Ichmi Yani Arinda R.
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sedekah Bumi (Nyadran) sebagai Konvensi Tradisi Jawa dan Islam Masyarakat Sraturejo Bojonegoro Ichmi Yani Arinda R.
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 16, No 1 (2014): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.164 KB) | DOI: 10.18860/el.v16i1.2771

Abstract

“Sedekah Bumi (Nyadran)” is a tradition preserved by the society of Sraturejo, Bojonegoro. This research describes Nyadran by researcher using ethnographic design. The result shows that Nyadran is carried out after harvest crops of the whole Sraturejo people. The purposes of Nyadran are first, to express gratitude to God for the blessings given to the public with an abundant harvest. Second, to respect  the ancestors for the merits of opening the land as a place to live in the society as well as to look  for a living. Third, the implementation of Nyadran can strengthen inter-community solidarity with one and another. Fourth, it preserves the native cultures. The benefits that have been perceived by  Sraturejo society by holding the tradition of Sedekah Bumi (Nyadran )is the society  feel a closer sense to the Creator, away from distractions (reinforcements) and diseases, better yields. Sedekah bumi (Nyadran) merupakan sebuah tradisi yang dilestarikan oleh masyarakat Sraturejo, Bojonegoro. Penelitian ini mendeskripsikan Nyadran menggunakan metode etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nyadran dilaksanakan setelah masyarakat Sraturejo panen hasil bumi secara serentak. Tujuan diadakannya Nyadran yaitu, pertama, untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan kepada masyarakat dengan adanya hasil panen yang melimpah. Kedua, untuk menghormati para leluhur yang telah berjasa dalam membuka lahan (babat alas) sebagai tempat huni masyarakat sekaligus tempat untuk mencari kehidupan. Ketiga, adanya pelaksanaan Nyadran dapat memperkuat solidaritas antar masyarakat satu dengan lainnya. Keempat, dilestarikannya budaya-budaya asli daerah. Manfaat yang selama ini diperoleh masyarakat Sraturejo dengan diadakannya tradisi Nyadran yaitu masyarakat merasakan rasa lebih dekat dengan Sang Pencipta, jauh dari gangguan (bala) dan penyakit, hasil panen lebih baik.