This Author published in this journals
All Journal Majalah Farmaseutik
Dyah A Perwitasari
Instalasi Farmasi RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Cost Consequence Analysis Analysis Penggunaan Antibiotik pada Penyakit Apendisitis di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Farah Widya Kautsari; Dyah A Perwitasari; Endang Yuniarti
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v18i3.70312

Abstract

Apendisitis merupakan salah satu penyakit tidak menular tertinggi di Indonesia pada rawat inap di rumah sakit. Sehingga pengobatan apendisitis perlu dikontrol, salah satunya dengan penggunaan Clinical Pathway (CP). Clinical pathway (CP) merupakan salah satu strategi untuk meminimalkan pemakaian sumberdaya. Untuk itu, diperlukan penelitian untuk menganalisis biaya penggunaan antibiotik pada pasien apendisitis yang sesuai clinical pathway pada pasien apendisitis di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Rancangan penelitian ini adalah cohort retrospektif dengan metode penelitian Cost Consequence Analysis (CCA) pada pasien rawat inap apendisitis dengan perspektif Rumah Sakit. Sampel pada penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu sesuai clinical pathway dan tidak sesuai dengan clinical pathway. Data yang diambil adalah data biaya medis langsung pasien apendisitis, kesesuaian clinical pathway dan LOS pada periode Januari-Desember 2019. Data tersebut dianalisis kesesuaian penerapan clinical pathway-nya kemudian dilihat konsekuensinya berupa LOS dan biaya medis langsung. Hasil penelitian akan ditampilkan dalam bentuk tabel dan dianalisis secara deskriptif. Terdapat 73 pasien yang masuk dalam subyek penelitian. Jumlah pasien yang sesuai clinical pathway 55 pasien (75,3 %) dan yang tidak sesuai clinical pathway 18 pasien (24,7 %). Kesesuaian peresepan antibiotik sesuai CP sebesar 73,97%. 2. Biaya medis langsung total kelompok sesuai CP (ceftriaxone) adalah Rp 7.681.672 dengan rincian biaya obat sebesar 2.528.560 dan biaya jasa Rp 5.153.112. Sedangkan kelompok tidak sesuai CP adalah Rp 8.489.481 dengan rincian biaya obat sebesar Rp 3.016.539 biaya jasa Rp 5.603.342. LOS kelompok sesuai CP adalah 3,18 hari sedangkan kelompok tidak sesuai CP adalah 4,33 hari. Perbedaan biaya medis langsung dari kelompok sesuai CP dan tidak sesuai CP dengan INA-CBG’s adalah Rp 431.304 dan Rp 985.227. Berdasarkan uji chi square terdapat hubungan yang signifikan antara kesesuaian CP dengan lama rawat inap dengan RR 1,517 dan p value 0,03. Kesimpulan bahwa penerapan clinical pathway pasien apendisitis di Rumah Sakit dapat memperpendek LOS dan menghemat biaya medis langsung.