p-Index From 2021 - 2026
1.203
P-Index
This Author published in this journals
All Journal REKA RACANA
Erma Desimaliana
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Pushover terhadap Ketidakberaturan Horizontal pada Struktur Gedung Baja Komposit Erma Desimaliana; Nessa Valiantine Diredja; Rizky Syahputra
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 8, No 2: Juli 2022
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v8i2.118

Abstract

ABSTRAKKota Bandung merupakan salah satu daerah dengan potensi bencana cukup tinggi yang disebabkan oleh alam terutama gempa bumi. Gempa bumi dapat menyebabkan terjadinya kerusakan baik struktural maupun nonstruktural pada gedung. Penggunaan material baja komposit pada elemen kolom menjadi solusi untuk mengatasi terjadinya kerusakan struktur gedung akibat beban gempa, karena memiliki kekuatan dan daktilitas yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kinerja struktur gedung baja dengan kolom komposit terhadap ketidakberaturan horizontal menggunakan analisis pushover berdasarkan SNI 1726:2019 dan FEMA-356. Pemodelan gedung apartemen 10 lantai dengan variasi denah U, H dan L pada software ETABS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gedung baja komposit berbentuk denah U yang paling efektif dalam meredam beban gempa karena memiliki gaya geser dasar maksimum arah X sebesar 10.482,22 kN dan arah Y sebesar 10.498,57 kN serta drift maksimum arah X sebesar 0,944 dan arah Y sebesar 0,910. Selain itu, denah U juga dikategorikan tanpa ketidakberaturan torsi dengan tingkat kinerja struktur dikategorikan aman yaitu Immediate Occupancy (IO) berdasarkan FEMA-356.Kata kunci: tingkat kinerja, ketidakberaturan horizontal, gedung baja komposit, analisis pushover ABSTRACTBandung city is one of high potential natural disaster areas, especially earthquakes. Earthquakes can occur either structural or nonstructural damage to buildings. The use of composite steel material in column elements is a solution to overcome building structure damages due to earthquake loads, because of its high strength and ductility. The study aimed to analyze the performance point of steel building structures with composite columns against horizontal irregularities using pushover analysis based on SNI 1726:2019 and FEMA-356. Modeling of 10-story apartment buildings with variations of U, H and L floor plans on ETABS software. The results show that U floor plans composite steel buildings are the most effective in dampening earthquake loads with maximum base shear forces of X and Y direction is 19,482.22 kN and 10,498.57 kN, and maximum drift of X and Y direction is 0.944 and 0.910. In addition, U floor plans also categorized without torsional irregularity and Immediate Occupancy (IO) for structural performance points based on FEMA-356.Keywords: performance point, horizontal irregularities, composite steel buildings, pushover analysis
Pengaruh Subtitusi Parsial Variasi Tepung Kaca Terhadap Kuat Tekan Beton Geopolimer Sirait Kristin Angelika; Erma Desimaliana; Mirara Khanza
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 9, No 2: Juli 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v9i2.70

Abstract

ABSTRAKSalah satu masalah utama yang dihadapi adalah tingginya emisi karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan semen selama proses pembangunan dan penggunaan gedung. Penelitian ini dilakukan dengan membuat perbandingan agregat dan binder-nya sebesar 70%:30%, sebagai pengganti material pengikat yang digunakan yaitu fly ash dan tepung kaca, yang direaksikan dengan alkali aktivator untuk menghasilkan binder pada beton geopolimer. Alkali aktivator yang digunakan yaitu larutan NaOH konsentrasi 10M dan Na2SiO3 dengan perbandingan 1:3. Pada penelitian ini dilakukan 4 variasi benda uji berbentuk silinder ukuran 10 cm x 20 cm sebanyak 48 buah dengan perbandingan tepung kaca dan fly ash yaitu 0%:100% (variasi A), 10%:90% (variasi B), 15%:85% (variasi C), dan 25%:75% (variasi D). Metode membran diaplikasikan untuk perawatan benda uji, selanjutnya dilakukan pengujian kuat tekan beton pada umur 7, 14, dan 28 hari. Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan beton geopolimer tertinggi yaitu pada variasi B halmana 10% tepung kaca dengan 90% fly ash, dengan nilai masing-masing sebesar 21,12 MPa; 26,80 MPa; dan 28,65 MPa pada pengujian umur beton geopolimer 7 hari, 14 hari, dan 28 hari.Kata kunci: beton geopolimer, tepung kaca, fly ash, alkali kktivator, kuat tekan beton ABSTRACTOne of the main problems faced is the high emission of carbon dioxide (CO2) produced by cement during the process of building and using the building. This research was conducted by making a ratio of aggregate and binder of 70%:30%, as a substitute for the binding material used, namely fly ash and glass powder, which were reacted with an alkaline activator to produce binder in geopolymer concrete. The alkaline activator used was a 10M concentration of NaOH and Na2SiO3 with a ratio of 1:3. In this study, 4 variations of cylindrical specimens measuring 10 cm x 20 cm were carried out with 48 pieces with a ratio of glass powder and fly ash, namely 0%:100% (variation A), 10%:90% (variation B), 15%: 85% (variation C), and 25%:75% (variation D). The membrane method was applied for the treatment of the specimens, then the compressive strength of the concrete was tested at the age of 7, 14 and 28 days. Based on the results of the geopolymer concrete compressive strength test, the highest was variation B, which was 10% glass flour and 90% fly ash, with each value of 21.12 MPa; 26.80 MPa; and 28.65 MPa on the geopolymer concrete age test of 7 days, 14 days and 28 days.Keywords: geopolymer concrete, Glass powder, fly ash, alkaline activator, concrete compressive strength 
Analisis Scientometrik Tema Penelitian Manajemen Risiko Terhadap Beton Pracetak Menggunakan R-Tool Biblioshiny Ratih Dewi Shima; Erma Desimaliana
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2: Juli 2026
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v12i2.124

Abstract

ABSTRAKPerkembangan pracetak di zaman modern meningkat pesat, namun masih memerlukan pengembangan penelitian di bagian risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara komprehensif arah penelitian eksisting dan tren masa depan terkait manajemen risiko pada pengambilan keputusan beton pracetak. Melalui metode Systematic Literature Review (SLR) berbasis PRISMA 2020 dengan mengestraksi data dari basis data OpenAlex, terkumpul sebanyak 387 artikel ilmiah dalam rentang tahun 2022–2026 yang memenuhi kriteria sitasi dan relevansi topik. Pengolahan data kuantitatif dilakukan menggunakan perangkat lunak R-Tool Biblioshiny dengan menerapkan visualisasi scientometrik. Landasan analisis didasarkan pada Hukum Bradford, Life Cycle of Scientific Production (LCSP), dan Hukum Lotka. Hasil studi menunjukkan bahwa bidang ini merupakan sub-topik penelitian yang spesifik (niche) dengan nilai saturasi (K) sebesar 447 dokumen, yang telah memasuki fase dewasa (maturity) dengan tingkat kejenuhan mencapai 86,6% pada tahun 2025. Jurnal Buildings dan Sustainability menjadi media publikasi inti (Core Zone) yang paling dominan. Analisis produktivitas penulis berdasarkan Hukum Lotka menghasilkan nilai eksponen β sebesar 4,37, mengindikasikan konsentrasi publikasi yang sangat tinggi pada segmen peneliti tertentu dengan karakteristik penulis kontribusi tunggal (single-contribution authors).Katakunci: biblioshiny, beton pracetak, manajemen risiko, scientometrik, r-tool ABSTRACKThe precast concrete industry has grown rapidly in the modern era, but further research is still needed in the area of risk management. This study aims to comprehensively identify and analyze existing research directions and future trends related to risk management in precast concrete decision-making. Using a PRISMA 2020-based Systematic Literature Review (SLR) method and extracting data from the OpenAlex database, a total of 387 scientific articles published between 2022 and 2026 that met the citation and topic relevance criteria were collected. Quantitative data processing was performed using the R-Tool Biblioshiny software, applying scientometric visualization. The analytical framework was based on Bradford’s Law, the Life Cycle of Scientific Production (LCSP), and Lotka’s Law. The study results indicate that this field is a niche research subtopic with a saturation value (K) of 447 documents, which has entered the maturity phase with a saturation level reaching 86.6% by 2025. The journals *Buildings* and *Sustainability* are the most dominant core-zone publication outlets. An analysis of author productivity based on Lotka’s Law yielded an exponent β of 4.37, indicating a very high concentration of publications among a specific segment of researchers characterized by single-contribution authorsKeyword: biblioshiny, precast concrete, risk management, scientometrics, r-tool 
Hubungan Balok-Kolom Glulam Jabon dengan Pelat Baja Siku dan Pengencang Sekrup Kunci Erma Desimaliana; Johannes Adhijoso Tjondro
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 1: Maret 2026
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v12i1.78

Abstract

ABSTRAKPenggunaan glulam Jabon pada struktur kayu rekayasa memerlukan hubungan balok-kolom yang kuat, stabil, dan daktil. Penelitian ini mengevaluasi perilaku hubungan balok-kolom glulam Jabon dengan pelat baja siku dan pengencang sekrup kunci. Pengujian monotonik dilakukan pada tiga benda uji identik dengan pembebanan lateral di ujung balok. Data beban dan perpindahan diolah menjadi kurva beban-perpindahan serta momen-rotasi untuk menentukan kapasitas, kekakuan, faktor bilinier, dan daktilitas. Hasil menunjukkan beban puncak rata-rata sebesar 2,64 kN pada perpindahan 23,44 mm. Momen leleh dan momen ultimit rata-rata masing-masing 0,75 kN-m dan 1,59 kN-m. Kekakuan rotasi leleh rata-rata 59,55 kN-m/rad, kekakuan ultimit 40,77 kN-m/rad, faktor bilinier 0,688, dan daktilitas rotasi 3,09. Kurva menunjukkan respons nonlinier dengan penurunan kekakuan akibat slip, deformasi tumpu lokal, dan rotasi sambungan. Perilaku tersebut menunjukkan bahwa transfer gaya berlangsung bertahap tanpa kegagalan mendadak pada zona sambungan. Sambungan berperilaku semi-rigid, daktil, dan tidak getas sehingga berpotensi dikembangkan sebagai alternatif sambungan glulam Jabon untuk struktur kayu rekayasa.Kata kunci: glulam Jabon, hubungan balok-kolom, pelat baja siku, sekrup kunci ABSTRACTThe use of Jabon glulam in engineered wood structures requires strong, stable, and ductile beam-column connections. This study evaluates the behavior of Jabon glulam beam-column connections with angle steel plates and keyed screw fasteners. Monotonic testing was conducted on three identical test specimens with lateral loading applied at the beam end. Load and displacement data were processed into load-displacement and moment-rotation curves to determine capacity, stiffness, bilinearity factor, and ductility. The results showed an average peak load of 2.64 kN at a displacement of 23.44 mm. The average yield moment and ultimate moment were 0.75 kN-m and 1.59 kN-m, respectively. The average yield rotational stiffness was 59.55 kN-m/rad, the ultimate stiffness was 40.77 kN-m/rad, the bilinearity factor was 0.688, and the rotational ductility was 3.09. The curves show a nonlinear response with a decrease in stiffness due to slip, local bearing deformation, and joint rotation. This behavior indicates that force transfer occurs gradually without sudden failure in the joint zone. The joint behaves as semi-rigid, ductile, and non-brittle, making it a potential alternative to Jabon glulam joints for engineered wood structures.Keywords: Jabon glulam, beam-column connection, angle steel plate, lag screw
Analisis Perbaikan Produktivitas Pemasangan Dinding Bata Ringan dengan MPDM pada Proyek Pembangunan Apartemen X Kota Bandung Ratih Dewi Shima; Erma Desimaliana; M. Adryan Arif Farrosi; Nur Diyanti Santoso
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 3: November 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i3.219

Abstract

ABSTRAKPembangunan hunian dengan jenis bangunan bertingkat tinggi membutuhkan jumlah partisi dinding yang cukup banyak, dengan pasangan batu bata yang ringan dan kokoh. Pemasangan dinding bata ringan relatif lebih mudah dikerjakan ketimbang dinding bata merah biasa, namun memerlukan presisi keahlian yang tinggi. Kajian ini membandingkan nilai produktivitas pemasangan bata ringan dengan menganalisis ruang pergerakan dan kekosongan waktu pekerja menggunakan Crew Balance Chart dan Perhitungan Nilai Labour Utilization Factor (LUF), serta memberikan solusi perbaikan terhadap alur produktivitas pemasangan bata ringan berdasarkan studi kasus proyek Apartemen PT X di Kota Bandung. Pengambilan data menggunakan metode pengamatan rekaman video dan time studies. Kesimpulan yang diperoleh, ditemukan bahwa metode pemasangan bata ringan di Apartemen PT. X memerlukan perbaikan untuk meningkatkan efektivitas produksi dengan menggeser beberapa kegiatan beberapa menit lebih awal pada laden.Kata kunci: produktivitas, konstruksi, MPDM, time studies, cycle chart, crew balance chart ABSTRACTThe construction of high-rise residential buildings necessitates substantial wall partitions utilizing lightweight yet robust brick masonry. Although lightweight brick installation is more straightforward than conventional red brick masonry, it demands high precision and expertise. This study evaluates the productivity of lightweight brick installation by analyzing worker movement patterns and idle time through Crew Balance Chart analysis and Labour Utilization Factor (LUF) calculations. Based on a case study at the PT X Apartment project in Bandung City, the research proposes workflow optimization strategies for lightweight brick installation. Data acquisition was conducted through video recording observation and time studies. The findings indicate that the installation methodology requires procedural refinements to enhance production effectiveness by advancing the commencement of several activities during the laden phase. These improvements aim to minimize worker idle time and optimize crew balance, thereby increasing overall productivity in lightweight brick wall installation operations.Keywords: construction, productivity, MPDM, time studies, cycle chart, crew balance chart 
Kajian Eksperimental Sambungan Geser Tunggal Kayu Sengon Terhadap Variasi Pengencang Delinaismie Nurrensyah; Nessa Valiantine Diredja; Erma Desimaliana
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 2: Juli 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i2.108

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kekuatan sambungan geser tunggal pada kayu sengon (Paraserianthes falcataria) menggunakan tiga jenis pengencang berbeda, yaitu baut, paku, dan sekrup. Kayu sengon dipilih karena merupakan jenis kayu ringan yang banyak digunakan dalam konstruksi ringan serta memiliki harga yang terjangkau. Dimensi elemen kayu yang digunakan adalah 15 mm (tebal), 10 mm (lebar), dan 50 mm (panjang), dengan diameter pengencang masing-masing Dbaut = 3 mm; Dsekrup = 2,7 mm; dan Dpaku = 2 mm. Pengujian dilakukan berdasarkan acuan SNI 7973:2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio antara kapasitas eksperimental dan empiris adalah 1,265 untuk sambungan dengan baut; 1,664 untuk paku; dan 1,24 untuk sekrup. Temuan ini mengindikasikan bahwa sambungan kayu dengan pengencang yang diuji memiliki kapasitas yang lebih tinggi dibandingkan perhitungan empiris, sehingga menegaskan pentingnya pengujian eksperimental dalam validasi desain sambungan kayu.Kata kunci: sambungan geser tunggal, kayu sengon, variasi pengencang, eksperimentalABSTRACTThis study aims to evaluate the strength of single shear connection in sengon wood (Paraserianthes falcataria) using three different types of fasteners: bolts, nails, and screws. Sengon wood was selected due to its lightweight characteristics and widespread use in light construction, as well as its affordability. The wood specimens had dimensions of 15 mm (thickness), 10 mm (width), and 50 mm (length), with fastener diameters of 3 mm for bolts, 2.7 mm for screws, and 2 mm for nails. The experimental tests were conducted in accordance with SNI 7973:2013. The results showed that the ratio between experimental and empirical capacities was 1.265 for bolts, 1.664 for nails, and 1.24 for screws. These findings indicate that wood joints with the tested fasteners exhibit higher strength than predicted empirically, highlighting the importance of experimental testing in validating wood connection designs.Keywords: single shear connection, sengon wood, fastener variation, experimental