Irfansyah Irfansyah
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kabupaten Kapuas

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Problematika Pembelajaran Bahasa Indonesia Berkaitan Dengan Penggunan Campur Kode Dan Alih Kode Guru Dalam Kegiatan Pembelajaran di Tingkat Madrasah Tsanawiyah Irfansyah Irfansyah
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 16, No 6 : Al Qalam (November 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v16i6.1255

Abstract

Bahasa adalah salah satu ciri yang paling khas yang membedakan manusia dengan makhluk lain. Bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi. Melalui bahasa manusia dapat bertukar pikiran, menyampaikan gagasan, dan berinteraksi dengan sesamanya. Peristiwa alih kode dan campur kode pada umumnya masih banyak ditemukan dalam berbagai kegiatan di Madasarh Tsanawiyah Negeri 8 Tabalong Kalimantan Selatan. Hal ini disebabkan oleh keterikatan penutur dengan bahasa yang digunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan alih kode dan campur kode penting diperhatikan dalam kegiatan pendidikan, khususnya saat interaksi pembelajaran. Dengan memperhatikan penggunaan bahasa dengan tepat, maka hasil belajar mengajar dapat berjalan efektif dan efisien. Seorang guru bahasa Indonesia, sebaiknya menghindari penggunaan campur kode. Penggunaan campur kode yang terlalu banyak dalam proses belajar mengajar merupakan fenomena yang kurang baik. Hal ini mengingat guru adalah contoh teladan bagi peserta didiknya dalam pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar. Guru menggunakan alih kode pada proses pembelajaran mungkin saja diperbolehkan, seperti berfungsi sebagai penguatan pada materi yang disampaikan. Namun, jika peralihan kode tersebut berkelanjutan atau tidak sesuai dengan situasi dan komunikasi tertentu, maka hal tersebut akan mengarah kepada kesalahan berbahasa. Pada hakikatnya, penggunaan alih kode yang dilakukan oleh guru dalam menyampaikan materi pelajaran tidak salah apabila sesuai dengan konteks dan tujuan pembelajaran karena situasi sangat mempengaruhi ragam bahasa yang digunakan