This Author published in this journals
All Journal Jurnal EMPATI
Tengku Rizarul Rizky
Fakultas Psikologi, Universitas YARSI, Jalan Letjen Suprapto, Jakarta, 10410, Indonesia|Fakultas Psikologi, Universitas YARSI

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan antara Job Insecurity dan Employee Well Being pada Karyawan yang Bekerja di Perusahaan yang Menerapkan PHK di DKI Jakarta Tengku Rizarul Rizky; Nuri Sadida
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.832 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.23651

Abstract

Krisis ekonomi global yang melanda Indonesia pada tahun 2015 membuat pemasukan perusahaan tidak menentu. Perusahaan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Ibukota DKI Jakarta mencari cara untuk menyelamatkan diri dari kebangkrutan dengan mengambil langkah PHK. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang menerapkan PHK di DKI Jakarta, karena PHK yang terjadi di DKI Jakarta terjadi terus menerus dan terjadi pada semua jabatan. PHK membuat karyawan merasakan job insecurity, yaitu kecemasan seorang karyawan akan kehilangan pekerjannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara job insecurity dan employee well being pada karyawan yang bekerja di perusahaan yang menerapkan PHK. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan accidental sampling, dengan responden sejumlah 95. Pengumpulan data dilakukan dengan alat ukur Unidimensional Job Insecurity Scale yang telah diadaptasi dari De Witte (2000) dan alat ukur Employee Well Being yang dikonstruksi dari faktor-faktor yang mempengaruhi Employee Well Being (Juniper, 2010). Hasil yang ditemukan adalah terdapat hubungan yang signifikan dengan nilai signifikan sebesar 0,000 α < 0,05 antara job insecurity dengan employee well being dengan nilai r= -0,603. Arti nilai koefisien korelasi adalah semakin seorang karyawan merasa job insecurity maka semakin rendah employee well being karyawan tersebut.