Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KONSEP KESADARAN HALAL PADA SISWA MELALUI PROYEK PEMBELAJARAN FERMENTASI Pepi Patimah; Tri Cahyanto; Neneng Winda
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v6i1.1200

Abstract

Berdasarkan hasil kesepakatan MUI, makanan dan minuman yang diperbolehkan mengandung alkohol adalah makanan dan minuman dengan kandungan alkohol sampai dengan 1%, sehingga makanan/minuman dengan kandungan alkohol lebih dari 1% diklasifikasikan sebagai makanan/minuman yang dilarang untuk dikonsumsi. Tujuan dari kajian dalam tulisan ini untuk memaparkan fakta-fakta ilmiah berupa data bagii siswa-siswi tentang kandungan etanol yang umum dikonsumsi. Untuk mengetahui kehalalan alkohol dapat ditentukan dengan menggunakan lama fermentasi. Alkohol dapat dibuat dengan ragi setelah difermentasi karena mengandung bahan-bahan yang dicampur dengan ragi Saccharomyces cerevisiae, yang memecah pati menjadi alkohol. Kadar alkohol diteliti dengan menggunakan dosis ragi yang berbeda. Kajian dalam tulisan ini menggunakan metode kajian literatur sebagai penelitian yang didasarkan pada analisis sumber berupa keputusan, buku, karangan, artikel, tulisan, majalah dan bahan lainnya. Kesadaran halal diperlukan untuk mendefinisikan perilaku individu karena kesadaran menjelaskan respon persepsi, kognitif dan perilaku individu pada apa yang dikonsumsi. Kesadaran halal relatif subjektif dan bervariasi dari satu orang ke orang lain karena ditentukan oleh faktor-faktor penyusunnya, yaitu faktor internal dan eksternal. Peningkatan kesadaran kehalalan diharapkan akan muncul dari hasil penelitian ini, khususnya untuk kalangan siswa generasi muslim di SMA Negeri 2 Majalaya. Kehalalan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain faktor internal yang berkaitan dengan bahan makanan dan minuman ("ainiyyah atau zattiyah), sedangkan faktor eksternal berkaitan dengan penanganan dan pengolahan bahan. Dalam konteks halal dan toyyib, keduanya merupakan materi atau entitas, dari satu kesatuan dan tidak terpisahkan dari kehalalan dalam konteks syariah, lalu dalam hal toyyib berkaitan dengan kesehatan.
Studi Pemanfaatan Tanaman Kelor (Moringa oleifera) Sebagai Pengobatan Tradisional di Kampung Cibeas Desa Cintaraja Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya Rifa Musyaropah; Tri Cahyanto
Flora : Jurnal Kajian Ilmu Pertanian dan Perkebunan Vol. 2 No. 1 (2025): Februari : Flora : Jurnal Kajian Ilmu Pertanian dan Perkebunan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/flora.v2i1.213

Abstract

Moringa oleifera plants as traditional medicine used by the people of Cibeas Village, Cintaraja Village, Singaparna District, Tasikmalaya Regency. This study aims to determine the use of moringa plants as traditional medicine. The method used is descriptive qualitative and quantitative with data collection techniques through observation, semi-structured interviews, and snowball sampling. Data analysis was carried out by calculating the utility value (Use Value/UV), informant context factors (Informant Consensus Factor/ICF), and relative citation frequency (Relative Frequency of Citation/RFC). The results showed that moringa plants are used to treat 12 types of diseases, with the highest utilization for lowering hypertension (UV = 0.296). The leaves are the most frequently used part (ICF = 0.952).