Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kesesakan dengan konsentrasi belajar pada siswa kelas VII SMP Negeri 6 Semarang. Konsentrasi belajar yaitu kemampuan individu dalam memusatkan pikiran dengan mengerahkan segala panca indera untuk memperhatikan suatu objek, sehingga berperan penting terhadap keberhasilan siswa. Salah satu hambatan dalam konsentrasi belajar adalah lingkungan sekitar. Apabila siswa mempersepsi lingkungan belajarnya kurang menyenangkan atau membuatnya merasa sesak, maka muncullah kesesakan, yaitu persepsi subyektif yang tidak menyenangkan yang dirasakan individu akan sedikitnya ruang yang tersedia. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 6 Semarang yang berjumlah 256 siswa dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 128 siswa. Penelitian dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Pengambilan data menggunakan skala konsentrasi belajar (24 aitem valid α = 0,933) dan skala kesesakan (45 aitem valid α = 0,953). Data yang diperoleh berdasarkan hasil analisis regresi linear sederhana menunjukan hasil koefisien korelasi antara konsentrasi belajar dengan kesesakan sebesar –0,219 dengan p = 0,007 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukan bahwa hipotesis penelitian, yaitu terdapat hubungan negatif antara kesesakan dengan konsentrasi belajar pada siswa kelas VII SMP Negeri 6 Semarang. Nilai koefisiensi korelasi negatif menunjukan bahwa arah hubungan kedua variabel adalah negatif, artinya semakin tinggi kesesakan maka akan semakin rendah konsentrasi belajar, dan sebaliknya semakin rendah kesesakan maka akan semakin tinggi konsentrasi belajar. Kesesakan memberikan sumbangan efektif sebesar 4,8% terhadap konsentrasi belajar dan sisanya 95,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.