Utami Utami
Institut Teknologi Nasional Bandung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Filosofi Islam Dalam Rancangan Arsitektur Masjid Agung Trans Studio Bandung Utami Utami; Kristopo Sarimandala Putra; Stevine Surya Murti; Wahyu Arga Arthanti; Reza Tri Kurniawan
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 7, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v7i3.3701

Abstract

Abstrak Penelitian ini berupaya mengupas penerapan filosofi Islam yang terdapat pada rancangan arsitektur bangunan Masjid Agung Trans Studio Bandung. Untuk memahami rancangan arsitektur bangunan masjid tersebut, maka di sini dilakukan metode kualitatif berdasarkan observasi langsung pada Masjid Agung Trans Studio Bandung dan wawancara kepada Projek Manager masjid tersebut mengenai informasi-informasi terkait masjid. Penelitian ini tidak bermaksud untuk memberikan suatu penelitian (Judgement) yang bersifat subjektif, tetapi merupakan suatu usaha untuk dapat memahami suatu proses perancangan arsitektur masjid berdasarkan filosofi serta kaidah-kaidah Islam yang terkandung di dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi. Lingkup studi penelitian ini mencakup penerapan filosofi Islam yang di uraikan berdasarkan orientasi bangunan, bentuk bangunan, fasade bangunan, zoning, dan interior bangunan dilengkapi oleh informasi-informasi terkait filosofi Islam, sehingga memudahkan para pembaca memahami apa saja filosofi ataupun kaidah-kaidah Islam terkait perancangan suatu masjid. Landasan filosofi Islam yang ada menjadi rujukan bagi para arsitek untuk merancang sebuah tempat ibadah. Tahap selanjutnya arsitek dapat memadupadankan filosofi Islam tersebut dengan perkembangan teknologi dan trend arsitektur saat ini, serta dengan olahan imajinasi yang terbentuk dalam memori masyarakat secara umum. Kata Kunci : Filosofi Islam, Masjid Agung Trans Studio Bandung.
New building development at cultural heritage building “Masjid Besar Cipaganti” Bandung Utami Utami; Dede Rizkhianda Harahap; M Rafii Putra Atthariq; Havi Medio Nur Fauzan; Nazhif M Nazhim
Jurnal Arsitektur Archicentre Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Arsitektur Archicentre
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Sains dan Teknik (F-INTEN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As one of the cultural heritage buildings, especially in the city of Bandung, the Cipaganti Great Mosque which is located on Jl. Cipaganti No 85 has historical value as well as its beauty and architectural uniqueness. Prof. Kemal C.P Wolff Schoemaker designed this mosque and began construction on February 7, 1933, until it was completed on January 27, 1934. Over time, there have been many changes in the Cipaganti Great Mosque building when compared to the initial building. Building development is needed at this time to meet capacity demands, which will affect the existence of the existing mosque building as a cultural heritage building. Overcoming these problems, it is necessary to conduct further research to identify the application of cultural heritage building elements to the Cipaganti Great Mosque by adding new buildings that aim to provide educational value to the community in the hope that historical values in this building and other buildings will not be lost and will continue to be sustainable. until whenever. This study uses a descriptive analysis method by making direct observations at the location of the Cipaganti Great Mosque by observing the building characteristics, functions, and architectural elements related to the development of new buildings. Based on the identification results, it was found that the new building of the Cipaganti Great Mosque still refers to the old building in its development process, both in exterior and interior elements, with modifications to the use of new materials.
Identifikasi kerentanan entrance bangunan non-rekayasa sebagai dasar strategi desain fasad untuk mitigasi risiko gempa Nitih Indra Komala Dewi; Wahyu Buana Putra; Bambang Subekti; Utami Utami; Heru Wibowo
Jurnal Desain Vol 13 No 4 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i4.4910

Abstract

Aktivitas Sesar Lembang berpotensi memicu guncangan seismik hingga skala VIII MMI yang berisiko tinggi terhadap kerusakan dinding, plesteran, dan atap bangunan sederhana. Sebagian besar bangunan hunian di kawasan ini adalah bangunan non-rekayasa (non-engineered buildings) tanpa memiliki pertimbangan terhadap risiko gempa. Pada tipologi ini, pintu masuk pada bangunan umumnya menjadi satu-satunya jalur evakuasi sehingga kegagalan fungsionalnya berdampak langsung terhadap keselamatan jiwa penghuni. Meskipun demikian, literatur terdahulu cenderung memperlakukan pintu masuk sebatas elemen estetis atau selubung bangunan (building envelope) pasif, tanpa mengevaluasi performa spasial-tektoniknya sebagai sistem jalur mitigasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kerentanan spasial-konstruktif pintu masuk serta merumuskan kerangka kriteria perancangan bukaan aman gempa. Melalui pendekatan kualitatif-analitis, observasi berbasis purposive sampling dilakukan terhadap 12 unit hunian di Kelurahan Sariwangi (radius 3 km dari Sesar Lembang) yang ditelaah menggunakan tujuh indikator teknis-spasial aksesibilitas mitigasi. Hasil analisis mengungkapkan kerentanan sistemik: 58% bangunan bergantung pada akses tunggal (single-egress vulnerability), ketiadaan zona bebas reruntuhan (debris-free zone) akibat kerapatan antarbangunan yang tinggi, serta dominasi material fasad berbobot masif tanpa elemen pengaku struktural (kolom praktis dan ring balok) di sekitar bukaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kegagalan fungsi pintu masuk bukan sekadar masalah komponen pintu secara terisolasi, melainkan akibat interaksi komposit antara materialitas fasad dan konfigurasi spasial mikro di sekitarnya. Penelitian ini berkontribusi menyediakan kerangka evaluasi awal (preliminary) kerentanan bukaan yang berpotensi menjadi dasar penyusunan pedoman preskriptif perancangan arsitektur tahan bencana di kawasan rawan gempa, dengan validasi lebih lanjut.