This Author published in this journals
All Journal REKA KARSA
Hasbi Ady Pradipta
Institut Teknologi Nasional Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Upaya Pelestarian Bangunan Cagar Budaya pada Gedung Negara-Cirebon Hasbi Ady Pradipta
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 7, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v7i3.7934

Abstract

AbstrakKota Cirebon merupakan kota yang memegang peran penting dalam bidang perdagangan di masa kerajaan maupun era kolonial Belanda, sehingga menjadi pertimbangan Belanda untuk mendirikan keresidenan. Kawasan Kejaksan dipilih sebagai pusat aktivitas masyarakat Belanda, oleh karenanya hingga saat ini banyak ditemukan bangunan dengan gaya kolonial. Sejalan dengan berkembangnya teknologi, ekonomi dan pengetahuan maka banyak bangunan bersejarah terlupakan, salah satunya adalah Gedung Negara yang telah dinyatakan sebagai bangunan cagar budaya. Penelitan ini bertujuan untuk mengobservasi bagaimana adaptasi Gedung Negara terhadap fungsi baru terkait beberapa kali mengalami perubahan fungsi sejak diserahkan kepada Pemerintah Indonesia hingga saat ini. Penelitian ini dimulai dengan membaca berbagai buku mengenai sejarah Gedung Negara dan melakukan observasi ke lapangan untuk memperoleh data yang kemudian dianalisis secara kualitatif dengan metoda deskriptif komparatif yang membandingkan antar teori adaptive reuse dan alih fungsi pada Gedung Negara. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa penambahan dan perubahan terjadi hanya pada ruang dalam sedangkan keaslian facade dan bentuk tetap terjaga sesuai dengan ketentuan bangunan cagar budaya kelas B. Diharapkan alih fungsi yang telah dilakukan pada Gedung Negara dapat ditiru oleh gedung-gedung cagar budaya lainnya baik di kota Cirebon maupun di kota-kota lain sehingga dengan alih fungsi bangunan cagar budaya sebagai warisan budaya bangsa dapat dilestarikan.Kata kunci: Bangunan Cagar Budaya, Adaptive re-use, Bangunan Warisan Kolonial, Gedung Negara