untuk berhemat dalam hal pangan, nelayan lebih mengutamakan pola makan yang teratur untuk menjaga kesehatan tubuh, daripada salah satu anggota keluarga yang sakit dan harus mengeluarkan biaya lagi utuk berobat. Strategi penambahan sumber daya lebih dominan dalam kategori tinggi, artinya nelayan selalu melakukan penambahan sumberdaya dengan baik dan ideal seperti memanfaatkan lahan kosong untuk menanam tanaman pangan dan obat-obatan. Dan strategi sosial berada pada kategori tinggi, artinya nelayan sudah melakukan strategi sosial dengan sangat baik dan selalu menjalin hubungan yang baik dengan lingkungan sosialnya.
PERAN PEMERINTAH DESA DAN KELOMPOK MASYARAKAT DALAM KONSERVASI MANGROVE DI DESA PUTERI SEMBILAN KECAMATAN RUPAT UTARA KABUPATEN BENGKALIS PROVINSI RIAU Yori Amalia; Firman Nugroho; Ridar Hendri
JURNAL SENPLING MULTIDISIPLIN INDONESIA Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/jsmi.v4i1.40

Abstract

Mangrove forests play an important role in maintaining the balance of coastal ecosystems, but their management still faces various challenges, including in Puteri Sembilan Village, North Rupat District, Bengkalis Regency, Riau Province. This study aims to analyze the role of the village government and community groups in mangrove forest conservation and identify the supporting and inhibiting factors. The study uses a descriptive qualitative approach through in-depth interviews, observation, and documentation. Data are analyzed thematically to describe the dynamics of roles and influencing factors. The results of the study show that the village governments acts as a regulator, facilitator, and initiator in mangrove conservation. The implementation of these roles is influenced by institutional capacity, resource availability, budget management mechanisms, and coordination between levels of government. The priority of village development oriented towards the economic and infrastructure sectors also influences the integration of conservation programs into their management still faces various challenges, including in Puteri Sembilan Village, North Rupat District, Bengkalis Regency, Riau Province village planning. Meanwhile, community groups through the Forest Farmers Group have show initiative in planting, simple nurseries, and area monitoring activities. However, these activities are still developing in technical aspects and have not been integrated with the strengthening of educational and economic functions. Overall, mangrove conservation in Puteri Sembilan Village requires institutional capacity building and improved coordination to ensure more structured and sustainable management