Heni Susanty
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN KAPUAS MADRASAH ALYAH NEGERI  KAPUAS KABUPATEN KAPUAS

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Problematika Pembelajaran Kimia Peserta Didik Pada Pemahaman Konsep Dan Penyelesaian Soal Soal Hitungan Heni Susanty
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 16, No 6 : Al Qalam (November 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v16i6.1278

Abstract

Menyadari belum optmalnya kemampuan peserta didik pada penyelesaian soal soal hitungan kimia stoikiometri dan konsep mol yang ditandai dengan masih rendahnya ketuntasan kelas rata-rata 60% - 65% peserta didik belum mencapai KKM yang telah ditetapkan , menuntut guru melakukan perbaikan pembelajaran, agar kemampuan peserta didik terhadap materi stoikiometri perhitungan kimia konsep mol dapat meningkat. Selama ini, guru hanya menyajikan pembelajaran tentang soal soal perhitungan kimia  stoikiometri perhitungan kimia konsep mol hanya dengan menggunakan metode ceramah dan metode penugasan tanpa refleksi sehingga peserta didik  tidak aktif dan tida mendapat pengalaman belajar yang bermakna sesuai dengan konteks dan pengalamamnnya sehari-hari. Oleh karena itu kemampuan dan aktifitas peserta didik perlu ditingkatkan. Fakta-fakta yang mengindikasikan adanya kesulitan belajar kimia Untuk memberikan gambaran tentang kesulitan belajar kimia, beberapa informasi telah dikumpulkan dari mailing list para penggemar kimia, penelitian-penelitian (mahasiswa S1, S2 dan S3)  dan informasi lain yang yang mengindikasikan adanya kesulitan belajar. Informasi yang ditemukan ada yang berupa data-data kuantitatif, seperti prosentase siswa yang berhasil mengerjakan tes, nilai rata-rata ujian, atau dapat berupa data kualitatif dari hasil angket dan wawancara dengan siswa yang berupa bentuk-bentuk kesulitan belajar. Kesulitan yang dialami siswa adalah: 1) Dirasa sulit memnghubungkan antar konsep; 2) Diperlukan kemampuan dalam memanfaatkan kemampuan logika matematika dan bahasa (tidak semua siswa punya 3 kemampuan sekaligus); 3) Perlu daya juang yang tinggi dalam memahami dan menyelesaikan setiap soal. 4) Pemahaman antara teori dan praktik sering tidak nyambung. kemampuan matematikanya  rendah  cenderung tidak tertarik untuk mempelajari kimia. Masalah lain juga ditemui di pelosok-pelosok daerah kebanyakan peseta didik  kurang memenuhi prasyarat belajar kimia seperti matematika, logika dan bahasa. Memang kimia tidak melulu matematika, tetapi juga berisi konsep lain yang tidak selalu berbau matematik.