Language Attitude of Graphic Designers in Banjarmasin City towards Indonesian Language. This study aims to (1) describe the language attitude of graphic designers in Banjarmasin City towards Indonesian language in terms of loyalty, pride, and awareness of norms; (2) determine whether or not there is an effect of X variable (gender, age, educational background, work experience, and the size of the business) towards Y variable (language attitude), either partially or simultaneously. This study is a quantitative study. The samples are 30 people. The data analysis technique used in this study is descriptive statistical test and multiple linear regression test. The results show that (1) the language attitudes of graphic designers in Banjarmasin City tend to lead to positive language attitudes; and (2) partially only education variable has an effect towards language attitude, and simultaneously, all X variables affect Y variable.Key words: language attitude, language loyalty, language pride, awareness of language norms.Sikap Bahasa Desainer Grafis di Kota Banjarmasin terhadap Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan sikap bahasa desainer grafis di Kota Banjarmasin terhadap bahasa Indonesia ditinjau dari segi kesetiaan, kebanggaan, dan kesadaran terhadap norma; (2) mengetahui ada atau tidaknya pengaruh variabel X (jenis kelamin, usia, latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, dan besar kecilnya usaha) terhadap variabel Y (sikap bahasa), baik secara parsial maupun secara simultan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sampel berjumlah 30 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji statistik deskriptif dan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) sikap bahasa para desainer grafis di Kota Banjarmasin cenderung mengarah kepada sikap bahasa positif; dan (2) secara parsial hanya variabel pendidikan yang berpengaruh terhadap sikap bahasa, dan secara simultan, seluruh variabel X berpengaruh terhadap variabel Y.Kata-kata Kunci: sikap bahasa, kesetiaan berbahasa, kebanggaan berbahasa, kesadaran norma bahasa.