This Author published in this journals
All Journal Jurnal EMPATI
Dwi Retno Cahyaningrum
Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

JIWA-JIWA TENANG BERTABIR IMAN: STUDI FENOMENOLOGI PADA MAHASISWI BERCADAR DI UNIVERSITAS NEGERI UMUM KOTA YOGYAKARTA Dwi Retno Cahyaningrum; Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.134 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.19757

Abstract

Pro kontra terhadap pemakaian cadar yang digunakan oleh para muslimah untuk menutupi bagian wajah dan hanya menampakkan sepasang mata memicu adanya stereotip negatif yang telah lama berkembang di ranah domestik maupun internasional. Penelitian fenomenologi ini dilakukan untuk memahami pengalaman hidup empat orang mahasiswi bercadar di universitas negeri umum di Yogyakarta. Data diperoleh dari hasil wawancara semi terstruktur yang mendalam (indepth interview) dan diolah menggunakan prosedur eksplikasi data (Subandi, 2009). Hasil penelitian mengungkapkan dua faktor utama yang mendorong para partisipan untuk menggunakan cadar, yaitu pencarian jati diri dalam kehidupan beragama dan modeling terhadap figur wanita bercadar. Faktor internal dan eksternal juga diketahui telah memotivasi partisipan untuk memakai cadar. Kurangnya dukungan keluarga membuat para partisipan cenderung menyembunyikan identitas dirinya sebagai wanita bercadar di lingkungan keluarga dan kampung halamannya. Dukungan sosial dari kelompok wanita bercadar mendukung para partisipan untuk menunjukkan eksistensi dirinya di lingkungan Yogyakarta meskipun tiga orang partisipan pernah mengalami diskriminasi verbal dari masyarakat sekitar. Keputusan untuk bercadar merupakan proses konversi agama yang mengarahkan para partisipan untuk semakin mendalami kehidupan religius dan meningkatkan perilaku positif sebagai implementasi dari nilai-nilai agama yang diyakini, hal ini juga memengaruhi penyesuaian diri dan gambaran diri ideal partisipan terhadap pemenuhan tugas perkembangan di masa dewasa awal.