Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pemikiran Al-Jîlî Tentang Insân Kamîl dan Relevansinya Dengan Tujuan Pendidikan Nasional Azizah HAnum OK; Hasan Bakti Nasution; Nurun Nisa
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 02 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i02.3475

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Al-Jîlî tentang Insân Kamîl    dan relevansinya dengan tujuan pendidikan nasional. Jenis Penelitian menggunakan penelitian kualitatif non-interaktif yakni analisis konsep/isi (content analysis) dalam pendekatan penelitian studi tokoh. Sumber data penelitian  ini adalah buku Insan kamil  yang ditulis oleh Al-Jîlî sebagai data primer, dan jurnal,  artikel serta buku-buku lain yang terkait dengan tema penelitian ini sebagai sumber data sekunder.   Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa menurut Al-Jîlî Insân Kamîl    adalah manusia sempurna yang mencapai tingkat tertinggi dalam perkembangan rohani sebagai cerminan al-Ḥaq yang terdapat dalam dirinya nama-nama dan sifat-sifat ilâhîyah yang menyirnakan sifat-sifat hudust (kebaharuan) dalam dirinya, bukan berarti penyatuan Allah dengan seorang hamba, akan tetapi masuknya cahaya Allah kepada diri seorang hamba, untuk membuktikan eksistensi Allah swt, sebagai satu-satunya zat yang baqâ’ (kekal). Proses munculnya Insân Kamîl    harus melalui beberapa tahapan yaitu tajallî  al-af’âl al-Ḥaq, tajallî  al-asmâ’ al-Ḥaq, tajallî  al-shifah al-Ḥaq, tajallî  dzat al-Ḥaq. Adapun tingkatan Insân Kamîl    yaitu al-bidâyah,  al-tawasûṭ, al-khitâm. Pemikiran Al-Jîlî mengenai Insân Kamîl    tentunya relevan dengan tujuan pendidikan nasional,  yakni tujuan pendidikan nasional memiliki kriteria-kriteria yang dapat membangun karakter dan moralitas serta spiritualitas pada diri peserta didik serta mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki peserta didik, sehingga dapat dikatakan bahwa isi dari tujuan pendidikan nasional menjadi tahapan dasar yang dapat membentuk peserta didik menjadi Insân Kamîl. 
Pendidikan Karakter dalam Pandangan Ibnu Miskawaih dan Relevansinya dalam Dunia Pendidikan Nurun Nisa
Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Juli : Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/miftahulilmi.v2i3.181

Abstract

Krisis moral yang melanda dunia pendidikan modern menuntut pendekatan pendidikan karakter yang lebih mendalam dan integral. Meskipun kebijakan seperti Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) telah digulirkan, implementasinya seringkali hanya bersifat simbolis dan tidak menyentuh akar pembinaan jiwa peserta didik. Studi ini mengkaji konsep pendidikan karakter dalam pandangan Ibnu Miskawaih, seorang filsuf Muslim abad ke-10, yang menekankan pentingnya penyucian jiwa (tazkiyat al-nafs), pembiasaan amal saleh, dan peran akal dalam membentuk perilaku moral. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui telaah kritis terhadap karya utama Ibnu Miskawaih, Tahdzib al-Akhlak, serta sumber sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep karakter menurut Ibnu Miskawaih tidak hanya menekankan aspek lahiriah, tetapi juga pembentukan moral batiniah melalui integrasi spiritual, intelektual, dan etis. Pendekatannya yang menyeimbangkan akal dan nafsu menjadi sangat relevan dalam merespon degradasi moral, krisis integritas, dan pragmatisme pendidikan saat ini. Studi ini menyimpulkan bahwa pemikiran Ibnu Miskawaih dapat dijadikan fondasi bagi pengembangan kurikulum karakter yang tidak hanya mencerdaskan secara kognitif, tetapi juga membentuk manusia berakhlak dan bermartabat. Studi ini juga merekomendasikan integrasi nilai-nilai klasik Islam ke dalam sistem pendidikan nasional sebagai langkah strategis menuju pendidikan yang transformatif dan berakar pada nilai spiritual.
THE ROLE OF ISLAMIC EDUCATION IN OVERCOMING BULLYING IN SMP NEGERI 4 LUBUK PAKAM: Peran Pendidikan Islam Dalam Mengatasi Bullying Di Smp Negeri 4 Lubuk Pakam nisa, nurun; Maisarah, Maisarah
Piwulang: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 7 No. 2 (2025): edisi MARET
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/gks74169

Abstract

Bullying among junior high school students is still a serious problem that negatively affects the psychological and social well-being of students. This study aims to analyze the role of Islamic education in preventing and overcoming bullying behavior at SMP Negeri 4 Lubuk Pakam. The approach used in this research is qualitative with descriptive method. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies involving Islamic Religious Education (PAI) teachers, students, and school policies related to bullying prevention. The results showed that the internalization of Islamic religious values contributes to shaping the character of students who are more tolerant, empathetic, and respectful of others. However, the approach used by schools in dealing with bullying is still reactive, focusing more on counseling and mediation after the incident rather than preventive strategies. Islamic education has provided a moral foundation for students, but its effectiveness is still affected by less interactive teaching methods. To increase the effectiveness of Islamic education in preventing bullying, innovations in learning methods are needed, such as group discussions, case simulations, and family involvement in building a positive social environment. The implication of this study shows that the integration of Islamic education with a more interactive and systematic approach can strengthen bullying prevention efforts in schools.
The integration of Islamic deliberative values in party politics: A case study of PDI Perjuangan Deli Serdang branch Muhammad Fachrurrozy; Hasyimsyah Nasution; Junaidi Junaidi; Nurun Nisa
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 9 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v9i2.40468

Abstract

The limited involvement of local party members in political decision-making processes reflects the persistent weakness of internal democratic practices within political parties. This issue is crucial to examine as it contradicts the values of deliberation (musyawarah) upheld in Indonesia's political system and in Islamic teachings. This study focuses on the implementation of musyawarah in political decision-making within the Branch Leadership Council (DPC) of the Indonesian Democratic Party of Struggle (PDI Perjuangan) in Deli Serdang Regency. It explores its relevance to the Islamic concept of shura. Employing a qualitative approach with a phenomenological design, data were collected through in-depth interviews and direct observations of the party’s decision-making processes. The findings indicate that while musyawarah is formally practiced, it does not fully reflect the principles of shura, which emphasize equality, justice, and active participation of all members. This study offers a concrete contribution by proposing a model of political decision-making grounded in Islamic shura values to strengthen substantive democracy at the local level.   Minimnya keterlibatan kader partai tingkat lokal dalam proses pengambilan keputusan politik menunjukkan masih lemahnya praktik demokrasi internal dalam partai politik. Kondisi ini penting untuk dikaji karena bertentangan dengan nilai-nilai musyawarah yang dijunjung dalam sistem politik Indonesia dan ajaran Islam. Penelitian ini berfokus pada pelaksanaan musyawarah dalam pengambilan keputusan politik di Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Deli Serdang, serta menelusuri relevansinya dengan prinsip syura dalam perspektif Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis, melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap proses pengambilan keputusan di lingkungan partai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan musyawarah telah dilakukan secara formal, namun belum sepenuhnya mencerminkan prinsip syura yang mengedepankan kesetaraan, keadilan, dan partisipasi aktif semua anggota. Penelitian ini berkontribusi secara konkret dalam bentuk rekomendasi model pengambilan keputusan politik berbasis nilai-nilai syura Islam yang dapat memperkuat demokrasi substansial di tingkat lokal.
THE EFFECTIVENESS OF THE GAMIFICATION-BASED JOYFUL LEARNING APPROACH IN IMPROVING ASMAUL HUSNA UNDERSTANDING Nurun Nisa; Asdiana Asdiana; Maisarah Maisarah
EDURELIGIA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Nurul Jadid University, Paiton Probolinggo, East Java

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/edureligia.v9i2.12807

Abstract

This study aimed to analyze the effectiveness of gamification-based Joyful Learning in improving the understanding of Asmaul Husna. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental design of the non-equivalent control group type. The subjects of the study were 62 grade VII students at one of the Deli Serdang State Junior High Schools which were divided into experimental and control classes. Data were obtained through comprehension tests (pre-test and post-test), motivation questionnaires, and observations. The results showed that the average post-test score of the experimental class (82.3; SD = 6.4) was higher than the control class (74.1; SD = 7.1). The motivation score of students in the experimental class (M = 46.3) was also higher than that of the control class (M = 42.2). Independent t-tests showed significant differences (p < 0.05). These findings proved that gamification-based Joyful Learning was effective in increasing students' understanding and learning motivation. Although limited in the number of samples and time, this study opened up opportunities for the development of gamification in islamic religious education learning.
Sinergi Seni, Bahasa, dan Religi: Program Psikososial bagi Remaja Korban Banjir Pante Bidari, Aceh Timur Nurun Nisa; Dinda Destari; Seprina Yana Alidha; Zuhrahmi Zuhrahmi; Elmi Novita
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 1 : INTEGRASI (JANUARI-JUNI 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i01.286

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung pemulihan psikososial remaja korban banjir melalui pendekatan integratif berbasis seni, bahasa, dan religi di Pante Bidari, Aceh Timur. Kegiatan dilaksanakan pada 13–16 Februari 2026 dengan melibatkan 50 peserta berusia 16–18 tahun dari SMAN 1 Pante Bidari dan MAN Pante Bidari. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan tahapan identifikasi kebutuhan, perencanaan program, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan meliputi aktivitas ekspresi seni untuk membantu peserta menyalurkan emosi, kegiatan komunikasi melalui diskusi dan berbagi pengalaman untuk meningkatkan kepercayaan diri, serta penguatan nilai religi melalui refleksi spiritual untuk membangun ketahanan psikologis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pada aspek emosional, sosial, dan kepercayaan diri peserta. Peserta menjadi lebih terbuka dalam mengekspresikan perasaan, lebih aktif dalam berinteraksi, serta menunjukkan kondisi emosional yang lebih stabil. Program ini juga memberikan ruang aman bagi remaja untuk berbagi pengalaman dan membangun dukungan sosial