Heru Prastawa
Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

IDENTIFIKASI POTENSI KECELAKAAN DAN PENYAKIT AKIBAT KERJA DENGAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) DAN KUESIONER (Studi Kasus: PT Sampharindo Retroviral Indonesia) Safira Reza Nadhifa; Heru Prastawa
Industrial Engineering Online Journal Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perusahaan farmasi merupakan salah satu usaha di bidang ekonomi yang memiliki peran vital dalam perekonomian nasional, hal tersebut sangat membuat sektor industri Farmasi memiliki persaingan yang sangat ketat dalam dunia usaha. Namun di sisi lain farmasi dinilai sangat menguntungkan bagi investor. Bagi investor yang mencari keuntungan perlu memperhatikan laporan keuangan yang menjadi informasi bagi investor, hal-hal untuk mendapatkan keuntungan yaitu profitabilitas. PT Sampharindo Retroviral Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri farmasi, dengan produk yang dihasilkan antara lain Telavir 600 mg, Telado, Lopivia 100/25 dan Lopivia 200/50, serta Nocovir 75. Perusahaan ini memiliki faktor-faktor dan potensi bahaya yang dapat menimbulkan terjadinya kecelakaan atau penyakit akibat kerja. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang dapat terjadi di area kerja PT Sampharindo Retroviral Indonesia dengan menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA) dan Kuesioner. Subyek dari penelitian ini adalah seluruh karyawan langsung dan tidak langsung pada PT Sampharindo Retroviral Indonesia. Kata kunci: Industri Farmasi, K3, JSA, Kuesioner Abstract Pharmaceutical companies are one of the businesses in the economic field that have a vital role in the national economy, this really makes the pharmaceutical industry sector have very tight competition in the business world. On the other hand, pharmaceuticals are considered very profitable for investors. For investors who are looking for profit, they need to pay attention to the financial statements that become information for investors, the things to get a profit, namely profitability. PT Sampharindo Retroviral Indonesia is a company engaged in the pharmaceutical industry, with products that include Telavir 600 mg, Telado, Lopivia 100/25 and Lopivia 200/50, as well as Nocovir 75. This company has factors and potential hazards that can lead to accidents or occupational diseases. This study was conducted to identify the potential for accidents and occupational diseases that can occur in the work area of PT Sampharindo Retroviral Indonesia by using the Job Safety Analysis (JSA) and Questionnaire methods. The subjects of this study were all direct and indirect employees of PT Sampharindo Retroviral Indonesia. Keywords: Pharmaceutical Industry, OHS, JSA, Questionnaire
EVALUASI USER EXPERIENCE MENGGUNAKAN METODE USER EXPERIENCE QUESTIONNAIRE (UEQ) DAN PENERAPAN KANSEI ENGINEERING PADA APLIKASI CINEPOLIS CINEMAS INDONESIA Natasha Gardenia Ameniar; Heru Prastawa; Zainal Fanani Rosyada
Industrial Engineering Online Journal Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada era globalisasi saat ini, banyak kegiatan sehari-hari yang telah terbantu oleh teknologi, salah satunya adalah proses pelayanan bioskop. Cinepolis Cinemas Indonesia sebagai salah satu perusahaan bioskop di Indonesia memanfaatkan teknologi untuk mempermudah pelanggan mereka dalam menikmati layanan mereka, yaitu dengan cara penciptaan aplikasi. Walaupun demikian, banyak pengguna dari aplikasi tersebut yang menyampaikan keluhan melalui Google Play Store mengenai beberapa kekurangan aplikasi tersebut dari sisi pengalaman pengguna, salah satu keluhannya adalah workflow aplikasi yang kurang efisien. Oleh karena itu, diperlukan rekomendasi perbaikan yang berfokus kepada perasaan dan emosi pengguna saat menggunakan aplikasi Cinepolis Cinemas Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode User Experience Questionnaire (UEQ) untuk mengetahui kesan pengguna serta Kansei Engineering untuk mengetahui emosi pengguna terhadap aplikasi Cinepolis Cinemas Indonesia. Setelah dilakukan penelitian, ditemukan bahwa terdapat lima buah skala UEQ yang memiliki hasil evaluasi positif serta satu buah skala UEQ yang memiliki hasil evaluasi netral. Sementara itu, hasil pengujian menggunakan benchmark UEQ menunjukkan bahwa terdapat tiga skala yang bernilai di atas rata-rata dan tiga skala lainnya bernilai di bawah rata-rata. Sementara itu, ditemukan juga kata-kata kansei sebanyak enam buah yang dianggap paling penting oleh pengguna aplikasi dan kemudian dikelompokkan dalam hierarki kebutuhan Maslow. Berdasarkan skala UEQ yang perlu diperbaiki serta kata-kata kansei yang dianggap penting oleh pengguna aplikasi, disusun empat buah usulan perbaikan bagi aplikasi Cinepolis Cinemas Indonesia. Dengan diberikannya usulan-usulan perbaikan tersebut, diharapkan kualitas pengalaman pengguna aplikasi Cinepolis Cinemas Indonesia akan menjadi lebih baik dan pelanggan bioskop Cinepolis Cinemas Indonesia akan lebih sering menikmati layanan yang disediakan oleh perusahaan bioskop tersebut. Kata kunci: Pengalaman pengguna, UEQ, Kansei Engineering, kata-kata Kansei Abstract [Title: Evaluation of User Experience Using User Experience Questionnaire (UEQ) Method and the Application of Kansei Engineering on Cinepolis Cinemas Indonesia Application] In the current globalization era, there are a lot of day-to-day activities that are helped by technology, one of them is the service process in movie theatres. Cinepolis Cinemas Indonesia as one of the movie theatre companies in Indonesia takes advantage of technology to make it easier for their costumers to enjoy their service, which is done through the creation of application. However, there are a lot of users of the application who expressed their complaints through Google Play about the flaws that are related to the user experience of this application, one of the complaints is the inefficiency of the application’s workflow. Therefore, it is necessary to create recommendations that are focused on the feelings and emotions of the users when they are using Cinepolis Cinemas Indonesia application. This research uses User Experience Questionnaire (UEQ) method to find out the impression of users and Kansei Engineering to find out the emotions of users when they are using Cinepolis Cinemas Indonesia application. After the research is done, it was found out that there are five scales of UEQ that have positive evaluation and there is one UEQ scale that has neutral evaluation. Meanwhile, the testing result with benchmark shows that there are three scales that have above average results and there are three other scales that have below average results. Then, it was also found out that there are six kansei words that are most important to users of the application that are then grouped into Maslow hierarcy of needs. According to UEQ scales that need to be fixed and kansei words that are seen as most important by application users, there were four recommendations that were made for Cinepolis Cinemas Indonesia application. By giving those recommendation, hopefully the quality of user experience of Cinepolis Cinemas Indonesia would be improved and customers of Cinepolis Cinemas Indonesia movie theatre would enjoy the provided service of the movie theatre company more often. Keywords: User experience. UEQ, Kansei Engineering, Kansei words
IDENTIFIKASI ERGONOMI LINGKUNGAN KERJA FISIK PADA BAGIAN PACKAGING R6 LINI SHRINKWRAP R20 NO. 3 Elda Maware Ngolutua; Heru Prastawa
Industrial Engineering Online Journal Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT. International Chemical Industry merupakan salah satu perusahaan baterai terkemuka di Indonesia yang menjadi pabrik unggulan, yang hasil produksinya sudah dieskspor ke luar maupun untuk penjualan dalam negeri. Permintaan terhadap batu baterai semakin meningkat dalam 3 tahun terakhir. Hal ini berpengaruh dengan cara PT. Intercallin mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas dari produk yang diproduksi. Produk yang diproduksi dengan baik, apabila dipacking tidak sempurna akan menurunkan kepuasan pelanggan. Begitu juga yang dilakukan oleh PT. Intercallin yang terus mengutamakan kualitas packaging. Karena packaging merupakan tahap terakhir dari produksi baterai, pada tahap ini diharapkan tidak ada lagi baterai defect yang nantinya diterima oleh konsumen. Sehingga pada proses pengerjaannya pun, memerlukan kondisi lingkungan kerja yang baik sehingga karyawan dapat melakukan jobdesc-nya masing-masing dengan baik sehingga tidak mempengaruhi produktivitas kerja. Dalam mendukung ini dilakukan penelitian dengan mengidentifikasi lingkungan kerja bagian packaging khususnya Packaging R6 Lini Shrinkwrap R20 No.3. Setelah dilakukan pengukuran terhadap pencahayaan, kebisingan, dan temperature ditemukan bahwa PT. Intercallin sudah baik dalam memperhatikan kondisi lingkungan kerja namun untuk tetap menumbuhkan semangat pada karyawan, perusahaan dapat terus meningkatkan kondisi lingkungan kerja di setiap tempat kerja di PT. Intercallin.Kata Kunci : Lingkungan kerja fisik, ergonomi
FORECASTING DEMAND & USULAN SAFETY STOCK PASIR SILIKA DENGAN METODE TIME SERIES PADA PT SOLUSI BANGUN INDONESIA Tbk. PABRIK CILACAP Panji Rachman Hakim; Heru Prastawa
Industrial Engineering Online Journal Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT Solusi Bangun Indonesia Tbk merupakan perusahaan publik Indonesia dimana sebagian besar sahamnya (98,3%) dimiliki dan dikelola oleh PT Semen Indonesia Industri Bangunan (SIIB) yang merupakan bagian dari Semen Indonesia Group, produsen semen terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Pada proses produksi semen di PT SBI Pabrik Cilacap terdapat empat bahan baku dengan dua bahan baku utama yaitu batu kapur (limestone) dan tanah liat (clay) yang diperoleh dari tambang milik perusahaan berlokasi di daerah Cilacap, serta bahan baku tambahan yaitu pasir silika dan pasir besi yang diperoleh dengan membeli dari perusahaan lain. Bahan baku utama yang didapatkan dari tambang milik perusahaan jarang mengalami kendala dalam pengadaan maupun pengelolaan persediaannya. Bahan baku pasir besi sudah hampir tidak digunakan lagi mulai tahun 2020. Sedangkan bahan baku pasir silika seringkali mengalami kendala dalam pengadaannya disaat musim tertentu seperti musim hujan karena material pasir silika menjadi basah dan lengket sehingga material yang datang kurang, menyebabkan persediaan berada di bawah level minimum aman. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan jumlah pasir silika yang akan diproduksi berdasarkan forecasting dengan metode terbaik, serta memberikan usulan mengenai safety stock dan reorder point untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk pemesanan kembali dilakukan oleh perusahaan. Mengacu pada hasil pengolahan data, dapat disimpulkan bahwa metode time series dengan perhitungan Holt Winter Multiplikatif merupakan metode terbaik dengan melihat hasil error terkecil dengan perhitungan MAPE yaitu sebesar 32%. Melalui hasil perhitungan didapatkan perusahaan harus memiliki safety stock sebesar 1874,43 ton dengan service level 90% dan sebesar 2870,22 ton dengan service level 95%. waktu pemesanan kembali reorder point bahan baku pasir silika dilakukan ketika jumlah persediaan di gudang bahan baku telah mencapai level 3.888,336 ton jika menggunakan service level 90% dan 4.911,126 ton jika menggunakan service level 95%.Kata Kunci: Forecasting; Time Series; Safety StockAbstract PT Solusi Bangun Indonesia Tbk is an Indonesian public company where most of its shares (98.3%) are owned and managed by PT Semen Indonesia Industri Bangunan (SIIB) which is part of the Semen Indonesia Group, the largest cement producer in Indonesia and Southeast Asia. In the cement production process at PT SBI Cilacap Factory there are four raw materials with two main raw materials, namely limestone and clay obtained from the company's mine located in the Cilacap area, as well as additional raw materials, namely silica sand and iron sand obtained by buying from other companies. The main raw materials obtained from companyowned mines rarely experience problems in procurement and inventory management. Iron sand raw materials are almost no longer used starting in 2020. While silica sand raw materials often experience problems in their procurement during certain seasons such as the rainy season because the silica sand material becomes wet and sticky so that less material arrives, causing inventories to be below the minimum safe level. The purpose of this study is to determine the amount of silica sand to be produced based on forecasting with the best method, as well as to provide suggestions regarding safety stock and reorder points to determine when the right time for reordering is done by the company. Referring to the results of data processing, it can be concluded that the time series method with the Holt Winter Multiplicative calculation is the best method by looking at the smallest error result with the MAPE calculation, which is 32%. Through the calculation results, the company must have a safety stock of 1874.43 tons with a service level of 90% and 2870.22 tons with a service level of 95%. The time for reorder point of the silica sand is done when the amount of inventory in the raw material warehouse has reached the level of 3,888,336 tons if using the service level 90% and 4,911.126 tons if using the service level 95%.Keywords: Forecasting; Time Series; Safety Stock
ANALISIS KELUHAN MUSKULOSKELETAL MENGGUNAKAN METODE NORDIC BODY MAP (Studi Kasus: Pekerja Area Muat PT Charoen Pokphand Indonesia Semarang) Salma Fatimatu Zahra; Heru Prastawa
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPekerja area muat di PT Charoen Pokphand Indonesia bertugas untuk memindahkan produk jadi dari forklift ke truk. Workstation ini merupakan workstation yang memiliki beban pekerjaan paling berat dan risiko kecelakaan paling besar dibanding workstation lainnya. Pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja pada area ini tergolong masih manual dan dijumpai kondisi kerja yang awkward (aneh tidak semestinya) yaitu ditunjukan oleh adanya pembungkukkan dalam melakukan kerja serta cara kerja yang repetitif, sehingga mengakibatkan timbulnya keluhan – keluhan. Kondisi ini tergolong postur kerja yang tidak ergonomis. Postur kerja yang tidak ergonomis akan menimbulkan potensi sakit pada sistem rangka dan otot (muskuloskeletal) sehingga sistem rangka dan otot manusia dapat mengalami gangguan secara jangka pendek maupun jangka panjang. Dari permasalahan tersebut maka diperlukan adanya pengukuran tingkat keluhan muskuloskeletal pekerja. Untuk mengukur tingkat keluhan muskuloskeletal pekerja, dilakukan pengukuran menggunakan metode Nordic Body Map. Setelah melakukan analisis menggunakan metode 5 Whys dan Fishbone Diagram, dilakukan rekomendasi perbaikan postur tubuh pekerja. Usulan yang diberikan antara lain Membuat poster atau leaflet tentang postur kerja yang baik ,memberikan waktu istirahat 5 menit pada setiap 1-2 jam bekerja dan mengangkat beban secara bersama-sama.Kata Kunci: Keluhan Muskuloskeletal, Nordic Body Map, 5 Whys, Fishbone DiagramAbstractLoading area workers at PT Charoen Pokphand Indonesia are in charge of moving finished products from forklifts to trucks. This workstation is a workstation that has the heaviest workload and the greatest accident risk compared to other workstations. The work performed by workers in this area is still classified as manual and there are awkward working conditions (odd and not supposed to be), which is indicated by the swelling in doing work and the repetitive way of working, giving rise to complaints. This condition is classified as a work posture that is not ergonomic. Working postures that are not ergonomic will cause potential pain in the skeletal system and muscles (musculoskeletal) so that the human skeletal system and muscles can experience short-term and long-term disturbances. From these problems it is necessary to measure the level of musculoskeletal complaints of workers. To measure the level of complaints of musculoskeletal workers, measurements were made using the Nordic Body Map method. After conducting an analysis using the 5 Whys and Fishbone Diagram methods, recommendations for improving worker posture are made. Suggestions given include making posters or leaflets about good work posture, giving 5 minutes of rest every 1-2 hours of work and lifting weights together.Kata Kunci: Muskuloskeletal Complaints, Nordic Body Map, 5 Whys, Fishbone Diagram
PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL MENGGUNAKAN METODE NASA – TASK LOAD INDEX PADA KARYAWAN PT. PLN (PERSERO) UNIT LAYANAN PELANGGAN SEMARANG TENGAH Amalia Hani Zahra; Heru Prastawa
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT. PLN (Persero) memiliki Unit Layanan Pelanggan yang bertugas untuk melayani permintaan pelanggan pada wilayah Semarang Tengah. Dalam pekerjaannya, sering muncul permasalahan terkait beban kerja mental karyawan seperti lembur kerja karena jam kerja tidak teratur, stress kerja, jenuh, penumpukan pekerjaan, dan lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besar beban kerja mental pada karyawan PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Semarang Tengah dan mengidentifikasi faktor dominan yang menyebabkan beban kerja mental pada tiap divisi sehingga dapat diberikannya rekomendasi perbaikan. Subjek dari penelitian ini adalah 12 karyawan dari Divisi Transaksi Energi, Divisi Teknik, Divisi Pelayanan Pelanggan, dan Pejabat Pelaksana K3L dan pengolahan data dilakukan dengan metode NASA – Task Load Index (TLX) yang memiliki 6 aspek yaitu Mental Demand (MD), Physical Demand (PD), Temporal Demand (TD), Own Performance (OP), Effort (EF)), dan Frustration (FR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7 karyawan memiliki skor beban kerja mental pada kategori tinggi yaitu diatas 80, dengan nilai tertinggi 97,33. Sehingga dapat diberikan rekomendasi perbaikan pada Lingkungan Kerja Perusahaan dan Manajerial Perusahaan.Kata kunci: Beban Kerja; Beban Kerja Mental; NASA-TLXAbstractPT. PLN (Persero) has a Customer Service Unit to serve customer requests in the Central Semarang area. In their work, problems often arise related to the mental workload of employees such as overtime due to irregular working hours, work stress, saturation, work accumulation, and others. This study was conducted to determine the amount of mental workload on employees of PT PLN (Persero) Central Semarang Customer Service Unit and identify the dominant factors that cause mental workload in each division so that recommendations for improvement can be given. The subjects of this study were 12 employees from the Energy Transaction Division, Engineering Division, Customer Service Division, and K3L Executive Officer and data processing was carried out using the NASA – Task Load Index (TLX) method which has 6 aspects, namely Mental Demand (MD), Physical Demand (PD), Temporal Demand (TD), Own Performance (OP), Effort (EF)), and Frustration (FR). The results showed that 7 employees had a mental workload score in the high category of above 80, with the highest score of 97.33. So that recommendations for improvement can be given to the Company's Work Environment and Company Managerial.Kata kunci: Workload; Mental Workload; NASA-TLX
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KELELAHAN KERJA DENGAN METODE SUBJECTIVE SELF RATING TEST (STUDI KASUS: PEKERJA PEMBUATAN BOTOL) PT. MAPAN DJAYA PLASTIK Muhammad Ilham Fadilah; Heru Prastawa
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPekerja yang berada di lingkungan fisik (suhu, kebisingan, pencahayaan) yang memiliki nilai diatas Nilai Ambang Batas (NAB) berisiko mengalami kelelahan kerja. Kelelahan merupakan kondisi penurunan efisiensi tubuh yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja. Kelelahan kerja merupakan salah satu masalah yang sering kali diabaikan dan dapat meningkatkan terjadinya kecelakaan kerja. Pekerja bagian pembuatan botol khususnya pada proses merapikan botol 1 liter 70 gram ada PT. Mapan Djaya Plastik, merupakan salah satu pekerja yang berisiko mengalami kelelahan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kelelahan kerja dan faktor-faktor (internal dan eksternal) yang berkaitan dengan kelelahan kerja subjektif pada pekerja pembuatan botol plastik di bagian proses merapikan botol 1 liter 70 gram. Jenis studi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu berdasarkan fakta di lapangan. Sampel dalam penelitian ini adalah pekerja pembuatan botol sebanyak 23 orang. Pengumpulan data penelitian ini diambil dari data primer dan sekunder. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kelelahan kerja subjektif yang diukur dengan menggunakan kuesioner Subjective Self Rating Test dari Industrial Fatigue Research Committee (IFRC), sedangkan variabel independen dalam penelitian ini adalah faktor internal (usia, status gizi, masa kerja) dengan menggunakan kuesioner dan pengukuran langsung. Berdasarkan skor yang diperoleh, didapatkan bahwa 23 pekerja bagian pembuatan botol merasakan kelelehan dengan keterangan 7 pekerja mengalami kelelahan rendah, 13 pekerja mengalami kelelahan sedang, dan 3 mengalami kelelahan tinggi. Uji statistik yang digunakan yaitu Uji Reliabilitas dan Uji Korelasi Spearman. Pada hasil penelitian Uji Reliabilitas, suatu atribut dikatakan reliable apabila memiliki nilai Cronbach Alpha > 0,6 dan diperoleh nilai Cronbach Alpha 0,851 untuk gejala pelemahan kegiatan, 0,880 untuk gejala pelemahan motivasi, dan 0,835 untuk gejala kelelahan fisik. Pada hasil penelitian Uji Korelasi Spearman, didapatkan nilai sig. untuk ketiga variabel > 0,05, yaitu 0,047 untuk usia, 0,885 untuk masa kerja, 0,181 untuk status gizi. Kemudian dilakukan analisis perbaikan postur tubuh pekerja pembuatan botol menggunakan Rapid Uper Limb Assesment (RULA) Analysis dengan software Catia V5R20 sehingga didapatkan final score RULA sisi kanan sebesar 3, dan final score RULA sisi kiri sebesar 3. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi antara faktor internal (usia, status gizi, masa kerja) dengan kelelahan kerja pekerja pembuatan botol. Disarankan pihak perusahaan memperhatikan kondisi fisik lingkungan kerja agar sesuai standard dan rutin melakukan konseling secara berkala.Kata Kunci: Kelelahan kerja, Subjective Self Rating Test, Uji Reliabitilas, Uji Korelasi Spearman, Rapid Uper Limb AssesmentAbstractWorkers who are in a physical environment (temperature, noise, lighting) that has values above the Threshold Value (NAB) are at risk of experiencing fatigue. Fatigue is a condition of decreased body efficiency that can affect work productivity. Occupational fatigue is one of the problems that is often ignored and can increase the occurrence of work accidents. Workers in the bottle-making section, especially in the process of tidying up 1 liter 70-gram bottles at PT Mapan Djaya Plastik, are one among the workers at risk of fatigue. The purpose of this study is to determine the level of work fatigue and factors (internal and external) related to subjective work fatigue in plastic bottlemaking workers in the process of tidying up 1 liter 70-gram bottles. The type of research study used in this research is descriptive, which is based on facts in the field. The sample in this study was 23 bottle-making workers. The data collection of this study was taken from primary and secondary data. The dependent variable in this study is subjective work fatigue measured using the Subjective Self Rating Test questionnaire from the Industrial Fatigue Research Committee (IFRC), while the independent variables in this study are internal factors (age, nutritional status, length of service) using a questionnaire and direct measurement. Based on the scores obtained, it was found that 23 workers in the bottle-making section felt fatigue with a description of 7 workers experiencing low fatigue, 13 workers experiencing moderate fatigue, and 3 experiencing high fatigue. The statistical tests used are the Reliability Test and the Spearman Correlation Test. In the Reliability Test research results, an attribute is said to be reliable if it has a Cronbach Alpha value> 0.6 and obtained a Cronbach Alpha value of 0.851 for symptoms of weakening activities, 0.880 for symptoms of weakening motivation, and 0.835 for symptoms of physical fatigue. In the Spearman Correlation Test research results, the sig. value for the three variables> 0.05, namely 0.047 for age, 0.885 for tenure, and 0.181 for nutritional status. Then the analysis of posture improvement of bottle-making workers using Rapid Uper Limb Assessment (RULA) Analysis with Catia V5R20 software so that the right side RULA final score is 3, and the left side RULA final score is 3. The conclusion of this study shows that there is no correlation between internal factors (age, nutritional status, length of service) and the fatigue of bottle-making workers. It is recommended that the company pay attention to the physical condition of the work environment to meet the standards and routinely conduct regular counseling.Keywords: Work Fatigue, Subjective Self Rating Test, Reliability Test, Spearman Correlation Test, Rapid Uper Limb Assessment
ANALISIS TINGKAT KELELAHAN SERTA KELUHAN ANGGOTA TUBUH MENGGUNAKAN METODE SWEDISH OCCUPATIONAL FATIGUE INVENTORY (SOFI) DAN NORDIC BODY MAP (NBM) (Studi Kasus Pekerja Divisi Produksi PT XYZ) Putra Baning Bagas R. P.; Heru Prastawa
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT XYZ bergerak dalam bidang manufaktur yang memproduksi produk berbagai jenis bulu mata palsu dimana tetap menjunjung tinggi performansi dan kualitas produk. Dalam pelaksanaannya, dapat terjadi kelelahan pekerja yang berdampak pada performa kerja dan masalah Musculoskeletal Disorders (MSDs) karena postur kerja yang kurang tepat. Dari permasalahan yang ada, dilakukan analisis untuk melihat kondisi postur kerja dan tingkat kelelahan kerja yang dialami oleh pekerja Penelitian ini dilakukan dengan.melakukan pengamatan, pemberian kuesioner, dan wawancara. Objek penelitian ini yaitu pekerja Divisi Produksi PT XYZ. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui tingkat kelelahan dengan metode SOFI serta keluhan pada postur tubuh dengan kuesioner NBA, dimana responden sebanyak 95 pekerja. Selain itu, penelitian ini berusaha mencari tahu dimensi SOFI serta bagian tubuh yang dominan dikeluhkan oleh pekerja dan berusaha membuktikan ada keterkaitan antara tingkat kelelahan dan keluhan anggota tubuh. Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kelelahan yang dialami oleh pekerja berada pata tingkat sedang (rata-rata 2,248 pada rentang 0 – 6), terdapat 7 anggota tubuh yang hampir selalu terjadi keluhan, serta terdapat hubungan korelasi positif pada tingkat sedang antara tingkat kelelahan dan keluhan anggota tubuh pada pekerja divisi produksi.Kata kunci: Tingkat kelelahan, Keluhan anggota tubuh, SOFI, NBM
Identifikasi Bahaya Dan Penilaian Risiko K3 Pada Pabrik Tahu di Kelurahan Kalibata Disney Revo Negarawan; Heru Prastawa
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractK3 is something that cannot be separated from human resources (HR) and employment. This is so that occupational safety and health (K3) can have a positive impact on the sustainability of work productivity and increase social security and worker welfare. This study analyzed the risks using the HIRARC method at seven stages of the process at the PL Tofu Factory. The results showed that at the soaking and washing stages there were 1 moderate risk hazard and 3 low risk hazards; at the milling stage there were 3 moderate risk hazards and 2 low risk hazards; at the boiling stage there were 3 high risk hazards and 2 moderate risk hazards; at the filtering stage there were 1 high risk hazard, 3 moderate risk hazards, and 1 low risk hazard; at the clumping stage there were 3 moderate risk hazards and 2 low risk hazards; at the molding stage there were 4 moderate risk hazards and 1 low risk hazard; and at the cutting stage there were 2 moderate risk hazards.Keywords : K3, Hazard Identification, Risk Assesment and Risk ControlAbstrakK3 adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dalam Sumber Daya Manusia (SDM) dan ketenagakerjaan. Hal ini agar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dapat berdampak positif terhadap keberlanjutan produktivitas kerja dan tidak hanya meningkatkan jaminan sosial dan kesejahteraan pekerja. Penelitian ini menganalisis risiko menggunakan metode HIRARC pada 7 tahapan proses yang ada pada Pabrik Tahu PL. Hasil penelitian menunjukkan pada tahap perendaman dan pencucian terdapat 1 bahaya moderate risk dan 3 bahaya low risk, pada tahap penggilingan terdapat 3 bahaya moderate risk dan 2 bahaya low risk, pada tahap perebusan terdapat 3 bahaya high risk dan 2 bahaya moderate risk, pada tahap penyaringan terdapat 1 bahaya high risk, 3 bahaya moderate risk dan 1 bahaya low risk, pada tahap penggumpalan terdapat 3 bahaya moderate risk dan 2 bahaya low risk, pada tahap pencetakan terdapat 4 bahaya moderate risk dan 1 bahaya low risk, dan pada tahap pemotongan terdapat 2 bahaya moderate risk.Kata kunci : K3, Identifikasi Bahayva, Penilaian Resiko, dan kontrol resiko
ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL MENGGUNAKAN NASA-TASK LOAD INDEX PADA MESIN NAPKIN TISSUE MANUAL PT THE UNIVENUS SERANG Nida Khairunnisa; Heru Prastawa
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPT The Univenus memiliki pekerja packer yang bertugas untuk melakukan packing tissue pada lantai produksi. Dalam pekerjaannya, sering muncul permasalahan terkait beban kerja mental karyawan seperti lembur kerja karena jam kerja tidak teratur, stress kerja, jenuh, penumpukan pekerjaan, dan lainnya. Paper ini bertujuan untuk mengetahui nilai beban kerja mental pada pekerja packer PT The Univenus Serang dan mengidentifikasi faktor yang menyebabkan beban kerja mental sehingga dapat diberikannya rekomendasi perbaikan. Subjek dari penelitian ini adalah 4 orang packer dan pengolahan data dilakukan dengan metode NASA – Task Load Index (TLX) yang memiliki 6 aspek yaitu Mental Demand (MD), Physical Demand (PD), Temporal Demand (TD), Own Performance (OP), Effort (EF), dan Frustration (FR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 2 orang packer memiliki skor beban kerja mental pada kategori sangat tinggi yaitu diatas 80, dengan nilai tertinggi sebesar 83,67. Sehingga dapat diberikan rekomendasi perbaikan pada lingkungan kerja serta manajerial perusahaan Kata Kunci: Beban Kerja, Beban Kerja Mental, Nasa-TLX