This Author published in this journals
All Journal Jurnal EMPATI
Khairina Amalia
Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MAKNA KEHILANGAN ANAK AKIBAT KANKER BAGI IBU: SEBUAH INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Khairina Amalia; Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.30417

Abstract

Kasus kematian anak karena kanker cukup banyak terjadi karena setiap tahun terdapat sekitar 90 ribu anak yang meninggal karena kanker. Efek dari penyakit kanker juga berpengaruh pada kondisi psikologis ibu sebagai caregiver karena ibu melalui kesulitan saat merawat anak yang mengidap kanker kemudian harus menghadapi kematian anak yang telah dirawatnya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pengalaman seorang ibu menghadapi kematian anak yang telah dirawatnya akibat kanker serta bagaimana ibu memaknai kehilangan tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi-terstruktur yang dilakukan kepada tiga orang partisipan dan dianalisis menggunakan interpretative phenomenological analysis. Penelitian ini menghasilkan tiga tema induk, yaitu yaitu (1) dinamika merawat anak yang terdiri dari anggapan negatif terhadap penyakit anak, pemahaman terhadap kondisi anak, keinginan merawat anak, dan kesulitan saat merawat, (2) relasi dengan orang terdekat yang terdiri dari perubahan kondisi keluarga akibat penyakit anak dan perasaan didukung oleh orang terdekat, (3) krisis merelakan kepergian anak yang terdiri dari kesulitan menerima kepergian anak dan upaya bangkit dari rasa kehilangan. Penelitian juga menunjukkan adanya tema khusus, yaitu kurangnya dukungan dari keluarga yang dialami oleh salah satu partisipan. Pada penelitian ini partisipan mengungkapkan pengalamannya saat menghadapi kepergian anak yang telah dirawatnya lalu kemudian menemukan makna dari kepergian anaknya saat melakukan upaya bangkit dari rasa kehilangan.