April Imam Prabowo
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Mengenal Primary Care Network: Metode Gotong Royong Akselerator Penguatan Layanan Kesehatan Primer April Imam Prabowo
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.76236

Abstract

Layanan kesehatan primer yang kuat merupakan fondasi pembangunan ketahanan sistem kesehatan nasional dalam menyehatkan seluruh masyarakat dan membangun kemajuan bangsa. Setiap penyediaan layanan primer di komunitas perlu merepresentasikan visi layanan kesehatan primer yang kuat. Untuk mewujudkan hal tersebut, terdapat sebuah metode penyediaan layanan primer terkini yang disebut Jejaring Layanan Primer (Primary Care Network/PCN). PCN merupakan pengelompokan beberapa praktik dokter umum/dokter keluarga dengan tenaga kesehatan dan tenaga pendukung kesehatan di layanan primer ke dalam sebuah jaringan terpimpin dengan pengorganisasian formal di tingkatan lokal yang menjaga tingkat otonomi tiap pihak dalam taraf optimal, tersebar luas di berbagai lokasi geografis sebagai komponen resmi dalam sistem kesehatan nasional dengan pembiayaan utama dari negara. PCN saat ini belum teraplikasikan di Indonesia. Tinjauan pustaka naratif ini bertujuan untuk memperkenalkan PCN kepada pembaca Indonesia. Tinjauan pustaka naratif ini menggunakan sumber artikel jurnal dengan peninjauan sejawat yang terindeks di pusat data PubMed. Penelusuran daftar pustaka dari artikel jurnal tersebut dan pustaka abu-abu yang relevan dicari melalui pencarian Google. PCN membawa beragam layanan yang lebih lengkap, lebih efektif, dan lebih efisien untuk menjadi lebih dekat ke masyarakat. Hal tersebut membutuhkan kepemimpinan yang kuat mengelola keberagaman (profesi/sektor yang terlibat, kesenjangan dan ketidakadilan kesehatan di lapangan), waktu pembangunan yang tidak singkat, jaminan ketercapaain manfaat pembiayaan dan pendapatan, komitmen dokter melakukan interaksi berkala dengan pasien, serta metode pemantauan dan evaluasi yang peka. Penerapan PCN di Indonesia akan menjadi pembaharuan lanjutan dalam transformasi sistem kesehatan nasional. Tindak lanjut dari kalangan cendekiawan, pelaksana, dan penentu kebijakan untuk mengolah manfaat dan risiko prospek penerapan PCN di Indonesia sangat dibutuhkan. Keberhasilan menerapkan PCN dalam konteks Indonesia menjanjikan penguatan layanan kesehatan primer, dan menyokong percepatan peningkatan pencapaian target kesehatan lokal, nasional, dan global.