Mortar ECC merupakan material komposit yang tersusun atas semen, pasir silika, air, zat additive , material cementitious dan tidak menggunakan agregat kasar (kerikil). Proses produksi semen portland menghasilkan karbon dioksida (CO2) yang dilepas ke atmosfir sehingga dapat merusak lingkungan. Oleh karena itu dalam penelitian ini digunakan semen kurang dari 500 kg/m3. Untuk mendukung mortar ECC yang ramah lingkungan, maka dalam penelitian ini digunakan limbah berupa fly ash dan abu sekam padi sebagai material cementitous. Berdasarkan hasil pengujian chemical content, senyawa silika oksida (SiO2) yang terkandung dalam fly ash dan abu sekam padi secara berurutan adalah sebesar 34,88% dan 81,28%. Kandungan senyawa silika oksida (SiO2) dalam fly ash dan abu sekam padi diharapkan efektif bereaksi pada saat proses hidrasi semen.Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental guna mengetahui pengaruh penambahan ASP dan persentase optimum FA sebagai bahan tambah dalam campuran mortar ECC LVFA. Variasi persentase FA dan ASP yang digunakan sebesar 0%, 5%, 10%, dan 15% dari berat semen total dengan jumlah benda uji untuk setiap variasinya sebanyak 3 buah. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 1 hari menggunakan benda uji berbentuk silider dengan ukuran diameter 10 cm dan tinggi 20 cm.Dari hasil pengujian diperoleh kuat tekan optimum sebesar 59,398 MPa pada umur 28 hari yang dihasilkan oleh MD15-10. Hasil ini 109,724% lebih tinggi dari kuat tekan MA0-0 (kontrol) yang menghasilkan kuat tekan 28,322 MPa. Secara keseluruhan penggunaan FA dan ASP sampai dengan 15% memberikan hasil kuat tekan yang lebih tinggi dibandingkan dengan MA0-0 (kontrol).Kata kunci: Mortar ECC, fly ash, abu sekam padi, kuat tekan